Dialog Keagamaan dalam Wayang Mbah Gandrung menurut Perspektif Hindu, Islam dan Ilmu Kejawen Desa Pagung, Kecamatan Semen, Kabupaten Kediri

Naaimah, Rokhmatun Naaimah (2026) Dialog Keagamaan dalam Wayang Mbah Gandrung menurut Perspektif Hindu, Islam dan Ilmu Kejawen Desa Pagung, Kecamatan Semen, Kabupaten Kediri. Undergraduate (S1) thesis, UIN Syekh Wasil Kediri.

[img] Text
20101035 pra bab.pdf

Download (561kB)
[img] Text
20101035 bab 1.pdf

Download (266kB)
[img] Text
20101035 bab 2.pdf

Download (284kB)
[img] Text
20101035 bab 3.pdf

Download (234kB)
[img] Text
20101035 bab 4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (455kB)
[img] Text
20101035 bab 5.pdf
Restricted to Registered users only

Download (287kB)
[img] Text
20101035 bab 6.pdf

Download (160kB)
[img] Text
20101035 daftar pustaka.pdf

Download (182kB)
[img] Text
20101035 pernyataan upload.pdf

Download (277kB)

Abstract

ABSTRAK Rokhmatun Naaimah. Dialog Keagamaan dalam Wayang Mbah Gandrung Menurut Perspektif Islam, Hindu, dan Aliran Kejawen di Desa Pagung, Semen, Kediri. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh keberadaan Wayang Mbah Gandrung sebagai salah satu kesenian tradisional masyarakat Desa Pagung, Kecamatan Semen, Kabupaten Kediri yang tidak hanya berfungsi sebagai pertunjukan seni, tetapi juga memiliki dimensi sosial, spiritual, dan keagamaan. Dalam masyarakat Desa Pagung yang memiliki keberagaman latar belakang kepercayaan, yaitu Islam, Hindu, dan Aliran Kejawen, Wayang Mbah Gandrung menjadi salah satu ruang perjumpaan berbagai pandangan keagamaan. Di dalam pertunjukannya terdapat dialog, simbol, dan cerita yang mencerminkan nilai-nilai keagamaan serta hubungan manusia dengan Tuhan dan sesama. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan sejarah Wayang Mbah Gandrung di Desa Pagung, menjelaskan bentuk dan isi dialog keagamaan yang terdapat dalam pertunjukan Wayang Mbah Gandrung, serta menganalisis nilai-nilai keagamaan yang terkandung di dalamnya menurut perspektif Islam, Hindu, dan Aliran Kejawen. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Data penelitian diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif untuk memperoleh pemahaman mengenai dialog keagamaan dan nilai-nilai yang berkembang dalam masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Wayang Mbah Gandrung memiliki kedudukan penting dalam kehidupan sosial dan spiritual masyarakat Desa Pagung. Dialog keagamaan yang muncul dalam pertunjukan memperlihatkan adanya perjumpaan nilai-nilai Islam, Hindu, dan Aliran Kejawen. Masing-masing memiliki cara pandang yang berbeda dalam memaknai simbol, cerita, dan praktik dalam Wayang Mbah Gandrung, namun terdapat nilai-nilai yang dapat menjadi titik temu, seperti hubungan manusia dengan Tuhan, penghormatan terhadap kehidupan, kebaikan, keseimbangan, serta hubungan harmonis antarmanusia. Dengan demikian, Wayang Mbah Gandrung tidak hanya menjadi warisan budaya, tetapi juga dapat menjadi media dialog keagamaan dan sarana membangun kerukunan serta toleransi dalam masyarakat yang beragam. Kata Kunci: Dialog Keagamaan, Wayang Mbah Gandrung, Islam, Hindu, Aliran Kejawen.

Item Type: Thesis (Skripsi, Tesis, Disertasi) (Undergraduate (S1))
Subjects: 16 STUDIES IN HUMAN SOCIETY (Studi Kemasyarakatan, incl : sosiologi) > 1608 Sociology > 160810 Urban Sociology and Community Studies
Divisions: Fakultas Ushuluddin > Jurusan Studi Agama-agama
Depositing User: ROKHMATUN NAAIMAH
Date Deposited: 24 Aug 2026 01:51
Last Modified: 24 Aug 2026 01:51
URI: https://etheses.iainkediri.ac.id:80/id/eprint/24593

Actions (login required)

View Item View Item