BADI’AH, NURUL (2026) Pola Komunikasi Antarbudaya di Kalangan Pengurus PMII Komisariat Sunan Ampel Kediri Periode 2025/2026. Undergraduate (S1) thesis, UIN Syekh Wasil Kediri.
|
Text
22103146_prabab.pdf Download (682kB) |
|
|
Text
22103146_bab1.pdf Download (215kB) |
|
|
Text
22103146_bab2.pdf Download (344kB) |
|
|
Text
22103146_bab3.pdf Download (258kB) |
|
|
Text
22103146_bab4.pdf Restricted to Registered users only Download (619kB) |
|
|
Text
22103146_bab5.pdf Restricted to Registered users only Download (162kB) |
|
|
Text
22103146_bab6.pdf Download (121kB) |
|
|
Text
22103146_daftarpustaka.pdf Download (2MB) |
|
|
Text
22103146_lembarpernyataanpersetujuanpublikasi.pdf Download (103kB) |
Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh keberagaman latar belakang budaya pengurus Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Sunan Ampel Kediri periode 2025/2026 yang berpotensi menimbulkan dinamika dalam proses komunikasi dalam organisasi. Perbedaan bahasa, kebiasaan, dan cara pandang antaranggota menjadikan komunikasi antarbudaya sebagai aspek penting dalam menjaga keharmonisan organisasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola komunikasi antarbudaya serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat komunikasi yang terjadi di dalam organisasi tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap pengurus PMII yang berasal dari latar belakang budaya yang berbeda. Analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola komunikasi antarbudaya di kalangan pengurus PMII Komisariat Sunan Ampel Kediri terdiri dari tiga pola yang digunakan secara situasional: pola komunikasi satu arah ditemukan dalam forum formal seperti rapat dan MAPABA; pola dua arah berlangsung dalam diskusi dan pertukaran pendapat antaranggota; serta pola multiarah yang menjadi pola paling dominan dan mencerminkan budaya organisasi yang terbuka, partisipatif, dan demokratis. Analisis berdasarkan teori komunikasi organisasi Pace dan Faules serta model komunikasi antarbudaya Gudykunst dan Kim menunjukkan bahwa keberagaman budaya memengaruhi dinamika aliran komunikasi secara positif. Faktor pendukung komunikasi meliputi penggunaan bahasa Indonesia sebagai bahasa pengantar, sikap saling menghargai dan menghormati, toleransi terhadap perbedaan budaya, keterbukaan dalam komunikasi, serta kemampuan adaptasi budaya. Sementara itu, faktor penghambat meliputi perbedaan bahasa daerah (khususnya bahasa Jawa), perbedaan gaya komunikasi verbal dan nonverbal, penggunaan media komunikasi seperti WhatsApp, stereotip budaya, serta perbedaan cara pandang dan nilai budaya yang dapat memicu kesalahpahaman. Dengan demikian, komunikasi antarbudaya dalam PMII Komisariat Sunan Ampel Kediri berlangsung secara dinamis dan adaptif, di mana keberagaman budaya menjadi kekuatan sekaligus tantangan yang dapat dikelola melalui peningkatan kesadaran budaya, sikap toleransi, dan kemampuan adaptasi seluruh anggota.
| Item Type: | Thesis (Skripsi, Tesis, Disertasi) (Undergraduate (S1)) |
|---|---|
| Subjects: | 16 STUDIES IN HUMAN SOCIETY (Studi Kemasyarakatan, incl : sosiologi) > 1601 Anthropology > 160104 Social and Cultural Anthropology 20 LANGUAGE, COMMUNICATION AND CULTURE (Ilmu Bahasa, Komunikasi dan Budaya) > 2002 Cultural Studies > 200299 Cultural Studies not elsewhere classified 20 LANGUAGE, COMMUNICATION AND CULTURE (Ilmu Bahasa, Komunikasi dan Budaya) > 2099 Other Language, Communication and Culture > 209999 Language, Communication and Culture not elsewhere classified |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin > Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam |
| Depositing User: | NURUL BADI`AH |
| Date Deposited: | 04 Sep 2026 07:20 |
| Last Modified: | 04 Sep 2026 07:20 |
| URI: | https://etheses.iainkediri.ac.id:80/id/eprint/24650 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
