Amal, Muhammad Ichlasul (2026) Resiliensi Santri Dalam Menjalani Pendidikan di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas Jombang. Masters (S2) thesis, UIN Syekh Wasil Kediri.
|
Text
24501014_prabab.pdf Download (563kB) |
|
|
Text
24501014_bab1.pdf Download (257kB) |
|
|
Text
24501014_bab2.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
24501014_bab3.pdf Download (329kB) |
|
|
Text
24501014_bab4.pdf Restricted to Registered users only Download (635kB) |
|
|
Text
24501014_bab5.pdf Restricted to Registered users only Download (521kB) |
|
|
Text
24501014_bab6.pdf Download (159kB) |
|
|
Text
24501014_daftar_pustaka.pdf Download (4MB) |
|
|
Text
24501014_pernyataan_upload.pdf Restricted to Repository staff only Download (270kB) |
Abstract
Muhammad Iclasul Amal. (2026). Dosen Pembimbing Prof. Dr. H. Nur Ahid, M.Ag. dan Dr. H. Muniron, M.Ag. Judul Tesis: Resiliensi Santri dalam Menjalani Pendidikan di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas Jombang. Kata Kunci: resiliensi santri, adversitas pesantren, Model resiliensi santri (MRS), syukur, tawakkal, sabar, istiqamah, Pondok Pesantren Bahrul Ulum. Penelitian ini mengkaji resiliensi santri dalam menjalani pendidikan di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas Jombang melalui tiga fokus utama: faktorfaktor yang mempengaruhi resiliensi, proses terbentuknya resiliensi, dan bentukbentuk manifestasi resiliensi santri. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tekanan unik yang dihadapi santri dalam lingkungan institusi total yang menuntut adaptasi akademis, fisik, mental, emosional, sosial, dan spiritual secara bersamaan. Sebuah konteks yang belum banyak dieksplorasi dalam literatur resiliensi yang ada yang didominasi oleh kerangka kerja individualistik Barat. Penelitian menggunakan pendekatan mixed methods dengan desain sequential explanatory, menggabungkan data kuantitatif dari instrumen angket terstruktur dengan data kualitatif dari observasi mendalam, wawancara, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian mengidentifikasi enam dimensi adversitas yang dihadapi santri: akademis (double burden), fisik (adaptasi lingkungan), mental (homesickness), emosional (regulasi emosi), sosial (adaptasi budaya), dan spiritual (intensitas ritual). Santri baru mengalami rata-rata adversitas 3,13 yang secara signifikan menurun menjadi 2,43 pada santri lama, dengan penurunan terbesar pada dimensi mental (1,2 poin). Proses pembentukan resiliensi berlangsung melalui empat fase terstruktur: orientasi melalui MOSBA, adaptasi terbimbing, seleksi alam, serta internalisasi nilai dan transformasi identitas, yang difasilitasi melalui sinergi pengasuh, pengurus, pembimbing, dan guru. Temuan utama penelitian ini adalah Model resiliensi santri (MRS) yang terdiri dari empat dimensi berbasis nilai Islam: syukur sebagai confidence, tawakkal sebagai self-control, sabar sebagai composure, dan istiqamah sebagai commitment. Ratarata skor resiliensi santri lama (4,13) secara konsisten lebih tinggi dari santri baru (3,70). MRS memiliki tiga karakteristik distingtif: teosentrik, komunal, dan habituatif yang membedakannya dari model resiliensi Barat yang bersifat antroposentrik dan individualistik. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan psikologi pendidikan Islam dan memperluas diskursus resiliensi dari perspektif lintas budaya.
| Item Type: | Thesis (Skripsi, Tesis, Disertasi) (Masters (S2)) |
|---|---|
| Subjects: | 13 EDUCATION (Pendidikan) > 1399 Other Education > 139999 Education not elsewhere classified |
| Divisions: | Fakultas Syariah > Jurusan Ahwal Al-Syakhsiyah - Hukum Keluarga Islam Program Pascasarjana > Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam |
| Depositing User: | MUHAMMAD ICHLASUL AMAL |
| Date Deposited: | 11 Sep 2026 06:32 |
| Last Modified: | 11 Sep 2026 06:32 |
| URI: | https://etheses.iainkediri.ac.id:80/id/eprint/24760 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
