Erlianti, Dina and Lestari, Nurul Dwi and Mardiana, Dwi Ira Ningrum Ana (2026) Erlianti, Dina. Gaya Bahasa Sindiran Pada Takarir Instagram @tereliyewriter Perspektif Fairclough Serta Relevansinya Dengan Materi Teks Aneksot Kelas X SMA. Undergraduate (S1) thesis, UIN Syekh Wasil Kediri.
|
Text
22207028_prabab.pdf Download (608kB) |
|
|
Text
22207028_bab1.pdf Download (166kB) |
|
|
Text
22207028_bab2.pdf Download (4MB) |
|
|
Text
22207028_bab3.pdf Download (4MB) |
|
|
Text
22207028_bab4.pdf Restricted to Registered users only Download (94kB) |
|
|
Text
22207028_bab5.pdf Download (12kB) |
|
|
Text
22207028_daftarpustaka.pdf Download (137kB) |
|
|
Text
22207028_lampiran.pdf Restricted to Repository staff only Download (8MB) |
|
|
Text
22207028_pernyataan uploud.pdf Restricted to Repository staff only Download (323kB) |
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan bentuk bahasa sindiran dalam takarir Instagram @tereliyewriter, (2) menganalisis representasi wacana berdasarkan perspektif Analisis Wacana Kritis Norman Fairclough, dan (3) menjelaskan relevansinya dengan materi teks anekdot kelas X SMA. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh maraknya penggunaan media sosial sebagai sarana penyampaian kritik sosial melalui bahasa sindiran. Salah satu akun yang aktif menggunakan bahasa sindiran adalah Instagram @tereliyewriter. Takarir yang diunggah tidak hanya berfungsi sebagai media komunikasi, tetapi juga merepresentasikan kritik terhadap berbagai fenomena sosial, politik, dan kebijakan pemerintah. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kepustakaan (library research) dengan sumber data primer berupa takarir Instagram @tereliyewriter yang diunggah pada periode 1 Maret 2024 hingga 6 Mei 2026. Data dikumpulkan melalui teknik baca dan catat, kemudian dianalisis menggunakan teori gaya bahasa sindiran Gorys Keraf serta model Analisis Wacana Kritis Norman Fairclough yang mencakup dimensi teks, praktik diskursif, dan praktik sosiokultural. Hasil penelitian menunjukkan adanya 31 data bahasa sindiran yang terdiri atas 5 majas ironi, 14 majas sinisme, 6 majas sarkasme, 4 majas satire, dan 2 majas inuendo. Analisis representasi wacana menunjukkan bahwa takarir didominasi oleh konotasi negatif yang digunakan untuk mengkritik fenomena sosial dan kebijakan pemerintah. Pada dimensi praktik diskursif, Instagram berperan sebagai media produksi, distribusi, dan konsumsi wacana kritik sosial. Adapun pada dimensi praktik sosiokultural ditemukan pengaruh aspek situasional, institusional, dan sosial dalam pembentukan wacana. Selain itu, hasil penelitian menunjukkan bahwa bahasa sindiran dalam takarir Instagram @tereliyewriter relevan dengan materi teks anekdot kelas X SMA karena sama-sama berfungsi sebagai sarana penyampaian kritik sosial, sehingga dapat dimanfaatkan sebagai alternatif bahan ajar yang kontekstual.
| Item Type: | Thesis (Skripsi, Tesis, Disertasi) (Undergraduate (S1)) |
|---|---|
| Subjects: | 13 EDUCATION (Pendidikan) > 1399 Other Education > 139999 Education not elsewhere classified |
| Divisions: | Fakultas Tarbiyah > Jurusan Tadris Bahasa Indonesia |
| Depositing User: | DINA ERLIANTI |
| Date Deposited: | 13 Jul 2026 08:11 |
| Last Modified: | 13 Jul 2026 08:11 |
| URI: | https://etheses.iainkediri.ac.id:80/id/eprint/23747 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
