Khasbulloh, Muhammad Nabil (2025) Konstruksi moderasi beragama berbasis kokurikuler di pondok pesantren Lirboyo Kediri. Doctoral (S3) thesis, UIN Syekh Wasil Kediri.
|
Text
21531016_prabab.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
21531016_bab1.pdf Download (293kB) |
|
|
Text
21531016_bab2.pdf Download (599kB) |
|
|
Text
21531016_bab3.pdf Download (317kB) |
|
|
Text
21531016_bab4.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) |
|
|
Text
21531016_bab5.pdf Restricted to Registered users only Download (947kB) |
|
|
Text
21531016_bab6.pdf Download (192kB) |
|
|
Text
21531016_daftar_pustaka.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
Surat Pernyataan (2).pdf Restricted to Repository staff only Download (282kB) |
Abstract
Pesantren salafiyah sebagai lembaga pendidikan tertua dan asli Indonesia yang keberadaannya sudah tidak diragukan lagi dalam kontribusinya bagi keberlangsungan bangsa ini, baik dalam pembangunan manusia, moral, dan budayanya. Wajah Islam ditransmisikan para kiyai di pesantren pada dasarnya adalah Islam inklusif serta menebarkan kedamaian di dunia atau disebut raḥmatan lil-‘ālamīn. Menjadi kontrapoduktif manakala ada opini yang mengklaim pesantren sebagai sarang teroris serta menyebarkan kebencian kepada non-muslim— utamanya pasca pengeboman di Amerika dan di sejumlah tempat di Indonesia baru-baru ini. Sehingga sangat layak jika dilakukan penelitian bagaimana pesantren mampu mentransmisikan moderatisme, mengingat sejauh ini kajian moderasi belum menyasar secara serius di dunia pesantren, hal ini ditandai dengan belum ada kurikulum secara baku tentang moderasi Islam dipesantren. Untuk itu urgensi penelitian ini terletak pada pembelajaran yang tidak hanya mentransfer pengetahuan, tetapi menanamkan nilai moderasi beragama melalui kegiatan kokurikuler santri, dengan tujuan penelitian sebagai berikut: 1). Bagaimana explorasi nilai moderasi beragama berbasis kokurikuler di pondok pesantren Lirboyo Kediri; 2). Bagaimana implementasi moderasi beragama berbasis kokurikuler di pondok pesantren Lirboyo Kediri; Bagaimana konstruksi model moderasi beragama berbasis kokurikuler di pondok pesantren Lirboyo Kediri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis fenomenologi, yang bertujuan mengungkap secara mendalam konstruksi moderasi beragama berbasis kokurikuler di pondok pesantren. Data dikumpulkan secara sirkuler melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis dengan model flow analysis yang mencakup reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diuji menggunakan teknik kredibilitas, transferabilitas, dependabilitas, dan konfirmabilitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1). Nilai-nilai moderasi beragama tumbuh di pondok pesantren Lirboyo Kediri melalui proses pembelajaran, pembiasaan, dan pengalaman langsung yang diintegrasikan ke dalam lima bentuk kegiatan kokurikuler utama, yaitu syawir, ittihadul muballighin, penulisan karya ilmiah, seminar, dan Pendidikan Dasar Pelatihan Kader Penggerak Nahdlatul Ulama (PD–PKPNU). Proses ini membentuk 21 nilai moderasi beragama yang dikelompokkan dalam empat konsep utama: Pertama nilai komitmen kebangsaan: Cinta tanah air, Nasionalisme, Kesadaran bernegara, Wawasan kebangsaan, Ketaatan pada konstitusi; Kedua nilai toleransi yang meliputi: Menghargai perbedaan pendapat, Dialog terbuka, Kepedulian (Empati sosial), Pengakuan terhadap keragaman, Kesetaraan, Kerjasama (gotong royong), Lapang dada, Kemandirian; Ketiga nilai anti kekerasan: Anti-ekstremisme, Penolakan kekerasan, Kebijaksana (dakwah dengan hikmah), Keseimbangan; Keempat nilai menghargai tradisi yang meliputi: Kepemimpinan (pelestarian tradisi pesantren), Komitmen terhadap Aswaja, Keterbukaan (Adaptasi nilai keislaman dengan budaya lokal), Keadilan. 2). Implementasi nilai-nilai moderasi beragama di Pondok Pesantren Lirboyo Kediri dilakukan melalui lima kegiatan kokurikuler utama: syāwir, ittihādul muballighīn, penulisan karya ilmiah, seminar kebangsaan, dan PD–PKPNU. Seluruh kegiatan ini dirancang secara sistemik dan terintegrasi dalam tiga tahapan: Perencanaan kegiatan dilakukan secara partisipatif dan berbasis kebutuhan santri. Pelaksanaannya menekankan pembelajaran aktif, pengalaman langsung, dan pembentukan karakter melalui praktik sosial. Evaluasi program dilakukan secara reflektif dan berkelanjutan, menggunakan model seperti CIPP dan siklus PDCA. Setiap kegiatan membawa kontribusi khas terhadap pembentukan karakter santri yang moderat. Syāwir mendorong sikap dialogis dan penghargaan terhadap perbedaan. ittihādul muballighīn memperkuat kepedulian sosial, komitmen kebangsaan, dan semangat dakwah yang inklusif. Penulisan karya ilmiah melatih nalar kritis, kolaborasi, dan etika akademik. Seminar kebangsaan memperluas wawasan kebangsaan dan kesadaran konstitusional. Sementara PD–PKPNU menginternalisasi nilai ke-NU-an, nasionalisme, dan Lirboyonisme melalui penguatan spiritualitas dan militansi santri. 3). Hasil konstruksi proses eksplorasi nilai-nilai moderasi beragama melalui kegiatan kokurikuler beserta implementasinya, menemukan satu model terpadu pengembangan pendidikan moderasi beragama dari perspektif filosofis yang disebut sebagai Model Internalisasi Personal–Spiritual Berbasis Integrasi Ekosistemik. Pada dimensi personal–spiritual, teori ini menegaskan bahwa internalisasi nilai moderasi beragama berlangsung melalui pembiasaan nilai, refleksi kritis, pengalaman bermakna, dan penguatan spiritual yang terintegrasi dalam kehidupan santri. Selanjutnya, pada dimensi integrasi ekosistemik, teori ini menjelaskan bahwa keberlanjutan moderasi beragama hanya dapat dicapai apabila nilai-nilai tersebut dilembagakan ke dalam seluruh sistem sosial dan budaya pesantren. Pelembagaan ini mencakup kurikulum tersembunyi, struktur kegiatan kokurikuler, interaksi sosial, bahasa, serta budaya organisasi pesantren. Model ini memandang bahwa pendidikan moderasi beragama hanya dapat tumbuh secara berkelanjutan apabila berlangsung melalui transformasi kepribadian santri sekaligus didukung oleh rekayasa sistem sosial dan budaya pesantren secara menyeluruh.
| Item Type: | Thesis (Skripsi, Tesis, Disertasi) (Doctoral (S3)) |
|---|---|
| Subjects: | 13 EDUCATION (Pendidikan) > 1302 Curriculum and Pedagogy > 130211 Religion Curriculum and Pedagogy (Kurikulum dan Pedagogi Agama) |
| Divisions: | Program Pascasarjana > Program Studi Doktor Studi Islam |
| Depositing User: | MUHAMMAD NABIL KHASBULLOH |
| Date Deposited: | 15 Jul 2026 07:21 |
| Last Modified: | 15 Jul 2026 07:21 |
| URI: | https://etheses.iainkediri.ac.id:80/id/eprint/24126 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
