kurniawan, ade (2026) TRADISI TEPUK TEPUNG TAWAR PADA PROSESI SYUKURAN KELAHIRAN DI MASYARAKAT SUKU MELAYU (STUDI LIVING QUR’AN SURAH ALI IMRAN AYAT 33-37 DI DAERAH SUNGAI GUNTUNG, INDRAGIRI HILIR, RIAU). Undergraduate (S1) thesis, UIN SYEKH WASIL KEDIRI.
|
Text
933810219_prabab.pdf Download (2MB) |
|
|
Text
933810219Pernyataan_Upload.pdf Restricted to Repository staff only Download (165kB) |
|
|
Text
933810219_bab1.pdf Download (278kB) |
|
|
Text
933810219_bab2.pdf Download (249kB) |
|
|
Text
933810219_bab3.pdf Download (118kB) |
|
|
Text
933810219_bab4.pdf Restricted to Registered users only Download (312kB) |
|
|
Text
933810219_bab5.pdf Restricted to Registered users only Download (443kB) |
|
|
Text
933810219_bab6.pdf Download (119kB) |
|
|
Text
933810219_daftar_pustaka.pdf Download (1MB) |
Abstract
Ade Kurniawan, Dosen Pembimbing (1) Abdul Mujib, MA, dan (2) Dr. Ibnu Hajar Ansori, M.Th.I. Tradisi Tepuk Tepung Tawar Pada Prosesi Syukuran Kelahiran di Masyarakat Suku Melayu (Studi Living Qur’an Surah A>li ‘Imra>n Ayat 33-37 di Daerah Sungai Guntung, Indragiri Hilir, Riau). Skripsi, Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin dan Dakwah, Universitas Islam Negeri Syekh Wasil Kediri, 2025 Kata Kunci: Tradisi Tepuk Tepung Tawar, Syukuran Kelahiran, Living Qur’an, A>li ‘Imra>n 33–37, Masyarakat Melayu Penelitian ini membahas Tradisi Tepuk Tepung Tawar pada Prosesi Syukuran Kelahiran di Masyarakat Melayu Sungai Guntung, Indragiri Hilir, Riau, dengan perspektif studi Living Qur’an terhadap Surah A>li ‘Imra>n ayat 33–37. Tradisi ini merupakan salah satu warisan budaya Melayu yang masih dilestarikan hingga kini, khususnya dalam prosesi kelahiran bayi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pelaksanaan tradisi, mengungkap makna simbolis di dalamnya, serta menganalisis relevansinya dengan pesan al-Qur’an. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan sosiologis. Data diperoleh melalui observasi, wawancara dengan tokoh adat, tokoh agama, dan masyarakat, serta dokumentasi terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi Tepuk Tepung Tawar dilakukan dengan persiapan perlengkapan khas seperti beras basuh, beras kunyit, bunga rampai, daun perenjis, serta prosesi d’oa dan pembacaan Surah A>li ‘Imra>n ayat 33–37. Ayat ini menggambarkan doa keluarga Imran agar keturunannya menjadi anak yang saleh, terlindungi dari setan, dan mendapat berkah Allah SWT. Hal tersebut sejalan dengan tujuan tradisi, yakni memohon keselamatan, keberkahan, serta masa depan yang baik bagi anak yang baru lahir. Penelitian ini menyimpulkan bahwa tradisi Tepuk Tepung Tawar bukan hanya sekadar warisan budaya, tetapi juga mengandung nilai religius yang harmonis dengan ajaran Islam melalui praktik pembacaan al-Qur’an. Dengan demikian, tradisi ini menjadi bentuk nyata integrasi antara budaya lokal Melayu dengan nilai-nilai Islam. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam kajian Living Qur’an serta melestarikan tradisi budaya Islam di Nusantara.
| Item Type: | Thesis (Skripsi, Tesis, Disertasi) (Undergraduate (S1)) |
|---|---|
| Subjects: | 16 STUDIES IN HUMAN SOCIETY (Studi Kemasyarakatan, incl : sosiologi) > 1699 Other Studies in Human Society > 169999 Studies in Human Society not elsewhere classified |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin > Jurusan Ilmu Al-Quran dan Tafsir |
| Depositing User: | ADE KURNIAWAN |
| Date Deposited: | 19 May 2026 07:30 |
| Last Modified: | 19 May 2026 07:30 |
| URI: | https://etheses.iainkediri.ac.id:80/id/eprint/21905 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
