Wicaksono, Zegaf (2026) Komunikasi efektif interpersonal kepala sekolah dalam meningkatkan kompetensi kepribadian guru di SMA Bina Insan Mandiri Nganjuk. Masters (S2) thesis, UIN Syekh Wasil Kediri.
|
Text
23504031_prabab.pdf Download (2MB) |
|
|
Text
23504031_bab1.pdf Download (472kB) |
|
|
Text
23504031_bab2.pdf Download (874kB) |
|
|
Text
23504031_bab3.pdf Download (2MB) |
|
|
Text
23504031_bab4.pdf Restricted to Registered users only Download (923kB) | Request a copy |
|
|
Text
23504031_bab5.pdf Restricted to Registered users only Download (301kB) | Request a copy |
|
|
Text
23504031_bab6.pdf Download (234kB) |
|
|
Text
23504031_daftarpustaka.pdf Download (253kB) |
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis komunikasi efektif interpersonal kepala sekolah dalam meningkatkan kompetensi kepribadian guru di SMA Bina Insan Mandiri Nganjuk. Latar belakang penelitian ini berangkat dari fenomena masih adanya guru yang belum menunjukkan konsistensi kepribadian ideal sesuai nilai-nilai Islami sehingga diperlukan pola komunikasi yang efektif untuk memperkuat pembinaan karakter guru. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus, melibatkan kepala sekolah, guru dan peserta didik sebagai informan utama. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan/verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) proses pelaksanaan komunikasi interpersonal kepala sekolah berlangsung secara verbal dan non verbal berfungsi sebagai landasan dan inti kepemimpinan kepala sekolah, budaya organisasi serta upaya pembinaan dan pembentukan kompetensi kepribadian guru yang dilakukan pada saat rapat rutin, interaksi non formal di ruang guru, upgrading guru dan pelaksanaan coaching dan mentoring. 2) Faktor pendukung komunikasi interpersonal yakni kepercayaan, empati, dukungan, keterbukaan, kesetaraan, umpan balik, dan budaya kerja. Adapun faktor pendukung utama meliputi kualitas komunikasi kepala sekolah, kompetensi kepribadian yang dimiliki kepala sekolah serta gaya kepemimpinan transformatif dan profetik kepala sekolah. Sedangkan faktor penghambat adalah kesibukan kepala sekolah dan guru, perbedaan persepsi dan latar belakang, Budaya sungkan terhadap pimpinan, komunikasi tertulis seringkali salah tafsir, Sebagian guru kurang dilibatkan dalam pengambilan keputusan. 3) Kompetensi kepribadian guru di SMA Bina Insan Mandiri berada pada kategori cukup baik dengan tingkat ketercapaian fluktuatif pada kisaran 70–80%. Guru menunjukkan kejujuran dan transparansi dalam pelaksanaan tugas, tanggung jawab dalam mengemban amanah, kemampuan berkomunikasi secara santun dan edukatif serta kebijaksanaan dan kecerdasan dalam pengambilan keputusan. 4) Pola komunikasi kepala sekolah yang apa adanya, transparan dan tidak menghukum kesalahan mendorong guru untuk berani bersikap jujur, terbuka dalam menyampaikan kendala serta mengakui kekurangan tanpa rasa takut. Pendekatan komunikasi yang persuasif dan kolaboratif melalui mentoring dan coaching yang dilandasi rasa percaya membuat guru merasa dihargai dan dilibatkan.Penelitian ini menyimpulkan bahwa pola komunikasi kepala sekolah yang lembut, tegas, argumentatif, dan beradab menjadi keberhasilan kepala sekolah dalam meningkatkan kompetensi kepribadian guru. Melalui keteladanan guru melihat dan merujuk bagaimana kepala sekolah berinteraksi, guru belajar menyampaikan pendapat dengan santun, mendengarkan secara aktif serta menghargai perbedaan pendapat. Sikap kepala sekolah yang sabar, tidak reaktif, dan mendahulukan mendengarkan sebelum merespons menularkan kebiasaan berpikir matang kepada guru. Guru belajar mengelola emosi, menyampaikan ketidaksetujuan secara konstruktif serta bersikap bijaksana dan menemukan solusi dalam menghadapi berbagai permasalahan.
Actions (login required)
![]() |
View Item |
