Diansya, Icha Yulista (2025) NILAI TRADISI BARITAN BAGI MASYARAKAT DESA KARANGREJO KECAMATAN KANDAT KABUPATEN KEDIRI DALAM ANALISIS TEORI STRUKTURALISME LEVI STRAUSS. Undergraduate (S1) thesis, INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI KEDIRI.
|
Text
933703319_prabab.pdf Download (807kB) |
|
|
Text
933703319_bab1.pdf Download (559kB) |
|
|
Text
933703319_bab2.pdf Download (382kB) |
|
|
Text
933703319_bab3.pdf Download (515kB) |
|
|
Text
933703319_bab4.pdf Restricted to Registered users only Download (823kB) |
|
|
Text
933703319_bab5.pdf Restricted to Registered users only Download (433kB) |
|
|
Text
933703319_bab6.pdf Download (282kB) |
|
|
Text
933703319_daftarpustaka.pdf Download (496kB) |
|
|
Text
933703319_lampiran.pdf Restricted to Repository staff only Download (978kB) |
|
|
Text
933703319_lembarpernyataanpersetujuanpublikasi.pdf Restricted to Repository staff only Download (188kB) |
Abstract
ICHA YULISTA DIANSYA, 2025. Nilai Tradisi Baritan Bagi Masyarakat Karangrejo Kecamatan Kandat Kabupaten Kediri dalam Analisis Teori Levistrauss, Skripsi, Program Studi Sosiologi Agama, Fakultas Ushuluddin dan Dakwah IAIN Kediri. Pembimbing (II) M. Syahrul Ulum, M. Sos dan pembimbing (II) Dr.M. Qomarul Huda, M.Fi.I. Kata Kunci: Nilai Tradisi, Baritan, Masyarakat Desa. Tradisi baritan bagi masyarakat Desa Karangrejo sendiri, di samping sebagai tali pererat silaturrahmi juga sebagai tolak bala atau menolak wabah penyakit yang melanda Desa Karangrejo, namun hal itu bagian dari aktivitas tradisi baritan. Baritan lebih bermakna komplek dalam masyarakat, karena baritan di sisi lain berdampak pada pertumbuhan ekonomi dan sosial masyarakat Desa Karangrejo Kandat. Menurut sesepuh Desa Karangrejo, baritan dimaknai sebagai penangkal atau upaya untuk menolak sesuatu yang bersifat nagatif. Namun baritan kemudian mengalami berkembang menjadi sesuatu yang lebih bernuansa sosial, seperti bertemunya masyarakat setempat, saling tukar-menukar makanan. Ini kemudian berimplikasi baritan bermakna ganda, tidak lagi hanya sebagai tolak bala melainkan pemersatu masyarakat. Dalam prakteknya masyarakat menggunakan baritan untuk memohon kepada Allah agar dilindungi dari marabahaya dan doa-doa pada leluhur atau nenek moyang mereka agar diselamatkan dari siksa kubur dan akhirat. Penelitian ini menggunakan deskriptif-kualitatif. Dalam pengumpulan data penelitian berasal dari observasi secara langsung di lapangan mengenai pelaksanaan nilai tradisi baritan di Desa Karangrejo menggunakan teori Strukturalisme Levis-Strauss, wawancara dengan pihak sesepuh desa (juru kunci) dan sebagian masyarakat setempat. Kemudian dokumentasi peneliti lakukan selama proses observasi dan wawancara dalam Pelaksanaan Nilai Tradisi Baritan berlangsung, peneliti berusaha mendokumentasikan dengan gambar kegiatan selama proses berlangsungnya penelitian, data-data atau tulisan yang terkait dengan profil desa, serta transkip wawancara. Adapun tahap-tahap penelitian yang dilakukan yaitu tahap pra lapangan, tahap kegiatan lapangan, tahap analisis data dan tahap penyelsaian. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan maka dapat disimpulkan bahwa Tradisi Baritan di Desa Karangrejo merupakan wujud nyata rasa syukur masyarakat kepada Tuhan atas rezeki yang melimpah, terutama dari hasil panen yang menjadi sumber utama kehidupan mereka. Dalam prosesi Baritan, keyakinan masyarakat terhadap perlindungan Tuhan terlihat begitu nyata. Doa-doa yang dipanjatkan memiliki tujuan utama untuk memohon keselamatan dan keberkahan bagi seluruh desa, baik dari bencana alam, wabah penyakit, maupun permasalahan lainnya. Selain nilai spiritual, Baritan memiliki peran sosial yang sangat penting dalam kehidupan masyarakat Desa Karangrejo. Dalam konteks modern, masyarakat Desa Karangrejo mereka tetap menjaga inti dari tradisi ini. Pemerintah Desa Karangrejo diharapkan dapat lebih aktif dalam melestarikan dan mempromosikan tradisi Baritan sebagai warisan budaya yang bernilai tinggi. Masyarakat Desa Karangrejo diharapkan dapat lebih aktif dalam memberikan pemahaman tentang makna filosofis tradisi ini kepada generasi muda, agar tidak hanya menjadi formalitas, tetapi juga dipahami dan dihargai esensinya.
| Item Type: | Thesis (Skripsi, Tesis, Disertasi) (Undergraduate (S1)) |
|---|---|
| Subjects: | 16 STUDIES IN HUMAN SOCIETY (Studi Kemasyarakatan, incl : sosiologi) > 1608 Sociology > 160808 Sociology and Social Studies of Science and Technology |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin > Jurusan Sosiologi Agama |
| Depositing User: | ICHA YULISTA DIANSYA |
| Date Deposited: | 19 Aug 2026 07:32 |
| Last Modified: | 19 Aug 2026 07:32 |
| URI: | https://etheses.iainkediri.ac.id:80/id/eprint/24565 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
