Hidayana, Nur Lutfiya (2026) Upaya Pemenuhan Hak Suami Istri Dalam Keluarga Long Distance Marriage Perspektif Maqāṣid Al-Syarī‘Ah (Studi Kasus Di Desa Sumengko Kecamatan Duduksampeyan Kabupaten Gresik). Undergraduate (S1) thesis, IAIN Kediri.
|
Text
22301102_PRABAB.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
22301102_BAB 1.pdf Download (517kB) |
|
|
Text
22301102_BAB 2.pdf Download (897kB) |
|
|
Text
22301102_BAB 3.pdf Download (482kB) |
|
|
Text
22301102_BAB 4.pdf Restricted to Registered users only Download (698kB) |
|
|
Text
22301102_BAB 5.pdf Restricted to Registered users only Download (590kB) |
|
|
Text
22301102_BAB 6.pdf Download (427kB) |
|
|
Text
22301102_DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (476kB) |
|
|
Text
22301102_LAMPIRAN.pdf Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
|
|
Text
22301102_SURAT PERNYATAAN.pdf Download (408kB) |
Abstract
Fenomena Long Distance Marriage (LDM) merupakan realitas sosial yang muncul akibat tuntutan ekonomi, pekerjaan, dan mobilitas masyarakat modern, yang menyebabkan suami istri hidup terpisah dalam jangka waktu tertentu. Kondisi ini berimplikasi pada pemenuhan hak dan kewajiban suami istri, terutama yang bersifat nonmaterial seperti kasih sayang, perhatian, dan komunikasi. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui praktik upaya pemenuhan hak suami istri dalam keluarga LDM di Desa Sumengko Kecamatan Duduksampeyan Kabupaten Gresik dan (2) menganalisis kesesuaian upaya tersebut dalam perspektif Maqāṣid al-Syarī‘ah. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum empiris yakni penelitian lapangan dengan pendekatan sosial legal, teknik pengumpulan data dilakukan dengan deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap pasangan suami istri yang menjalani LDM serta pihak terkait di Desa Sumengko. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif dengan memaparkan temuan lapangan dengan konsep Maqāṣid al-Syarī‘ah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) pemenuhan hak suami istri dalam keluarga LDM di Desa Sumengko dilakukan melalui komunikasi intensif, pemenuhan nafkah lahir, dan pembagian peran yang fleksibel. Namun, hak nonmaterial seperti kehadiran fisik dan kedekatan emosional belum optimal; (2) ditinjau dari perspektif Maqasid al-Shariah, aspek hifẓ al-māl dan hifẓ al-dīn relatif terpenuhi, sedangkan hifẓ al-nafs dan hifẓ al-‘aql masih lemah akibat keterbatasan interaksi langsung. Adapun hifẓ al-nasl juga belum optimal, terutama dalam pengasuhan anak. Dengan demikian, penelitian ini menyimpulkan bahwa praktik LDM di desa sumengko belum mampu merealisasikan maqāṣid al-syarī‘ah secara utuh, Namun demikian, praktik ini tetap diperbolehkan selama mampu menjaga keseimbangan pemenuhan hak dan kewajiban, tetapi masih memerlukan upaya yang lebih optimal agar selaras dengan maqāṣid al-syarī‘ah secara menyeluruh, baik pada tingkat ḍarūriyyāt, ḥājiyyāt, maupun taḥsīniyyāt dalam kehidupan rumah tangga.
| Item Type: | Thesis (Skripsi, Tesis, Disertasi) (Undergraduate (S1)) |
|---|---|
| Subjects: | 18 LAW AND LEGAL STUDIES (Ilmu Hukum) > 1801 Law and Islamic Law > 180128 Islamic Family Law > 18012814 Mutual Responsibility (Husband-Wife) |
| Divisions: | Fakultas Syariah > Jurusan Ahwal Al-Syakhsiyah - Hukum Keluarga Islam |
| Depositing User: | NUR LUTFIYA HIDAYANA |
| Date Deposited: | 13 May 2026 08:13 |
| Last Modified: | 13 May 2026 08:13 |
| URI: | https://etheses.iainkediri.ac.id:80/id/eprint/21841 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
