HIBAH YANG DIPERHITUNGKAN SEBAGAI HARTA WARIS DI DESA JIKEN KECAMATAN TULANGAN KABUPATEN SIDOARJO PERSPEKTIF TEORI STRUKTURAL FUNGSIONAL TALCOTT PARSONS

MAIMUNAH, UMI (2021) HIBAH YANG DIPERHITUNGKAN SEBAGAI HARTA WARIS DI DESA JIKEN KECAMATAN TULANGAN KABUPATEN SIDOARJO PERSPEKTIF TEORI STRUKTURAL FUNGSIONAL TALCOTT PARSONS. Masters (S2) thesis, UIN SYEKH WASIL KEDIRI.

[img] Text
92700119002_prabab.pdf

Download (1MB)
[img] Text
92700119002_bab1.pdf

Download (247kB)
[img] Text
92700119002_bab2.pdf

Download (470kB)
[img] Text
92700119002_bab3.pdf

Download (114kB)
[img] Text
92700119002_bab4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (155kB)
[img] Text
92700119002_bab5.pdf
Restricted to Registered users only

Download (169kB)
[img] Text
92700119002_bab6.pdf

Download (38kB)
[img] Text
92700119002_daftar_pustaka.pdf

Download (427kB)
[img] Text
92700119002_Pernyataan_Upload.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (155kB)

Abstract

MAIMUNAH, DEWI UMI. 2020, Hibah yang di Perhitungkan sebagai Harta Waris di Desa Jiken Kecamatan Tulangan Kabupaten Sidoarjo Perspektif Teori Struktural Fugsional Talcott Parsons, Hukum Keluarga Islam, Pascasarjana, IAIN Kediri, Dosen Pembimbing: 1. Prof. Dr. A. Halil Thahir, M.HI, 2. Dr. Zayad Abd. Rahman, M.HI. Kata Kunci: Hibah, Waris, Struktural Fungsional Talcott Parsons Penelitian ini dilatarbelakangi oleh banyaknya kasus tentang pembagian harta warisan yang dilakukan oleh orangtua kepada anak sebelum meninggal dunia yang pada akhirnya menjadi harta warisan, hal tersebut menjadi sebuah fenomena yang sering terjadi. Pembagian warisan masyarakat Desa Jiken Kecamatan Tulangan pada dasarnya dibagi menjadi tiga cara, yaitu: Pertama, pembagian dilakukan setelah pewaris meninggal. Kedua, pembagian dilakukan dengan hibah. Ketiga, pembagian dilakukan dengan wasiat. Dalam prakteknya banyak pewaris semasa hidupnya sudah terlebih dahulu membagi warisan dengan cara menghibahkan kepada semua anak-anaknya. Dengan alasan agar masing-masing anak mendapat bagian dengan adil. Selain itu juga untuk menghindari kemungkinan terjadinya persengketaan antara ahli waris. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui alasan masyarakat dan praktik hibah yang di perhitungkan sebagai harta waris di Desa Jiken dalam teori Struktural Fungsional talcott Parsons. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dan teori Struktural Fungsional Talcott Parsons. Data penelitian ini menggunakan interview sebagai instrument utama. Dalam penelitian ini informan yang dijadikan sumber primer antara lain; perangkat Desa, Tokoh agama dan masyarakat Desa Jiken. Analisis data diawali dengan reduksi, penyajian data daverifikasi data. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa: Pembagian warisan dengan hibah dipraktikkan oleh masyarakat Desa Jiken karena penentuan dan pembagian harta warisan pada umumnya sudah tidak dapat dipercaya lagi. Karena besar kemungkinan terjadinya persengketaan antara para ahli waris. Pembagian dan penetapan harta yang akan menjadi harta warisan dengan hibah kepada calon ahli waris sudah sesuai dengan karakteristik teori Struktural Fungsional yang mana masyarakat terintegrasi atas dasar kesepakatan dari para anggotanya akan nilai-nilai kemasyarakatan tertentu yang mempunyai kemampuan mengatasi perbedaan-perbedaan sehingga masyarakat tersebut dipandang sebagai suatu sistem yang secara fungsional terintegrasi dalam suatu keseimbangan. Adanya pergeseran dari penentuan dan pembagian harta warisan setelah orangtua meninggal dunia kepada pembagian dan penetapan harta dengan hibah terlebih dahulu oleh masyarakat dengan tujuan untuk menghindari terjadinya konflik setelah pewaris meninggal dunia. Struktur sosial dalam masyarakat mengarahkan masyarakat agar mengembangkan standar norma yang berlaku. Pada fase permulaan waris yang dibagikan kepada ahli waris yang biasa lazim digunakan sudah tidak relevan lagi, maka masyarakat akan mengunakan cara yang dianggap bisa menyelesaikan masalahnya, disini masyarakat melewati fase kedua yang berisi gerakan membebaskan diri dari pembagian waris yang biasanya digunakan. Kemudian masyarakat akan berada fase ketiga yang membawa masyarakat mengalami perubahan sosial.

Item Type: Thesis (Skripsi, Tesis, Disertasi) (Masters (S2))
Subjects: 18 LAW AND LEGAL STUDIES (Ilmu Hukum) > 1801 Law and Islamic Law > 180128 Islamic Family Law > 18012812 Mawaris (Inheritance)
Divisions: Program Pascasarjana > Program Studi Magister Hukum Keluarga Islam
Depositing User: DEWI UMI MAIMUNAH
Date Deposited: 08 Jul 2026 07:52
Last Modified: 08 Jul 2026 07:52
URI: https://etheses.iainkediri.ac.id:80/id/eprint/23733

Actions (login required)

View Item View Item