Agustin, Mega Dwi (2026) TINDAKAN SOSIAL PEKERJA JALANAN DI PERKOTAAN (Studi Pada Sukarelawan Pengatur Lalu Lintas Di Kota Kediri). Undergraduate (S1) thesis, UIN Syekh Wasil Kediri.
|
Text
21105013_prabab.pdf Download (637kB) |
|
|
Text
21105013_bab1.pdf Download (294kB) |
|
|
Text
21105013_bab2.pdf Download (261kB) |
|
|
Text
21105013_bab3.pdf Download (217kB) |
|
|
Text
21105013_bab4.pdf Restricted to Registered users only Download (867kB) |
|
|
Text
21105013_bab5.pdf Restricted to Registered users only Download (210kB) |
|
|
Text
21105013_bab6.pdf Restricted to Registered users only Download (47kB) |
|
|
Text
21105013_daftarpustaka.pdf Download (120kB) |
|
|
Text
21105013_lampiran.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
21105013_pernyataanupload.pdf Restricted to Repository staff only Download (126kB) |
Abstract
Kehidupan perkotaan diwarnai oleh dinamika sosial dan ekonomi yang kompleks. Perkembangan Kota Kediri yang pesat turut memunculkan berbagai permasalahan sosial, salah satunya kemacetan akibat meningkatnya volume kendaraan. Berdasarkan data BPS tahun 2023, kepadatan penduduk Kota Kediri mencapai 4.391 jiwa per km² dengan jumlah penduduk 295,23 ribu jiwa dan total kendaraan bermotor sebanyak 173.980 unit. Kondisi ini berdampak pada meningkatnya kepadatan arus lalu lintas di berbagai titik kota. Di tengah kesemrawutan tersebut, muncul fenomena sosial berupa kehadiran supeltas yaitu sukarelawan pengatur lalu lintas nonresmi di beberapa persimpangan. Keterbatasan lapangan pekerjaan dan kondisi ekonomi yang tidak menentu mendorong sebagian individu memilih pekerjaan ini sebagai alternatif untuk memenuhi kebutuhan hidup. Meskipun tidak selalu menerima imbalan dari pengguna jalan, mereka tetap menjalankan peran tersebut dengan tekun, yang menunjukkan adanya nilai-nilai sosial yang melatarbelakanginya. Sehingga penelitian ini bertujuan untuk mengetahui latar belakang keberadaan supeltas di Kota Kediri serta menganalisis bentuk tindakan sosial yang dilakukan dalam menjalankan perannya. Penelitian ini menggunakan jenis metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif pasif, wawancara tidak terstruktur, dan dokumentasi. Teknik analisis data reduksi data (data reduction), penyajian data (data display), dan penarikan kesimpulan atau verifikasi (verification). Dalam proses pengujian terhadap keabsahan atau validitas data dilakukan dengan menerapkan teknik triangulasi sumber. Peneliti menggunakan teori tindakan sosial Max Weber yang menekankan makna subjektif dari tindakan individu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberadaan supeltas di Kota Kediri dilatarbelakangi oleh faktor ekonomi yang dirasakan oleh kesembilan supeltas, pendidikan, dan diskriminasi pekerjaan. Faktor ekonomi menjadi dorongan utama, di mana pekerjaan tersebut dilakukan untuk memenuhi kebutuhan nafkah keluarga akibat keterbatasan peluang kerja. Selain itu, rendahnya tingkat pendidikan yang terjadi pada kedelapan supeltas terkecuali Amy Pratama, baik karena putus sekolah maupun hanya tamat sekolah dasar, membatasi kesempatan mereka memperoleh pekerjaan formal. Faktor lain yang turut memengaruhi adalah diskriminasi dalam dunia kerja, terutama bagi supeltas yang memiliki keterbatasan fisik disabilitas tuna rugu yang terjadi pada Rofi Setiawan dan Amy Pratama serta menurunnya penghasilan dari pekerjaan sebelumnya yang bekerja sebagai tukang becak lalu tergantikan ojek online yang dialami oleh supeltas Hari dan Ariyadi. Sehingga profesi ini menjadi alternatif untuk tetap produktif dan memperoleh penghasilan. Analisis berdasarkan teori tindakan sosial Max Weber menunjukkan bahwa perilaku supeltas dalam mengatur lalu lintas mencerminkan empat bentuk tindakan sosial. Pertama, tindakan rasional instrumental, yaitu aktivitas pengaturan lalu lintas yang dilakukan secara sadar untuk memperoleh penghasilan sebagai respons atas kondisi kehidupan, yang ditemukan pada seluruh informan. Kedua, tindakan rasional berorientasi nilai, yang tampak dari dorongan membantu pengguna jalan berdasarkan keyakinan religius bahwa menolong sesama bernilai ibadah, dengan manifestasi paling menonjol pada informan Sutrisno dan Erik Ulianti. Ketiga, tindakan afektif, yang tercermin dari keterlibatan emosi kesembilan supeltas, seperti perasaan senang saat membantu karena mendapat imbalan dari pengendara, bahagia ketika mendapat apresiasi dari pihak kepolisian, serta sedih saat mengalami kejadian tidak menyenangkan, yang paling jelas terlihat pada informan Erik Ulianti. Keempat, tindakan tradisional, yang ditunjukkan melalui kebiasaan bekerja rutin di lokasi yang sama serta terdapat warisan secara turun temurun pada informan Cahyo Arianto yang mewarisi pekerjaan tersebut dari ayahnya.
| Item Type: | Thesis (Skripsi, Tesis, Disertasi) (Undergraduate (S1)) |
|---|---|
| Subjects: | 16 STUDIES IN HUMAN SOCIETY (Studi Kemasyarakatan, incl : sosiologi) > 1608 Sociology > 160806 Social Theory |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin > Jurusan Sosiologi Agama |
| Depositing User: | MEGA DWI AGUSTIN |
| Date Deposited: | 25 May 2026 04:30 |
| Last Modified: | 25 May 2026 04:30 |
| URI: | https://etheses.iainkediri.ac.id:80/id/eprint/21967 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
