Falahy, Muh.Sahrul (2025) Perbedaan burnout pada peserta program pemberdayaan UNIT PELAKSANA TEKNIS REHABILITASI SOSIAL BINA KARYA WANITA KEDIRI ditinjau dari tingkat pendidikan. Undergraduate (S1) thesis, IAIN Kediri.
|
Text
21104018_prabab.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
21104018_lembarperyataanpersetujuanpublikasi.pdf Restricted to Repository staff only Download (167kB) |
|
|
Text
21104018_bab1.pdf Download (289kB) |
|
|
Text
21104018_bab2.pdf Download (252kB) |
|
|
Text
21104018_bab3.pdf Download (155kB) |
|
|
Text
21104018_bab4.pdf Restricted to Registered users only Download (263kB) |
|
|
Text
21104018_bab5.pdf Restricted to Registered users only Download (204kB) |
|
|
Text
21104018_bab6.pdf Download (70kB) |
|
|
Text
21104018_daftarpustaka.pdf Download (200kB) |
Abstract
Muh.Sahrul Falahy 2025 Dosen Pembimbing Ibu Luthfi Atmasari, M.Psi, Psikolog dan Dosen Ibu Fatma Puri Sayekti, M. Psi, Psikolog PERBEDAAN BURNOUT PADA PESERTA PROGRAM PEMBERDAYAAN UNIT PELAKSANA TEKNIS REHABILITASI SOSIAL BINA KARYA WANITA KEDIRI DITINJAU DARI TINGKAT PENDIDIKAN. Kata Kunci:burnout, program pemberdayaan perempuan, tingkat Pendidikan, rehabilitasi sosial. Fenomena burnout menjadi tantangan psikologis yang signifikan dalam program pemberdayaan perempuan, khususnya di Unit Pelaksana Teknis Rehabilitasi Sosial Bina Karya Wanita (UPT RSBKW) Kediri. Burnout ditandai oleh kelelahan emosional, depersonalisasi, dan penurunan pencapaian diri, yang dapat mengganggu proses rehabilitasi sosial peserta. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan tingkat burnout pada peserta program pemberdayaan di UPT RSBKW Kediri ditinjau dari tingkat pendidikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif analitik dan metode cross-sectional. Sampel berjumlah 50 peserta program pada periode Mei–Agustus 2025 yang diambil secara sampel jenuh. Pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner adaptasi Maslach Burnout Inventory (MBI) dan dianalisis menggunakan uji Kruskal-Wallis karena data tidak memenuhi asumsi homogenitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat burnout peserta secara umum berada pada kategori sedang dengan mayoritas 34 peserta (68%) mengalami burnout kategori sedang, 8 peserta (16%) kategori rendah, dan 8 peserta (16%) kategori tinggi, dengan skor rata-rata 56,42 (SD = 10,906). Uji Kruskal-Wallis menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara tingkat burnout berdasarkan tingkat pendidikan (p = 0,055 > 0,05). Meskipun demikian, terdapat pola yang menunjukkan peserta dengan tingkat pendidikan SMP/Sederajat memiliki mean rank tertinggi (37,79) dan rata-rata skor burnout tertinggi (65,4), diikuti SMA/Sederajat (55,2), dan Perguruan Tinggi (53,3). Analisis per dimensi menunjukkan peserta SMP/Sederajat mengalami kelelahan dan ketidakefektifan yang lebih tinggi, sementara dimensi sinisme relatif sama di semua tingkat pendidikan.
| Item Type: | Thesis (Skripsi, Tesis, Disertasi) (Undergraduate (S1)) |
|---|---|
| Subjects: | 17 PSYCHOLOGY AND COGNITIVE SCIENCES (Ilmu Psikologi dan Kognitif) > 1701 Psychology > 170106 Health, Clinical and Counselling Psychology |
| Depositing User: | MUH. SAHRUL FALAHY |
| Date Deposited: | 27 Apr 2026 07:14 |
| Last Modified: | 27 Apr 2026 07:14 |
| URI: | https://etheses.iainkediri.ac.id:80/id/eprint/21581 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
