Sari, Nabila Inka (2026) Representasi Ketimpangan Sosial dalam Film Rest Area (2025) Karya Aditya Testarossa: Analisis Semiotika Roland Barthes Serta Relevans Terhadap Pembelajaran Teks Drama Kelas XI SMA. Undergraduate (S1) thesis, UIN Syekh Wasil Kediri.
|
Text
22207029_prabab.pdf Download (618kB) |
|
|
Text
22207029_bab1.pdf Download (240kB) |
|
|
Text
22207029_bab2.pdf Restricted to Registered users only Download (234kB) |
|
|
Text
22207029_bab3.pdf Restricted to Registered users only Download (90kB) |
|
|
Text
22207029_bab4.pdf Download (21kB) |
|
|
Text
22207029_daftar_pustaka.pdf Download (391kB) |
|
|
Text
22207029_Surat persetujuan publikasi Nabila inka sari.pdf Download (481kB) |
Abstract
Ketimpangan sosial merupakan persoalan mendasar yang terus mewarnai kehidupan masyarakat Indonesia, dan film hadir sebagai salah satu media yang mampu merepresentasikan sekaligus mengonstruksi realitas tersebut melalui sistem tanda visual dan naratif. Film Rest Area (2025) karya Aditya Testarossa merupakan film horor-misteri yang secara eksplisit menampilkan kritik sosial terhadap kesenjangan kelas melalui simbol, dialog, dan elemen sinematik. Penelitian ini bertujuan: (1) mendeskripsikan wujud representasi ketimpangan sosial dalam film Rest Area (2025) berdasarkan analisis semiotika Roland Barthes; dan (2) menganalisis relevansi representasi tersebut terhadap pembelajaran teks drama kelas XI SMA.. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kepustakaan (library research). Sumber data utama adalah film Rest Area (2025), sedangkan data dianalisis menggunakan tiga level semiotika Roland Barthes, yaitu denotasi (makna harfiah), konotasi (makna tersirat yang dipengaruhi budaya dan ideologi), serta mitos (makna ideologis yang dikonstruksi tampak alamiah). Teknik analisis data mengacu pada model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketimpangan sosial dalam film direpresentasikan melalui lima wujud, yaitu: (1) sosok hantu berkepala kresek sebagai simbol korban marginal pembangunan; (2) perlakuan diskriminatif kelompok kaya terhadap keluarga sederhana; (3) rest area sebagai ruang simbolik pertemuan dua kelas sosial; (4) eksploitasi dan pembungkaman masyarakat kecil dalam konflik tukar guling lahan; serta (5) kematian tokoh kelas atas sebagai representasi karma atas perbuatan zalim. Pada level mitos, film ini membangun narasi kritis bahwa modernisasi dapat menjadi instrumen dominasi yang mengorbankan kelompok marginal. Selain itu, film Rest Area (2025) terbukti relevan sebagai media pembelajaran teks drama kelas XI SMA karena selaras dengan Capaian Pembelajaran (CP), Tujuan Pembelajaran (TP), dan Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Bahasa Indonesia fase F Kurikulum Merdeka, serta mampu mendorong kemampuan berpikir kritis dan literasi sosial peserta didik.
| Item Type: | Thesis (Skripsi, Tesis, Disertasi) (Undergraduate (S1)) |
|---|---|
| Subjects: | 13 EDUCATION (Pendidikan) > 1301 Education Systems > 130106 Secondary Education (Pendidikan menengah) 13 EDUCATION (Pendidikan) > 1399 Other Education > 139999 Education not elsewhere classified |
| Divisions: | Fakultas Tarbiyah > Jurusan Tadris Bahasa Indonesia |
| Depositing User: | NABILA INKA SARI |
| Date Deposited: | 02 Jul 2026 04:06 |
| Last Modified: | 02 Jul 2026 04:06 |
| URI: | https://etheses.iainkediri.ac.id:80/id/eprint/23149 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
