Hafidh, M. Ihya'u (2026) DRAMATURGI HIJAB COSPLAY DI PANGGUNG COSWALK KEDIRI. Undergraduate (S1) thesis, UIN Syekh Wasil Kediri.
|
Text
20103102_prabab.pdf Download (928kB) |
|
|
Text
20103102_bab1.pdf Download (279kB) |
|
|
Text
20103102_bab2.pdf Download (362kB) |
|
|
Text
20103102_bab3.pdf Download (184kB) |
|
|
Text
20103102_bab4.pdf Restricted to Registered users only Download (402kB) |
|
|
Text
20103102_bab5.pdf Restricted to Registered users only Download (308kB) |
|
|
Text
20103102_bab6.pdf Download (235kB) |
|
|
Text
20103102_daftar pustaka.pdf Download (228kB) |
|
|
Text
20103102_lampiran.pdf Download (709kB) |
|
|
Text
20103102_pernyataan diri.pdf Restricted to Repository staff only Download (159kB) |
Abstract
Fenomena hijab cosplay muncul sebagai respons kreatif atas dilema antara ekspresi diri dalam budaya populer dan negosisasi terhadap nilai-nilai religius. Di Kediri, tren ini berkembang dalam komunitas cosplay dan menghadirkan bentuk penampilan yang unik ketika cosplayer berhijab tampil di panggung coswalk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana representasi perilaku hijab cosplay saat berada di panggung depan (front stage) dan di balik panggung (back stage) dalam acara coswalk. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Teori dramaturgi dari Erving Goffman digunakan sebagai analisis untuk mengkaji perbedaan identitas dan perilaku yang ditampilkan oleh hijab cosplayer saat berada di depan publik dan ketika berada dalam ruang privat. Keabsahan data diperoleh melalui triangulasi sumber data dan penyidik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hijab cosplayer menampilkan citra ideal yang terkontrol saat berada di front stage, seperti menyesuaikan kostum agar tetap syar’i dan berperilaku sesuai karakter. Sementara di back stage, mereka kembali pada identitas personal, menjaga privasi melalui akun media sosial terpisah, serta menunjukkan kebutuhan untuk melepaskan tekanan peran publik. Namun demikian, penampilan hijab cosplay belum sepenuhnya mencerminkan etika berhijab dalam Islam, karena masih ditemukan penggunaan pakaian yang ketat, mencolok, serta interaksi bebas di ruang publik, yang bertentangan dengan nilai Islam.
| Item Type: | Thesis (Skripsi, Tesis, Disertasi) (Undergraduate (S1)) |
|---|---|
| Subjects: | 20 LANGUAGE, COMMUNICATION AND CULTURE (Ilmu Bahasa, Komunikasi dan Budaya) > 2001 Communication and Media Studies > 200105 Organisational, Interpersonal and Intercultural Communication |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin > Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam |
| Depositing User: | MOH. IHYA`U HAFIDH |
| Date Deposited: | 23 Apr 2026 06:24 |
| Last Modified: | 23 Apr 2026 06:24 |
| URI: | https://etheses.iainkediri.ac.id:80/id/eprint/21158 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
