Setiawan, Mochammad Davit Ari (2026) Kemandirian Berpikir Kritis Qs. Al-An’am:116 Dalam Merespon Fenomena Fomo (Kajian Tafsir Maqāṣidī). Undergraduate (S1) thesis, UIN Syekh Wasil Kediri.
|
Text
933807919_PraBab.pdf Download (507kB) |
|
|
Text
933807919_BAB I.pdf Download (351kB) |
|
|
Text
933807919_BAB II.pdf Download (424kB) |
|
|
Text
933807919_BAB III.pdf Restricted to Registered users only Download (339kB) |
|
|
Text
933807919_BAB IV.pdf Restricted to Registered users only Download (377kB) |
|
|
Text
933807919_BAB V.pdf Download (148kB) |
|
|
Text
933807919_Daftar Pustaka.pdf Download (383kB) |
|
|
Text
933807919_Lembar Pernyataan Upload.pdf Restricted to Repository staff only Download (221kB) |
Abstract
Penelitian ini membahas fenomena Fear of Missing Out (FOMO) dalam perspektif tafsir Maqāṣidī Al-Qur’an dengan fokus kajian pada tiga ayat: QS. al-An‘ām:[116],QS. an-Nisā’:[83], dan QS. al-Ḥadīd:[20]. FOMO sebagai fenomena sosial kontemporer muncul seiring perkembangan teknologi informasi dan media sosial yang mendorong individu untuk mengikuti arus tren, aktivitas, maupun gaya hidup demi menghindari perasaan tertinggal. Penelitian ini berupaya mengkaji relevansi nilai-nilai Al-Qur’an terhadap fenomena tersebut, khususnya bagaimana ayat-ayat terkait memberikan pedoman etika dan perilaku untuk menghindari tindakan yang terburu-buru, mengikuti mayoritas tanpa pertimbangan, dan sikap berlebih-lebihan dalam mengejar kesenangan duniawi. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif berbasis studi kepustakaan dengan pendekatan tafsir Maqāṣidī. Pendekatan ini menitikberatkan pada tujuan-tujuan syariat (maqāṣid al-syarī‘ah) seperti hifẓ al-‘aql, hifẓ al-nafs, hifẓ al-māl, serta penguatan nilai moderasi dan kebijaksanaan dalam mengambil keputusan. Analisis ayat dilakukan dengan meninjau konteks turunnya ayat (asbāb al-nuzūl), makna kebahasaan, penafsiran ulama klasik dan kontemporer, serta relevansinya dengan pola perilaku FOMO di era digital. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa QS. al-An‘ām [6]:116 menegaskan larangan mengikuti mayoritas secara membuta karena berpotensi menyesatkan dan melemahkan kontrol diri, yang relevan dengan perilaku FOMO. QS. an-Nisā’ [4]:83 mengajarkan pentingnya sikap kritis, kehati-hatian dalam menerima informasi (tabayyun), dan kehati-hatian dalam menerima serta menyebarkan informasi. Sementara itu, QS. al-Ḥadīd [57]:20 menekankan bahwa kehidupan dunia bersifat sementara sehingga tidak layak dijadikan orientasi utama secara berlebihan. Dengan pendekatan tafsir Maqāṣidī, ketiga ayat tersebut memberikan landasan nilai berupa penguatan rasionalitas, pengendalian diri, serta keseimbangan orientasi hidup sebagai upaya preventif dalam menghadapi fenomena FOMO di era digital. Oleh karena itu, internalisasi nilai-nilai tersebut menjadi penting guna membentuk perilaku yang lebih bijak, proporsional, dan berorientasi pada kemaslahatan.
| Item Type: | Thesis (Skripsi, Tesis, Disertasi) (Undergraduate (S1)) |
|---|---|
| Subjects: | 22 PHILOSOPHY AND RELIGIOUS STUDIES (Filosofi dan Studi Agama) > 2204 Religion and Religious Studies (Agama dan Studi Agama) > 220403 Islamic Studies (Studi Islam) > 22040303 Al-Qur'an and Related Science (Al-Qur’an dan Ilmu yang Berkaitan) > 2204030301 Knowledge of the Qur'an (Ilmu Al-Qur’an) 22 PHILOSOPHY AND RELIGIOUS STUDIES (Filosofi dan Studi Agama) > 2204 Religion and Religious Studies (Agama dan Studi Agama) > 220403 Islamic Studies (Studi Islam) > 22040303 Al-Qur'an and Related Science (Al-Qur’an dan Ilmu yang Berkaitan) > 2204030305 Tafsir Al-Qur’an |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin > Jurusan Ilmu Al-Quran dan Tafsir |
| Depositing User: | MOCHAMMAD DAVIT ARI SETIAWAN |
| Date Deposited: | 29 Jun 2026 04:01 |
| Last Modified: | 29 Jun 2026 04:01 |
| URI: | https://etheses.iainkediri.ac.id:80/id/eprint/22804 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
