Arianzah, Bagus (2026) IMPLIKASI HUKUM ANAK DARI PASANGAN PINDAH AGAMA SETELAH PERKAWINAN (STUDI KASUS DI DESA NGABLAK KECAMATAN BANYAKAN KABUPATEN KEDIRI). Undergraduate (S1) thesis, UIN SYEKH WASIL KEDIRI.
|
Text
PRA BAB1.pdf Download (817kB) |
|
|
Text
BAB 1.pdf Download (564kB) |
|
|
Text
BAB 2.pdf Download (656kB) |
|
|
Text
BAB 3.pdf Download (534kB) |
|
|
Text
BAB 4.pdf Restricted to Registered users only Download (866kB) |
|
|
Text
BAB 5.pdf Restricted to Registered users only Download (500kB) |
|
|
Text
DAFTAR RUJUKAN .pdf Download (506kB) |
|
|
Text
LAMPIRAN.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
Pernyataan upload.pdf Restricted to Repository staff only Download (760kB) |
Abstract
Mochammad Bagus Arianzah, Dosen pembimbing 1. Dr. Abdullah Taufiq, M.H., Dosen pembimbing 2, Moh. Badrus Solichin, MA., Implikasi Hukum Anak Dari Pasangan Pindah Agama Setelah Perkawinan (Studi Kasus Di Desa Ngablak Kecamatan Banyakan Kabupaten Kediri), Skripsi, Program Studi Hukum Keluarga Islam Fakultas Syari‟ah UIN Syekh Wasil Kediri, 2026 Kata Kunci: Pindah Agama Pasca Perkawinan; Status Hukum Anak; Sosiologi Hukum Islam; Perlindungan Anak. Fenomena perpindahan agama setelah perkawinan merupakan persoalan sosial yang dapat menimbulkan implikasi hukum terhadap status anak serta memengaruhi kehidupan keluarga. Perbedaan agama yang terjadi setelah perkawinan berpotensi menimbulkan persoalan mengenai hak-hak anak dan pembentukan identitas keagamaannya. Fenomena tersebut juga ditemukan di Desa Ngablak, Kecamatan Banyakan, Kabupaten Kediri. Berdasarkan kondisi tersebut, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implikasi hukum terhadap status anak yang lahir dari pasangan yang pindah agama setelah perkawinan serta mengidentifikasi dampak yang dialami anak akibat fenomena tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (field research) dan perspektif sosiologi hukum Islam. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perpindahan agama salah satu orang tua setelah perkawinan tidak mengubah status hukum anak. Anak tetap diakui sebagai anak sah dan memiliki hubungan keperdataan dengan kedua orang tuanya serta memperoleh hak atas identitas, pengasuhan, pendidikan, dan perlindungan hukum. Namun, perbedaan agama berpotensi menimbulkan persoalan hukum terkait perwalian dan kewarisan. Dampak yang dialami anak lebih banyak terlihat pada aspek sosial, psikologis, dan pembentukan identitas keagamaan, yang dipengaruhi oleh pola pengasuhan dan komunikasi dalam keluarga. Oleh karena itu, diperlukan penguatan edukasi hukum keluarga, komunikasi yang baik antaranggota keluarga, serta pendampingan dari pemerintah dan tokoh masyarakat untuk menjamin perlindungan hak-hak anak.
| Item Type: | Thesis (Skripsi, Tesis, Disertasi) (Undergraduate (S1)) |
|---|---|
| Subjects: | 18 LAW AND LEGAL STUDIES (Ilmu Hukum) > 1801 Law and Islamic Law > 180112 Equity and Trusts Law (Hukum Ekuitas dan Perwalian) |
| Depositing User: | MOCHAMMAD BAGUS ARIANZAH |
| Date Deposited: | 17 Jul 2026 08:03 |
| Last Modified: | 17 Jul 2026 08:03 |
| URI: | https://etheses.iainkediri.ac.id:80/id/eprint/24180 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
