Syarifah, Naila Khairani (2025) MAKNA “FAṢFAḤI AL- ṢAFḤA AL-JAMĪL” DALAM AL-QUR’AN (Kajian Taḥlīlī QS Al-Ḥijr [15]: 85). Undergraduate (S1) thesis, IAIN KEDIRI.
|
Text
21102054_prabab.pdf Download (619kB) |
|
|
Text
21102054_bab1.pdf Download (395kB) |
|
|
Text
21102054_bab2.pdf Download (495kB) |
|
|
Text
21102054_bab5.pdf Download (163kB) |
|
|
Text
21102054_bab3.pdf Restricted to Registered users only Download (804kB) | Request a copy |
|
|
Text
21102054_bab4.pdf Restricted to Registered users only Download (352kB) | Request a copy |
|
|
Text
21102054_daftarpusaka.pdf Download (221kB) |
|
|
Text
Pernyataan_Upload.pdf Restricted to Repository staff only Download (261kB) | Request a copy |
Abstract
Memaafkan merupakan kemampuan seseorang untuk melepaskan pikiran dan batin dari segala masalah yang menyakitkan. Dalam kehidupan sehari-hari pasti dipenuhi dengan kejadian atau peristiwa yang tidak terduga. Kadang ada peristiwa yang menyenangkan sesuai dengan yang diharapkan, dan terkadang ada yang tidak menyenangkan tidak sesuai yang diharapkan. Keadaan inilah yang menuntut manusia untuk memahami perbuatan orang lain dengan cara memaafkannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Makna “faṣfaḥi al- ṣafḥa al-jamīl” dalam al-Qur’an (Kajian Taḥlīlī Qs Al-Ḥijr [15]: 85). Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan atau library research yang bersumber pada data primer dan sekunder. Setelah data terhimpun, selanjutnya dilakukan pengelolaan data dengan mengikuti pola tafsir taḥlīlī. Kemudian data-data tersebut disajikan menggunakan teknik analisis isi atau content analysis. Adapun rumusan masalahnya yaitu terkait (1) Bagaimana makna “faṣfaḥi al- ṣafḥa al-jamīl” dalam Q.S Al-Ḥijr[15]:85?dan (2) Bagaimana urgensi memaafkan dalam kehidupan sehari-hari?. Hasil dari penelitian ini adalah (1) Faṣfaḥiṣ-ṣafḥal-jamīl dalam QS Al-Ḥijr [15]: 85) merupakan perbuatan memaafkan seseorang dengan hati yang tulus, dengan sabar, dengan penuh kasih, menghapus kesalahan, tanpa mengungkit-ungkit, tanpa mencela, tanpa dendam, sikap ini dianalogikan seperti membuka lembaran baru yang bersih tanpa ada bekas. (2) Memaafkan (ṣafḥal-jamīl) memiliki peran penting dalam kehidupan sehari-hari, baik secara pribadi maupun sosial. Dalam kehidupan pribadi, memaafkan dapat membentuk akhlak terpuji, membuat hati lebih tenang, dan mengurangi stress yang berdampak buruk pada kesehatan. Sementara dalam kehidupan sosial, memaafkan membantu menghindari konflik berkepanjangan, menjaga keharmonisan hubungan, dan menciptakan kedamaian dalam masyarakat.
Actions (login required)
![]() |
View Item |
