EFEKTIVITAS METODE FLIPPED CLASSROOM PADA MODEL PEMBELAJARAN PBL TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DAN BERPIKIR KREATIF MATEMATIS SISWA SMP DITINJAU DARI KEMANDIRIAN BELAJAR

Hakim, Adhly Nur (2026) EFEKTIVITAS METODE FLIPPED CLASSROOM PADA MODEL PEMBELAJARAN PBL TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DAN BERPIKIR KREATIF MATEMATIS SISWA SMP DITINJAU DARI KEMANDIRIAN BELAJAR. Undergraduate (S1) thesis, UIN SYEKH WASIL KEDIRI.

[img] Text
22204005_prabab.pdf

Download (783kB)
[img] Text
22204005_bab1.pdf

Download (406kB)
[img] Text
22204005_bab2.pdf

Download (663kB)
[img] Text
22204005_bab3.pdf

Download (545kB)
[img] Text
22204005_bab4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)
[img] Text
22204005_bab5.pdf
Restricted to Registered users only

Download (472kB)
[img] Text
22204005_bab6.pdf

Download (319kB)
[img] Text
22204005_daftarpustaka.pdf

Download (324kB)
[img] Text
22204005_Pernyataan Upload.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (303kB)

Abstract

Rendahnya kemampuan berpikir kritis kreatif matematis siswa serta pembelajaran yang masih berpusat pada guru menjadi permasalahan dalam pembelajaran matematika. Padahal kemampuan beprikir kritis dan kreatif dipengaruhi oleh strategi pembelajaran yang digunakan oleh guru. Berbagai peneltian terdahulu telah mengkaji efektivitas model Problem Based Learning (PBL) untuk mengoptimalkan kemampuan berpikir kritis dan kreatif namun penerapan PBL memakan banyak waktu. Oleh karena itu sebagai alternatif solusi, diterapkan model (PBL) bermetode Flipped Classroom yang diharapkan dapat mengoptimalkan waktu pembelajaran dan meningkatkan keterlibatan siswa dalam proses belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kemampuan berpikir kritis dan kemampuan berpikir kreatif matematis siswa yang mengikuti pembelajaran matematika dengan model PBL bermetode Flipped Classroom dan model PBL, pengaruh kemandirian belajar terhadap kemampuan berpikir kritis dan kemampuan berpikir kreatif matematis siswa, serta interaksi antara model pembelajaran dan kemandirian belajar terhadap kedua kemampuan tersebut pada materi kesebangunan. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 2 Tarokan menggunakan metode eksperimen semu (quasi experiment) dengan desain faktorial 2×3. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII SMPN 2 Tarokan tahun ajaran 2025/2026 sebanyak tujuh kelas. Sampel penelitian terdiri atas 62 siswa dari dua kelas yang dipilih menggunakan teknik Cluster Random Sampling, dengan 31 siswa sebagai kelas eksperimen dan 31 siswa sebagai kelas kontrol. Instrumen penelitian yang digunakan meliputi tes kemampuan berpikir kritis, tes kemampuan berpikir kreatif matematis, angket kemandirian belajar, modul ajar, dan lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran. Instrumen telah divalidasi oleh ahli menggunakan indeks Aiken’s V dengan nilai berada pada rentang 0,67 sampai 1,00. Hasil validasi menunjukkan bahwa 27 butir pernyataan berkategori sangat valid dan 11 butir pernyataan berkategori valid sehingga seluruh instrumen layak digunakan dalam penelitian. Analisis data dilakukan dengan menerapkan statistik deskriptif dari data kemandirian belajar, data kemampuan berpikir kritis dan data kemampuan berpikir kreatif . Selain itu diterapkan statistik inferensial menggunakan Two-Way Analysis of Variance (Two-Way ANOVA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan kemampuan berpikir kritis yang signifikan antara siswa yang mengikuti pembelajaran PBL bermetode Flipped Classroom dan siswa yang mengikuti pembelajaran PBL dengan nilai F = 24,253dan Sig. = 0,000 < 0,05. Selain itu, terdapat perbedaan kemampuan berpikir kreatif matematis yang signifikan antara kedua kelompok dengan nilai F = 50,358 dan Sig. = 0,000 < 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa penerapan metode Flipped Classroom model PBL memberikan pengaruh yang berbeda terhadap kemampuan berpikir kreatif matematis siswa dibandingkan dengan model PBL. Selain itu, kemandirian belajar tidak berpengaruh signifikan terhadap kemampuan berpikir kritis siswa dengan nilai F = 1,470 dan Sig. = 0,239 > 0,05 maupun terhadap kemampuan berpikir kreatif matematis siswa dengan nilai F = 0,266 dan Sig. = 0,768 > 0,05. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa tidak terdapat interaksi yang signifikan antara model pembelajaran dan kemandirian belajar terhadap kemampuan berpikir kritis siswa dengan nilai F = 0,051 dan viii Sig. = 0,950 > 0,05 maupun terhadap kemampuan berpikir kreatif matematis siswa dengan nilai F = 0,655 dan Sig. = 0,523 > 0,05. Hal ini berarti kemandirian belajar dan interaksi antara model pembelajaran dengan kemandirian belajar tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap kemampuan berpikir kritis maupun kemampuan berpikir kreatif matematis siswa. Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa efektivitas metode Flipped Classroom dengan model Problem Based Learning (PBL) terhadap kemampuan berpikir kritis dan berpikir kreatif matematis siswa sehingga dapat dijadikan dasar bagi guru untuk mengintegrasikan kegiatan belajar mandiri sebelum pembelajaran di kelas. Dengan demikian, proses pembelajaran dapat lebih difokuskan pada kegiatan pemecahan masalah, diskusi, dan pengembangan keterampilan berpikir tingkat tinggi siswa.

Item Type: Thesis (Skripsi, Tesis, Disertasi) (Undergraduate (S1))
Subjects: 01 MATHEMATICAL SCIENCES (Ilmu Matematika) > 0102 Applied Mathematics (Matematika Terapan) > 010201 Approximation Theory and Asymptotic Methods (Teori Pendekatan dan Metode Asimtotik)
01 MATHEMATICAL SCIENCES (Ilmu Matematika) > 0102 Applied Mathematics (Matematika Terapan) > 010207 Theoretical and Applied Mechanics (Mekanika Teoritis dan Terapan)
Divisions: Fakultas Tarbiyah > Jurusan Tadris Matematika
Depositing User: ADHLY NUR HAKIM
Date Deposited: 10 Jul 2026 03:03
Last Modified: 10 Jul 2026 03:03
URI: https://etheses.iainkediri.ac.id:80/id/eprint/23900

Actions (login required)

View Item View Item