Safitri, Yuliana (2026) Hegemoni maskulinitas dalam novel Anjing Mengeong, Kucing Menggonggong karya Eka Kurniawan dan relevansinya terhadap pembelajaran sastra di SMA. Undergraduate (S1) thesis, UIN Syekh Wasil Kediri.
|
Text
22207021_prabab.pdf Download (594kB) |
|
|
Text
22207021_bab1.pdf Download (379kB) |
|
|
Text
2220721_bab2.pdf Restricted to Registered users only Download (347kB) |
|
|
Text
22207021_bab3.pdf Restricted to Registered users only Download (231kB) |
|
|
Text
22207021_bab4.pdf Download (186kB) |
|
|
Text
22207021_daftarpustaka.pdf Download (166kB) |
|
|
Text
22207021_lampiran.pdf Download (354kB) |
|
|
Text
Pernyataan_Upload (8).pdf Restricted to Repository staff only Download (272kB) |
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan hegemoni maskulinitas dalam novel Anjing Mengeong, Kucing Menggonggong karya Eka Kurniawan serta mendeskripsikan relevansinya terhadap pembelajaran sastra di SMA. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Sumber data utama penelitian adalah novel Anjing Mengeong, Kucing Menggonggong karya Eka Kurniawan. Data penelitian berupa kutipan kata, frasa, kalimat, dan paragraf yang berkaitan dengan hegemoni maskulinitas dan fragile masculinity. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui teknik baca dan catat, sedangkan teknik analisis data dilakukan dengan mengidentifikasi, mengklasifikasikan, mendeskripsikan, menginterpretasikan, dan menarik kesimpulan dari data yang telah diperoleh. Berdasarkan hasil analisis, ditemukan bentuk-bentuk hegemoni maskulinitas yang meliputi (1) penanaman nilai keagamaan dalam keluarga, (2) ritual keagamaan sebagai pembentukan identitas laki-laki, serta (3) internalisasi nilai religius dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, ditemukan pula bentuk-bentuk fragile masculinity yang meliputi (1) penolakan terhadap identitas anak saleh, (2) perlawanan terhadap otoritas ayah, (3) perilaku devian sebagai bentuk pemberontakan, dan (4) trauma serta bayang-bayang ayah. Temuan tersebut menunjukkan bahwa maskulinitas dalam novel dibangun melalui relasi kuasa yang menempatkan laki-laki dan orang dewasa sebagai pihak dominan, sekaligus memunculkan berbagai bentuk resistensi dari pihak yang didominasi. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa novel Anjing Mengeong, Kucing Menggonggong relevan digunakan dalam pembelajaran sastra kelas XII SMA, khususnya pada materi situasi sosial-kemasyarakatan dalam novel. Novel ini memuat berbagai persoalan sosial yang berkaitan dengan hubungan orang tua dan anak, pembentukan identitas, konflik antargenerasi, relasi kuasa, serta nilai sosial dan keagamaan sehingga dapat dijadikan alternatif bahan ajar dalam pembelajaran sastra di SMA.
| Item Type: | Thesis (Skripsi, Tesis, Disertasi) (Undergraduate (S1)) |
|---|---|
| Subjects: | 20 LANGUAGE, COMMUNICATION AND CULTURE (Ilmu Bahasa, Komunikasi dan Budaya) > 2005 Literary Studies > 200516 Indonesian Literature |
| Divisions: | Fakultas Tarbiyah > Jurusan Tadris Bahasa Indonesia |
| Depositing User: | YULIANA SAFITRI |
| Date Deposited: | 06 Jul 2026 03:59 |
| Last Modified: | 06 Jul 2026 03:59 |
| URI: | https://etheses.iainkediri.ac.id:80/id/eprint/23460 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
