Kholiq, Nailul Muna (2026) Praktik Kepengasuhan Anak Pasca Perceraian Perspektif Sosiologi Hukum Islam (Studi Kasus di Desa Kwaron Kecamatan Diwek Kabupaten Jombang). Undergraduate (S1) thesis, Uin Syekh Wasil Kediri.
|
Text
22301117_prabab.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
22301117_bab1.pdf Download (238kB) |
|
|
Text
22301117_bab2.pdf Download (402kB) |
|
|
Text
22301117_bab3.pdf Download (202kB) |
|
|
Text
22301117_bab4.pdf Restricted to Registered users only Download (255kB) |
|
|
Text
22301117_bab5.pdf Restricted to Registered users only Download (206kB) |
|
|
Text
22301117_bab6.pdf Download (150kB) |
|
|
Text
Daftar Pustaka.pdf Download (172kB) |
|
|
Text
Lampiran.pdf Restricted to Repository staff only Download (808kB) |
|
|
Text
Pernyataan Upload .pdf Restricted to Repository staff only Download (212kB) |
Abstract
Perceraian merupakan fenomena dalam kehidupan rumah tangga yang tidak hanya berdampak pada pasangan suami istri, tetapi juga berpengaruh terhadap hak dan kesejahteraan anak, terutama pengasuhan pasca perceraian. Dalam praktiknya, pelaksanaan hak asuh anak sering menimbulkan permasalahan seperti tidak terpenuhinya nafkah, kurangnya tanggung jawab orang tua, serta ketidakseimbangan peran pengasuhan yang dapat memengaruhi kondisi psikologis dan perkembangan anak. Dalam perspektif sosiologi hukum Islam, pelaksanaan hak asuh anak tidak hanya dilihat dari aspek normatif hukum Islam, tetapi juga dipengaruhi oleh realitas sosial, kesadaran hukum masyarakat, serta kondisi sosial ekonomi di lingkungan masyarakat. Oleh karena itu, penelitian ini mengkaji pelaksanaan hak asuh anak pasca perceraian dalam perspektif sosiologi hukum Islam. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum empiris dengan pendekatan sosiologi hukum Islam. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Sumber terdiri dari data primer dari informan di Desa Kwaron Kecamatan Diwek Kabupaten Jombang, serta data sekunder berupa buku, jurnal, Kompilasi Hukum Islam, dan peraturan perundang-undangan. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik kepengasuhan anak pasca perceraian di Desa Kwaron pada umumnya dilakukan oleh ibu kandung. Namun, ditemukan pula kasus di mana anak diasuh oleh ayah karena ibu meninggalkan keluarga dan menikah kembali. Dalam pelaksanaannya, orang tua yang mengasuh anak berupaya memenuhi kebutuhan anak melalui pemberian kasih sayang, perhatian, pendidikan, dan pemenuhan kebutuhan hidup sesuai dengan kemampuan masing-masing. Akan tetapi, sebagian besar ayah belum menjalankan kewajiban nafkah secara optimal pasca perceraian, bahkan terdapat ayah yang tidak lagi menjalin komunikasi dengan anak maupun mantan istrinya. Dalam perspektif Sosiologi Hukum Islam Atho' Mudzhar, praktik kepengasuhan anak pasca perceraian di Desa Kwaron menunjukkan adanya hubungan antara ketentuan hukum Islam dan praktik kepengasuhan yang berlangsung dalam kehidupan masyarakat. Secara normatif, kedua orang tua tetap berkewajiban memenuhi hak-hak anak pasca perceraian, namun dalam praktiknya masih ditemukan perbedaan antara hukum yang seharusnya berlaku (das sollen) dan kondisi yang terjadi dalam masyarakat (das sein). Kondisi tersebut dipengaruhi oleh faktor ekonomi, hubungan antara mantan suami dan istri, serta tingkat kesadaran dan tanggung jawab orang tua terhadap anak pasca perceraian.
| Item Type: | Thesis (Skripsi, Tesis, Disertasi) (Undergraduate (S1)) |
|---|---|
| Subjects: | 18 LAW AND LEGAL STUDIES (Ilmu Hukum) > 1801 Law and Islamic Law > 180119 Law and Society (Hukum dan Masyarakat) |
| Divisions: | Fakultas Syariah > Jurusan Ahwal Al-Syakhsiyah - Hukum Keluarga Islam |
| Depositing User: | NAILUL MUNA KHOLIQ |
| Date Deposited: | 25 Jun 2026 06:48 |
| Last Modified: | 25 Jun 2026 06:48 |
| URI: | https://etheses.iainkediri.ac.id:80/id/eprint/22710 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
