Makarim, Mochamad Haizul (2022) Pendidikan Karakter Religius dalam Buku Tuhan Maha Asyik Karya Sujiwo Tedjo dan M.Nursamad Kamba. Undergraduate (S1) thesis, UIN Syekh Washil Kediri.
|
Text
22201219_Prabab.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
22201219_bab1.pdf Download (487kB) |
|
|
Text
22201219_bab2.pdf Download (224kB) |
|
|
Text
22201219_bab3.pdf Restricted to Registered users only Download (567kB) |
|
|
Text
22201219_bab4.pdf Restricted to Registered users only Download (314kB) |
|
|
Text
22201219_bab5.pdf Download (167kB) |
|
|
Text
22201219_daftarpustaka.pdf Download (294kB) |
Abstract
Mochamad Haizul Makarim, Dosen pembimbing Dr. Ahmad Taufiq, S.Ag M.Si dan M. Royyan Nafis Fathul wahab, M.Ag. Pendidikan Karakter Religius pada buku Tuhan maha Asyik. Skripsi. Prodi Pendidikan agama Islam. Fakultas Tarbiyah dan ilmu Keguruan, Universitas Islam Negeri (UIN) Syekh Wasil Kediri, 2026. Kata Kunci: Pendidikan Karakter Religius, Tuhan Maha Asyik, Sujiwo Tejo, Reformasi Moral Masyarakat, Hermeneutika Paul Ricoeur. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kondisi masyarakat Indonesia yang sedang menghadapi krisis jati diri akibat melemahnya penghayatan terhadap nilai-nilai luhur dan etika kolektif di tengah arus globalisasi. Meskipun buku Tuhan Maha Asyik karya Sujiwo Tejo dan M. Nursamad Kamba telah menjadi objek berbagai kajian terdahulu dari sudut pandang nilai religius, makna teologi, maupun pesan dakwah, aspek pendidikan karakter religius di dalamnya belum mendapatkan perhatian yang memadai. Bertolak dari kondisi tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengungkap gambaran umum buku tersebut, menggali pendidikan karakter religius yang terkandung di dalamnya, sekaligus menelaah urgensinya bagi kehidupan bermasyarakat. Pendekatan yang digunakan adalah penelitian kualitatif berbasis kajian pustaka (library research), dengan buku Tuhan Maha Asyik sebagai sumber data primer dan berbagai literatur pendukung sebagai sumber sekunder. Pengolahan data dilakukan melalui analisis isi (content analysis) secara deskriptif dengan memanfaatkan kerangka hermeneutika Paul Ricoeur, yang berlangsung melalui tahap pemahaman (understanding), penjelasan (explanation), dan pengejawantahan (appropriation). Hasil penelitian menunjukkan bahwa buku ini memuat tujuh tipologi karakter religius, yaitu syukur, ikhlas, sabar, tawakal, ikhtiar, toleransi, dan ta'awun, yang disampaikan secara implisit melalui narasi dongeng bernuansa tasawuf. Nilai-nilai tersebut diimplementasikan kedalam empat dimensi kebutuhan masyarakat kontemporer, yakni reformasi moral, perluasan penerimaan sosial, penguatan integritas individu, dan daya saing di era global. Temuan ini menegaskan bahwa karya sastra populer dapat berfungsi sebagai sarana dakwah alternatif yang efektif dan mudah diterima masyarakat luas. Dengan demikian, buku Tuhan Maha Asyik berpotensi dimanfaatkan sebagai rujukan alternatif berbasis sastra dalam upaya pendidikan karakter religius, baik di lingkungan akademik, dunia pendidikan agama, maupun masyarakat luas, guna merespons persoalan kemerosotan moral, intoleransi, dan krisis identitas pada era kontemporer.
Actions (login required)
![]() |
View Item |
