Fadillah, M Azriel (2025) PERSEPSI SANTRI PONDOK PESANTREN KWAGEAN TENTANG BUDAYA STRAIGHT EDGE DI KALANGAN REMAJA HARDCORE PUNK. Undergraduate (S1) thesis, UIN Syekh Wasil.
|
Text
21103120_PRABAB.pdf Download (890kB) |
|
|
Text
21103120_BAB1.pdf Download (291kB) |
|
|
Text
21103120_BAB2.pdf Download (327kB) |
|
|
Text
21103120_BAB3.pdf Download (161kB) |
|
|
Text
21103120_BAB4.pdf Restricted to Registered users only Download (872kB) | Request a copy |
|
|
Text
21103120_BAB5.pdf Restricted to Registered users only Download (138kB) | Request a copy |
|
|
Text
21103120_BAB6.pdf Download (134kB) |
|
|
Text
21103120_daftar_pustaka.pdf Download (327kB) |
|
|
Text
21103120_LAMPIRAN.pdf Download (1MB) |
|
|
Image
IMG_2157.PNG Restricted to Repository staff only Download (877kB) | Request a copy |
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap persepsi santri Pondok Pesantren Kwagean terhadap budaya straight edge yang berkembang di kalangan remaja pecinta musik hardcore punk. Budaya straight edge dikenal sebagai gaya hidup yang menolak alkohol, rokok, narkoba, dan seks bebas. Meskipun lahir dari budaya hardcore punk yang sering dipandang negatif, straight edge justru mengusung nilai-nilai hidup sehat dan disiplin yang menarik untuk dikaji dari perspektif santri, yang hidup dalam lingkungan religius dan berpegang pada nilai nilai Islam. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap enam informan santri yang memiliki pengetahuan dan pengalaman dengan kalangan remaja hardcore punk, serta mengenal budaya straight edge. Analisis data dilakukan menggunakan teori interaksi simbolik dari George Herbert Mead yang menekankan bahwa makna sosial terbentuk melalui interaksi dan simbol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi awal santri terhadap budaya hardcore punk cenderung negatif karena diasosiasikan dengan kekerasan dan perilaku bebas. Namun, setelah mengenal nilai-nilai straight edge, persepsi mereka mulai berubah. Santri melihat bahwa prinsip-prinsip dalam budaya tersebut, seperti hidup bersih dan menolak kemaksiatan, sejalan dengan ajaran agama Islam. Melalui interaksi sosial dan pengalaman langsung, para santri mampu membentuk pemahaman baru yang lebih inklusif terhadap budaya luar. Penelitian ini menyimpulkan bahwa persepsi dapat berubah seiring proses sosial yang dialami individu. Budaya straight edge tidak lagi dipandang sebagai penyimpangan, melainkan sebagai alternatif positif yang dapat diterima oleh kalangan religius selama nilai-nilainya tidak bertentangan dengan prinsip moral Islam.
| Item Type: | Thesis (Skripsi, Tesis, Disertasi) (Undergraduate (S1)) |
|---|---|
| Subjects: | 20 LANGUAGE, COMMUNICATION AND CULTURE (Ilmu Bahasa, Komunikasi dan Budaya) > 2001 Communication and Media Studies > 200101 Communication Studies |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin > Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam |
| Depositing User: | M AZRIEL FADILLAH |
| Date Deposited: | 24 Aug 2026 04:11 |
| Last Modified: | 24 Aug 2026 04:11 |
| URI: | https://etheses.iainkediri.ac.id:80/id/eprint/24365 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
