Tradisi Suroan dalam Konsep Masyarakat Desa Kandangan

Arista, Felien (2025) Tradisi Suroan dalam Konsep Masyarakat Desa Kandangan. Undergraduate (S1) thesis, IAIN Kediri.

[img] Text
20105099_prabab.pdf

Download (442kB)
[img] Text
20105099_bab1.pdf

Download (161kB)
[img] Text
20105099_bab2.pdf

Download (37kB)
[img] Text
20105099_bab3.pdf

Download (160kB)
[img] Text
20105099_bab4.pdf

Download (467kB)
[img] Text
20105099_bab5.pdf

Download (191kB)
[img] Text
20105099_bab6.pdf

Download (115kB)
[img] Text
20105099_daftar pustaka.pdf

Download (22kB)
[img] Text
20105099_lampiran.pdf

Download (1MB)
[img] Text
20105099_Pernyataan_Upload.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (336kB)

Abstract

Penelitian ini membahas tradisi suroan mbeleh golekan yang dilaksanakan setiap bulan Suro oleh masyarakat Desa Kandangan, Kecamatan Kandangan, Kabupaten Kediri. Tradisi ini merupakan ritual adat yang diwariskan secara turun-temurun dan hingga kini masih dijalankan secara konsisten dengan keterlibatan kolektif warga. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk mengungkap makna yang terkandung dalam tradisi tersebut, serta untuk mengetahui nilai sosial dan nilai keagamaan yang terkandung pada tradisi ini. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif menggunakan pendekatan fenomenologi, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Dengan informan sebanyak 7 (tujuh) orang yang meliputi tokoh masyarakat, tokoh agama, perangkat desa dan masyarakat umum. Yang akan dikaji dengan teori tindakan sosial oleh Max Weber, khususnya pada tindakan tradisional, untuk memahami alasan masyarakat tetap mempertahankan tradisi ini dalam kehidupan mereka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat memahami tradisi ini bermakna sebagai bentuk penghormatan terhadap leluhur, sarana tolak bala, serta media pendidikan dan pelestarian budaya. Golekan (boneka) yang disembelih dipercaya sebagai bentuk pengorbanan untuk menghindari marabahaya. Setiap bahan yang digunakan dalam pembuatan boneka, seperti beras ketan yang mempunyai makna kerekatan, kedelai hitam yang merupakan kekuatan dan ketahanan, serta gula merah sebagai kehidupan. Setiap prosesi, mulai dari pembuatan hingga penguburan boneka mencerminkan siklus kehidupan dan harapan akan keberkahan serta perlindungan di masa mendatang. Dalam tradisi ini juga memperkuat kebersamaan warga melalui nilai-nilai gotong royong, kekeluargaan, kepedulian sosial, dan toleransi. Sedangkan dari sisi keagamaan, tradisi ini mencerminkan rasa syukur, permohonan perlindungan, sedekah, dan usaha membersihkan diri secara batin. Oleh karena itu, tradisi sembelih boneka penting untuk terus dilestarikan sebagai bagian dari warisan budaya dan jati diri masyarakat lokal Desa Kandangan.

Item Type: Thesis (Skripsi, Tesis, Disertasi) (Undergraduate (S1))
Subjects: 16 STUDIES IN HUMAN SOCIETY (Studi Kemasyarakatan, incl : sosiologi) > 1608 Sociology > 160803 Race and Ethnic Relations
Divisions: Fakultas Ushuluddin > Jurusan Sosiologi Agama
Depositing User: FELIEN ARISTA
Date Deposited: 04 Mar 2026 06:26
Last Modified: 04 Mar 2026 06:26
URI: https://etheses.iainkediri.ac.id:80/id/eprint/20980

Actions (login required)

View Item View Item