DINAMIKA MASYARAKAT ISLAM MADURA: KONTESTASI OTORITAS DAN TRANSFORMASI IDENTITAS

Asy'ari, Asy'ari (2026) DINAMIKA MASYARAKAT ISLAM MADURA: KONTESTASI OTORITAS DAN TRANSFORMASI IDENTITAS. Doctoral (S3) thesis, UIN Syekh Wasil Kediri.

[img] Text
22531006_prabab.pdf

Download (1MB)
[img] Text
22531006_bab1.pdf

Download (341kB)
[img] Text
22531006_bab2.pdf

Download (431kB)
[img] Text
22531006_bab3.pdf

Download (225kB)
[img] Text
22531006_bab4.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (534kB) | Request a copy
[img] Text
22531006_bab5.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (606kB) | Request a copy
[img] Text
22531006_bab6.pdf

Download (137kB)
[img] Text
22531006_daftar_pustaka.pdf

Download (219kB)
[img] Text
Pernyataan_Upload.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (215kB) | Request a copy

Abstract

Penelitian ini mengkaji pergeseran otoritas keagamaan dan transformasi identitas dalam masyarakat Islam Pamekasan di tengah menguatnya dakwah Salafi dan melemahnya otoritas tradisional berbasis pesantren. Selama puluhan tahun, kiai NU memegang posisi sentral sebagai rujukan moral, sosial, dan keagamaan. Namun dua dekade terakhir menunjukkan perubahan signifikan, penetrasi dakwah literalis, konsolidasi jaringan Salafi, penguasaan masjid tertentu, serta disrupsi media digital mengubah struktur legitimasi keagamaan di tingkat akar rumput. Penelitian menggunakan metode kualitatif. Adapun teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam dengan kiai, dai Salafi, pemuda hijrah, takmir masjid, dan warga, serta kajian dokumen dan konten digital. Analisis dilakukan menggunakan pendekatan tematik yang dihubungkan dengan teori kontestasi otoritas dan teori transformasi identitas. Temuan menunjukkan lima proses utama kontestasi otoritas: (1) pergeseran legitimasi kiai akibat kompetisi epistemik dan kritik Salafi terhadap tradisi, (2) konflik ritual dan penegasian praktik keagamaan lokal, (3) perebutan masjid sebagai arena utama modal simbolik, (4) ekspansi ruang digital sebagai sumber otoritas baru, dan (5) kompetisi produksi norma keagamaan di ranah komunitas. Kontestasi ini tidak berhenti pada level wacana, tetapi memengaruhi struktur sosial, relasi antarjamaah, dan kohesi keluarga. Dampak paling signifikan muncul pada perubahan identitas keagamaan generasi muda. Identitas yang semula berbasis tradisi genealogis dan otoritas kultural bergeser menuju identitas baru yang lebih tekstual, individual, dan didorong oleh konsumsi konten digital. Penelitian ini menegaskan bahwa kontestasi NU-Salafi di Pamekasan bukan sekadar pertentangan ritual, melainkan konfigurasi ulang struktur otoritas keagamaan yang berdampak langsung pada pembentukan identitas, praktik sosial, dan arah perubahan Islam Madura hari ini. Studi ini memperlihatkan bahwa dinamika Islam lokal adalah hasil interaksi kompleks antara tradisi, agensi individu, institusi, dan teknologi digital.

Item Type: Thesis (Skripsi, Tesis, Disertasi) (Doctoral (S3))
Subjects: 22 PHILOSOPHY AND RELIGIOUS STUDIES (Filosofi dan Studi Agama) > 2204 Religion and Religious Studies (Agama dan Studi Agama) > 220403 Islamic Studies (Studi Islam)
22 PHILOSOPHY AND RELIGIOUS STUDIES (Filosofi dan Studi Agama) > 2204 Religion and Religious Studies (Agama dan Studi Agama) > 220405 Religion and Society
Divisions: Program Pascasarjana > Program Studi Doktor Studi Islam
Depositing User: ASY'ARI ASY'ARI
Date Deposited: 07 Sep 2026 06:33
Last Modified: 07 Sep 2026 06:33
URI: https://etheses.iainkediri.ac.id:80/id/eprint/24694

Actions (login required)

View Item View Item