Asrofi, M. Zunan (2026) Pengembangan Soal Higher Order Thinking Skills (HOTS) Matematika Berkonteks Budaya Nyadran Desa Sonoageng Kabupaten Nganjuk. Undergraduate (S1) thesis, UIN Syekh Wasil Kediri.
|
Text
22204008_PRABAB.pdf Download (517kB) |
|
|
Text
22204008_BAB 1.pdf Download (322kB) |
|
|
Text
22204008_BAB 2.pdf Download (487kB) |
|
|
Text
22204008_BAB 3.pdf Restricted to Registered users only Download (341kB) |
|
|
Text
22204008_BAB 4.pdf Restricted to Registered users only Download (468kB) |
|
|
Text
22204008_BAB 5.pdf Download (278kB) |
|
|
Text
22204008_LAMPIRAN.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
22204008_DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (218kB) |
|
|
Text
22204008_LAMPIRAN.pdf Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
|
|
Text
22204008_Pernyataan Upload Karya.pdf Download (252kB) |
Abstract
Berdasarkan hasil pra-penelitian, diketahui bahwa peserta didik masih memiliki keterbatasan dalam memahami soal HOTS matematika yang berkonteks budaya lokal, serta guru mata pelajaran matematika juga masih jarang memberikan soal evaluasi yang mengintegrasikan kemampuan berpikir tingkat tinggi dengan konteks budaya lokal. Kondisi ini menunjukkan adanya kesenjangan antara tuntutan pembelajaran abad ke-21 yang menekankan pengembangan kemampuan berpikir tingkat tinggi dengan praktik penilaian yang masih didominasi oleh soal-soal berlevel rendah. Pengembangan instrumen soal HOTS matematika yang terintegrasi dengan budaya lokal menjadi penting untuk dilakukan, guna menyediakan alat evaluasi yang tidak hanya mampu mengukur kemampuan analitis, evaluatif, dan kreatif peserta didik, tetapi juga menjadikan pembelajaran lebih kontekstual, bermakna, serta relevan dengan kehidupan dan budaya peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pengembangan soal HOTS matematika berkonteks budaya Nyadran serta mendeskripsikan validitas isi dan reliabilitasnya.Jenis penelitian ini adalah research and development (RnD), pengembangan soal HOTS matematika berkonteks budaya Nyadran desa Sonoageng kabupaten Nganjuk menggunakan prosedur pengembangan Djemari Mardapi (2012) yaitu penyusunan spesifikasi tes, penulisan butir soal, penelaahan butir soal, pelaksanaan uji coba, analisis butir soal, dan revisi butir soal. Instrumen soal yang dikembangkan telah melalui proses validasi oleh 2 dosen tadris matematika untuk memastikan kelayakan isi, konstruksi, dan bahasa. Uji coba produk dilakukan kepada 25 siswa kelas XI-1 MAN 3 Nganjuk. Teknik pengumpulan data menggunakan angket validasi dan tes berupa soal HOTS matematika berkonteks budaya Nyadran. Analisis data dilakukan melalui uji validitas menggunakan indeks Aiken, serta uji reliabilitas menggunakan model Rasch dan teori tes klasik.Hasil penelitian menunjukkan bahwa, kelayakan soal HOTS matematika berkonteks budaya Nyadran menunjukkan bahwa 20 butir soal rata-rata indeks aikennya terkategori sangat valid dan valid. Hasil analisis reliabilitas dengan rasch model berdasarkan pada nilai Alpha Cronbach, Person Reliability, dan Item Reliability butir soal tersebut konsistensi jawaban siswanya rendah tetapi kualitas butir soal cukup. Analisis tingkat kesesuaian butir soal didapatkan bahwa semua butir soal tetap dipertahankan. Tingkat kesukaran butir soal diperoleh bahwa sebanyak 2 butir soal terkategori sangat sulit, 3 butir soal terkategori sulit, 8 butir soal terkategori sedang dan 7 butir soal terkategori mudah. Analisis tingkat abilitas individu menunjukkan bahwa 12 siswa memiliki kemampuan tinggi, 12 siswa memiliki kemampuan sedang dan 1 siswa memiliki kemampuan rendah. Sedangkan Hasil analisis reliabilitas dengan teori tes klasik berdasarkan pada nilai Alpha Cronbach menunjukkan bahwa tingkat reliabilitas instrumen berada pada kategori rendah, konsistensi antarbutir soal dalam mengukur kemampuan peserta didik masih belum optimal. Tingkat kesukaran butir soal diperoleh bahwa 1 butir soal terkategori sulit, 2 butir butir soal terkategosi sedang dan 17 soal terkategori rendah.Soal HOTS matematika berkonteks budaya Nyadran yang dikembangkan dapat digunakan sebagai alternatif alat evaluasi yang lebih kontekstual dalam pembelajaran matematika, serta menjadi referensi bagi guru dalam menyusun soal berbasis HOTS dan budaya lokal. Hasil penelitian ini juga memberikan dasar bagi pengembangan instrumen selanjutnya agar memiliki kualitas reliabilitas yang lebih tinggi sehingga mampu mengukur kemampuan berpikir tingkat tinggi peserta didik secara lebih optimal.
| Item Type: | Thesis (Skripsi, Tesis, Disertasi) (Undergraduate (S1)) |
|---|---|
| Subjects: | 13 EDUCATION (Pendidikan) > 1301 Education Systems > 130106 Secondary Education (Pendidikan menengah) 13 EDUCATION (Pendidikan) > 1303 Specialist Studies In Education > 130303 Education Assessment and Evaluation (Penilaian dan Evaluasi Pendidikan) |
| Divisions: | Fakultas Tarbiyah > Jurusan Tadris Matematika |
| Depositing User: | M. ZUNAN ASROFI |
| Date Deposited: | 02 Jul 2026 04:15 |
| Last Modified: | 02 Jul 2026 04:15 |
| URI: | https://etheses.iainkediri.ac.id:80/id/eprint/23219 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
