Pendidikan Moral Menurut Pandangan Al Ghazali dan Immanuel Kant Dan Relevansinya Dalam Masyarakat Kini

Ngulwiyah, Sungadah (2015) Pendidikan Moral Menurut Pandangan Al Ghazali dan Immanuel Kant Dan Relevansinya Dalam Masyarakat Kini. Undergraduate (S1) thesis, IAIN Kediri.

[img] Text
932119711_PRA BAB.pdf

Download (1MB)
[img] Text
932119711_BAB I.pdf

Download (267kB)
[img] Text
932119711_BAB II.pdf

Download (463kB)
[img] Text
932119711_BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (483kB)
[img] Text
932119711_BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (148kB)
[img] Text
932119711_BAB V.pdf

Download (240kB)

Abstract

Kajian tentang pendidikan moral bukan sekedar kajian tentang bagaimana mengajarkan norma moral tentang mana nilai-nilai keutamaan dan mana nilai�nilai keburukan, namun lebih dari itu merupakan kajian tentang bagaimana moralitas anak didik dikembangkan untuk mencapai moralitas yang baik dalam segala situasi kehidupan. Dalam skripsi ini akan membahas tentang pendidikan moral menurut Al Ghazali dan Kant, persamaan dan perbedaan pandangan keduanya serta relevansinya dengan masyarakat kini. Metode penelitian skripsi ini adalah kajian pustaka atau library research, yaitu kajian dengan mencari informasi dan data dari bahan tertulis yang relevan dengan permasalahan yang dibahas. Sehingga akan memberikan sumber-sumber primer yang langsung dari buku-buku penulis tokoh yang penulis kaji, yakni Al Ghazali dan Immanuel Kant. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa pendidikan moral menurut al Ghazali adalah lebih menekankan pada ilmu-ilmu agama dan Kant, melalui penerapan fungsi konstritutif akal budi, dengan mudah dapat merumuskan hubungan antara keutamaan dan kebahagiaan sebagai hubungan kausal yang di dalamnya peran subyek aktif dominan. Dengan demikian terdapat perbedaan yang mendasar antara Al-Ghazali dan Kant dimana Al-Ghazali membangun moralitasnya berlandaskan wahyu sehingga bercorak religius dan mengesampingkan rasio, sementara Kant, Sumber pendidikan moralnya adalah rasionalisme tanpa mengesampingkan agama. Relevansi pandangan moral Al Ghazali dan Kant dalam masyarakat kini yaitu Orientasi pendidikan moral al- Ghazali hanya berorientasi lebih pada penyelamatan individu di akhirat berdasarkan doktrin agama. Karena penilaiannya rendah terhadap rasio dalam wacana moral, metode al-Ghazali hanya sedikit membuka ruang bagi pengetahuan dalam wilayah wilayah lain dalam kehidupan manusia. sedangkan orientasi pendidikan moral Kant lebih menekankan peran aktif manusia secara dinamis dan otonom dalam meraih keutamaan moral sehingga membuka ruang, termasuk bagi moral keagamaan untuk membangun pengetahuan yang lebih utuh. Ia dapat digunakan untuk menganalisis tidak hanya persoalan substansial moral tapi juga implikasinya terhadap ilmu pengetahuan dan kehidupan sosial. Ini menjadi penting jika dikaitkan dengan kecenderungan masyarakat saat ini yang lebih mengagungkan individualisme dan mengabaikan tujuan dari tatanan sosial masyarakat yang telah ada.

Item Type: Thesis (Skripsi, Tesis, Disertasi) (Undergraduate (S1))
Subjects: 22 PHILOSOPHY AND RELIGIOUS STUDIES (Filosofi dan Studi Agama) > 2204 Religion and Religious Studies (Agama dan Studi Agama) > 220403 Islamic Studies (Studi Islam) > 22040302 Morals and Sufism (Akhlak dan Tasawuf) > 2204030201 Morals (Akhlak)
22 PHILOSOPHY AND RELIGIOUS STUDIES (Filosofi dan Studi Agama) > 2204 Religion and Religious Studies (Agama dan Studi Agama) > 220405 Religion and Society
Divisions: Fakultas Tarbiyah > Jurusan Pendidikan Agama Islam
Depositing User: Adel Adel
Date Deposited: 08 Aug 2022 08:26
Last Modified: 08 Aug 2022 08:26
URI: https://etheses.iainkediri.ac.id:80/id/eprint/5499

Actions (login required)

View Item View Item