Thoha, Aziz Mukhamad (2026) Pembentukan karakter mulia santri melalui pemodelan dan pembiasaan di Pondok Pesantren Fathul ‘Ulum Kwagean Kediri. Doctoral (S3) thesis, Universitas Islam Negeri Syekh Wasil Kediri.
|
Text
22531007_prabab.pdf Download (955kB) |
|
|
Text
22531007_bab1.pdf Download (483kB) |
|
|
Text
22531007_bab2.pdf Download (941kB) |
|
|
Text
22531007_bab3.pdf Download (424kB) |
|
|
Text
22531007_bab4.pdf Restricted to Registered users only Download (2MB) |
|
|
Text
22531007_bab5.pdf Restricted to Registered users only Download (495kB) |
|
|
Text
22531007_bab6.pdf Download (268kB) |
|
|
Text
22531007_daftarpustaka.pdf Download (287kB) |
|
|
Text
Pernyataan_Upload (Aziz Mukhamad Thoha).pdf Restricted to Repository staff only Download (5MB) |
Abstract
Pembentukan karakter mulia merupakan proses panjang yang menuntut keteladanan dan pembiasaan yang berkesinambungan. Penelitian ini memfokuskan kajian pada Pondok Pesantren Fathul ‘Ulum Kwagean Kediri yang menerapkan perpaduan metode keteladanan dan pembiasaan dalam membentuk karakter mulia santri. Fokus penelitian dalam penelitian ini adalah (1) Bagaimana bentuk model dan kebiasaan yang diterapkan Pesantren Fathul ‘Ulum. (2) Bagaimana proses pembentukan karakter mulia santri melalui pemodelan dan pembiasaan, (3) Bagaimana hasil pembentukan karakter mulia santri melalui pemodelan dan pembiasaan. Teori-teori yang digunakan sebagai analisis adalah observational learning Bandura, habit loop James Clear, dan konsep karakter mulia dan cara pembentukannya menurut al-Ghozali. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus, melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi, dengan analisis data kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Ada tiga bentuk model yang sifatnya saling melengkapi di Pesantren Fathul ‘Ulum, meliputi model langsung (berupa keteladanan Kiai, guru, pengurus, dan santri senior), model simbolik (berupa isi kitab kuning, qonun pesantren, jadwal kegiatan, dan budaya pesantren), serta model instruksional verbal (berupa nasihat dan arahan lisan). Sedangkan kebiasaan yang diterapkan terbentuk melalui sinergi dari qonun Pesantren, jadwal kegiatan harian, dan budaya pesantren. (2) Proses pemodelan mengikuti tahapan perhatian, retensi, reproduksi motorik, dan motivasi, sedangkan pembiasaan mengikuti pola cue–craving–response–reward. (3) Karakter mulia santri berhasil terinternalisasi melalui sinergi pemodelan dan pembiasaan yang dijalankan secara berkelanjutan dalam kurun waktu yang relatif panjang. Penelitian ini berimplikasi pada pengembangan teori pendidikan karakter melalui sintesis pemodelan dan pembiasaan, pengembangan Teori Belajar Sosial dan Atomic Habits berbasis pesantren, serta memberikan panduan praktis bagi pesantren, pendidik dan pemilik lembaga pendidikan, pembuat kebijakan, masyarakat dan orangtua.
| Item Type: | Thesis (Skripsi, Tesis, Disertasi) (Doctoral (S3)) |
|---|---|
| Subjects: | 13 EDUCATION (Pendidikan) > 1302 Curriculum and Pedagogy > 130211 Religion Curriculum and Pedagogy (Kurikulum dan Pedagogi Agama) |
| Divisions: | Program Pascasarjana > Program Studi Doktor Studi Islam |
| Depositing User: | AZIZ MUKHAMAD THOHA THOHA |
| Date Deposited: | 18 May 2026 07:52 |
| Last Modified: | 18 May 2026 07:52 |
| URI: | https://etheses.iainkediri.ac.id:80/id/eprint/21877 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
