Mengumbar Aib Di Media Sosial Menurut Tafsir Al-Azhar (Kajian Tafsir Tematik)

Muttaqin, Muhammad Faiz Lubba Dzal (2025) Mengumbar Aib Di Media Sosial Menurut Tafsir Al-Azhar (Kajian Tafsir Tematik). Undergraduate (S1) thesis, UIN Syekh Wasil Kediri.

[img] Text
21102046_prabab.pdf

Download (974kB)
[img] Text
21102046_bab1.pdf

Download (416kB)
[img] Text
21102046_bab2.pdf

Download (376kB)
[img] Text
21102046_bab3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (498kB)
[img] Text
21102046_bab4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (425kB)
[img] Text
21102046_bab5.pdf

Download (161kB)
[img] Text
21102046_daftarpustaka.pdf

Download (197kB)
[img] Text
21102046_surat persetujuan publikasi.pdf

Download (414kB)

Abstract

MUHAMMAD FAIZ LUBBA DZAL MUTTAQIN. Dosen Pembimbing Dr. M. Zaenal Arifin, M.HI dan Moh. Misbahul Khoir, M. Th.I. Mengumbar Aib di Media Sosial menurut Tafsir Al-Azhar (Kajian Tafsir Tematik). Skripsi, Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin dan Dakwah, Institut Agama Islam Negeri Kediri, 2025. Kata Kunci: Mengumbar Aib, Media Sosial, Tafsir Al-Azhar Fenomena mengumbar aib di media sosial merupakan problem sosial yang sangat serius di era digital saat ini, di mana batas antara ruang privat dan ruang publik menjadi semakin kabur. Perilaku ini tidak hanya mencerminkan rendahnya kesadaran etika digital, tetapi juga berpotensi melanggar nilai-nilai dalam ajaran Islam yang menjunjung tinggi kehormatan dan martabat manusia. Penelitian ini mengkaji fenomena tersebut dari sudut pandang Al-Qur’an dengan fokus pada penafsiran tematik melalui karya umum Buya Hamka, yaitu Tafsir Al-Azhar. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis penafsiran ayat-ayat Al-Qur’an yang berkaitan dengan larangan menyebarkan aib, antara lain QS. An-Nisa [4]:148, QS. An-Nur [24]:19, QS. Al-Hujurat [49]:12, QS. Al-Ahzab [33]:58, dan QS. At-Tahrim [66]:3, serta untuk mengkontekstualisasikan maknanya dalam penggunaan media sosial di masa kini. Penelitian ini termasuk penelitian pustaka (library research). Sumber data primer yang digunakan berupa kitab suci al-Qur’an, kitab Tafsir al- Qur’an Tafsir Al-Azhar. Sumber data sekunder diambil dari Tafsir al-Qur’an oleh ulama-ulama klasik maupun kontemporer untuk memahami makna ayat tersebut dalam berbagai konteks. Juga termasuk kajian-kajian Islam serta literatur yang terkait dengan fenomena mengumbar aib di media sosial. Metode pengumpulan data menggunakan kepustakaan dengan mengumpulkan data untuk menghimpun informasi dan data kepustakaan dengan komprehensif, kemudian menuangkan hasil yang telah diambil dalam penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tafsir Al-Azhar tidak hanya menafsirkan ayat secara tekstual, tetapi juga menggali makna moral dan sosial yang luas, memberikan pemahaman mendalam bahwa mengumbar aib adalah bentuk pelanggaran hak asasi dan kemanusiaan dalam pandangan Islam. Oleh karena itu, penelitian ini menyimpulkan bahwa tafsir Buya Hamka sangat relevan dalam memberikan panduan etika bermedia sosial bagi umat Islam, serta menyerukan pentingnya internalisasi nilai-nilai Qur’ani dalam kehidupan digital sebagai upaya kolektif membangun masyarakat yang saling menghormati, menjaga rahasia, dan menjauhi budaya saling membuka keburukan.

Item Type: Thesis (Skripsi, Tesis, Disertasi) (Undergraduate (S1))
Subjects: 22 PHILOSOPHY AND RELIGIOUS STUDIES (Filosofi dan Studi Agama) > 2204 Religion and Religious Studies (Agama dan Studi Agama) > 220405 Religion and Society
Divisions: Fakultas Ushuluddin > Jurusan Ilmu Al-Quran dan Tafsir
Depositing User: MUHAMMAD FAIZ LUBBA DZAL MUTTAQIN
Date Deposited: 30 Apr 2026 04:07
Last Modified: 30 Apr 2026 04:07
URI: https://etheses.iainkediri.ac.id:80/id/eprint/21657

Actions (login required)

View Item View Item