Al- Firdausy, Ahmad Farhan Nizar Aulia (2026) Praktik Iddah Wanita Karir Di Era Modernisasi: Analisis Sosiologi Dan Fenomenologi Di Kampung Inggris Pare Desa Tulungrejo. Undergraduate (S1) thesis, UIN Syekh Wasil Kediri.
|
Text
21301104_prabab.pdf Download (880kB) |
|
|
Text
21301104_bab1.pdf Download (521kB) |
|
|
Text
21301104_bab2.pdf Download (633kB) |
|
|
Text
21301104_bab3.pdf Download (189kB) |
|
|
Text
21301104_bab4.pdf Restricted to Registered users only Download (981kB) |
|
|
Text
21301104_bab5.pdf Restricted to Registered users only Download (348kB) |
|
|
Text
21301104_bab6.pdf Download (170kB) |
|
|
Text
21301104_daftarpustaka.pdf Download (426kB) |
|
|
Text
pernyataan_upload.pdf Restricted to Repository staff only Download (527kB) |
Abstract
Pandangan Iddah bagi wanita karir perspektif madzhab Syafi'i dan fiqih kontemporer, Iddah baik cerai mati atau cerai talak tidak boleh berhias diri dan keluar rumah, namun di era modernisasi sekarang sebagian wanita karir mengalami kesulitan dalam menerapkan ketentuan ihdad secara penuh karena tuntutan pekerjaan dan ekonomi. Penelitian ini memiliki permasalahan yaitu bagaimana pandangan sosiologi terhadap wanita karir yang bersolek? Dan bagaimana pandangan fenomenologi terhadap wanita karir yang bersolek?. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif, dengan pendekatan penelitian yaitu fenomenologi dan sosiologi. Data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Untuk lokasi penelitian dilakukan di Kampung Inggris Pare, Desa Tulungrejo, Kabupaten Kediri. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan di Kampung Inggris Pare ditemukan data primer bahwa wanita dengan status cerai hidup berjumlah 177 orang per kepala keluarga, sementara yang berstatus cerai mati sebanyak 178 orang per kepala keluarga. Dari total tersebut peneliti memilih sampel 10 wanita karir di Kampung Pare untuk menjadi narasumber. Berdasarkan hasil penelitian tersebut diketahui bahwa beberapa wanita karier yang ada di kampung ini masih menjalankan pekerjaan dan bersolek padahal masih berada pada masa iddah. Wanita karier ini menganggap bersolek sebagai cerminan dari kepercayaan diri dan aktualisasi diri di dunia profesional. Hal ini selaras dengan prinsip dalam agama Islam yang menjunjung keadilan bagi setiap individu, sehingga perempuan yang berkarir dan bersolek dinilai sebagai hal yang dapat diterima. Dalam pandangan fenomenologi, wanita karir yang bersolek saat masa iddah merupakan pemberian kesempatan pada wanita karier untuk tetap mengembangkan diri dan memenuhi kebutuhan sehari-hari setelah perpisahan dengan pasangan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah, berdasarkan pandangan sosiologi dan berdasarkan data yang diperoleh di lapangan dapat disimpulkan bahwa iddah bagi wanita yang berkarier pada dasarnya sama dengan wanita yang lain. Wanita karir tetap wajib menjalankan iddah, namun dalam kondisi darurat diperbolehkan melakukan aktivitas kerja dengan tetap menjaga batasan syariat. Selain itu berdasarkan data di Kampung Inggris Pare dan dikaitkan dengan pandangan fenomenologi terhadap wanita karir yang bersolek dalam masa iddah adalah wanita karier yang bersolek saat masa iddah didorong oleh kebutuhan profesional dan ekonomi. Tindakan tersebut dimaknai sebagai upaya untuk tetap fungsional di lingkungan kerja, tanpa pengabaian terhadap nilai agama.
| Item Type: | Thesis (Skripsi, Tesis, Disertasi) (Undergraduate (S1)) |
|---|---|
| Subjects: | 18 LAW AND LEGAL STUDIES (Ilmu Hukum) > 1801 Law and Islamic Law > 180113 Family Law (incl. Islamic Family Law, Munakahat) |
| Divisions: | Fakultas Syariah > Jurusan Ahwal Al-Syakhsiyah - Hukum Keluarga Islam |
| Depositing User: | AHMAD FARHAN NIZAR A.A |
| Date Deposited: | 07 Jul 2026 03:32 |
| Last Modified: | 07 Jul 2026 03:32 |
| URI: | https://etheses.iainkediri.ac.id:80/id/eprint/23550 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
