Nur, Syafiqah (2026) Konsep Ketajaman Penglihatan dalam QS. Qāf Ayat 22 Perspektif Sains dan Sufistik: Kajian Semantik. Masters (S2) thesis, UIN Syekh Wasil Kediri.
|
Text
24502009_prabab.pdf Download (958kB) |
|
|
Text
24502009_bab1.pdf Download (532kB) |
|
|
Text
24502009_bab2.pdf Download (616kB) |
|
|
Text
24502009_bab3.pdf Restricted to Registered users only Download (525kB) |
|
|
Text
24502009_bab4.pdf Restricted to Registered users only Download (420kB) |
|
|
Text
24502009_bab5.pdf Download (234kB) |
|
|
Text
24502009_daftar pustaka.pdf Download (187kB) |
|
|
Text
24502009_lampiran.pdf Restricted to Repository staff only Download (704kB) |
Abstract
Kajian tafsir sains di era digital sering mengaitkan zat besi (Fe) pada retina mata dengan Sūrah Qāf ayat 22 yang menggunakan kata ḥadīd dalam konteks baṣar eskatologis. Kajian yang menjembatani biologi sains dan tafsir eskatologis ini memerlukan pijakan metodologis yang kokoh agar tidak mereduksi makna historis dari ayat tersebut. Fokus penelitian ini adalah menguraikan makna baṣar dan ḥadīd melalui analisis leksikal-sintagmatik, serta menganalisis relasi konseptualnya menggunakan pendekatan Embodied Cognition. Tujuan utamanya adalah memetakan relasi terminologi tersebut sekaligus membuktikan bahwa temuan sains dapat menjadi source domain yang memvalidasi presisi metafora Al-Qur'an terkait kondisi baṣar di hari kiamat. Penelitian kualitatif berbasis studi kepustakaan ini menggunakan pendekatan semantik dan sains. Sumber primer berpusat pada konstelasi teks Sūrah Qāf ayat 22, didukung oleh sumber sekunder seperti kamus Lisān al-‘Arab, literatur tafsir, jurnal medis mengenai proses fototransduksi, dan fisika optik Ibnu al-Haitsam. Instrumen pengumpulan data menggunakan metode dokumentasi tematik. Analisis data dioperasikan dalam tiga tahapan, yakni analisis leksikal-sintagmatik guna sterilisasi makna, kolaborasi tafsir (mā'thūr, ra'y, mawḍū'ī, sufistik), dan pemetaan metafora konseptual (conceptual mapping) berbasis teori Semantik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara leksikal, 'ayn merupakan organ fisik, sementara baṣar adalah daya tangkap kognitif persepsinya. Analisis sintagmatik membuktikan hancurnya ghiṭā' kelalaian (ghaflah) di akhirat mentransformasi baṣar menjadi ḥadīd yang sangat fokus. Melalui pendekatan Embodied Cognition, sifat mekanis besi yang tajam, fungsi esensial zat besi dalam anatomi retina, dan transmisi cahaya optik tanpa hambatan dipetakan sebagai Source Domain. Realitas material empiris ini dipinjam untuk merasionalkan Target Domain, yakni ketajaman baṣar saat kasyf terjadi di hari pembalasan. Kesimpulannya, anatomi medis modern memvalidasi akurasi metafora Al-Qur’an bahwa puncak ketajaman baṣar merepresentasikan kesempurnaan ciptaan jasmani yang menyatu dengan kesadaran spiritual absolut.
Actions (login required)
![]() |
View Item |
