Norahman, Mohammad Fauzan Yusuf (2026) Persepsi Jamaah Terhadap Penggunaan Bahasa Jawa Krama Dalam Khutbah Jum’at Di Masjid Al-Muttaqin Ngampel, Kecamatan Mojoroto Kota Kediri. Undergraduate (S1) thesis, UIN Syekh Wasil Kediri.
|
Text
20103081_prabab.pdf Download (709kB) |
|
|
Text
20103081_bab1.pdf Download (281kB) |
|
|
Text
20103081_bab2.pdf Download (273kB) |
|
|
Text
20103081_bab3.pdf Download (206kB) |
|
|
Text
20103081_bab4.pdf Restricted to Registered users only Download (331kB) |
|
|
Text
20103081_bab5.pdf Restricted to Registered users only Download (270kB) |
|
|
Text
20103081_bab6.pdf Download (168kB) |
|
|
Text
20103081_daftarpustaka.pdf Download (221kB) |
|
|
Text
20103081_lampiran.pdf Restricted to Repository staff only Download (513kB) |
|
|
Text
20103081_pernyataanupload.pdf Download (157kB) |
Abstract
Penelitian ini menganalisis persepsi jamaah terhadap penggunaan bahasa Jawa Krama dalam khutbah Jumat di Masjid Al-Muttaqin, Ngampel, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri. Bahasa Jawa Krama memiliki nilai kesopanan yang tinggi dan digunakan dalam berbagai konteks formal, termasuk dalam penyampaian dakwah. Namun, dengan semakin berkembangnya penggunaan bahasa Indonesia dalam komunikasi keagamaan, terdapat perbedaan persepsi di kalangan jamaah mengenai efektivitas dan keberterimaan bahasa Jawa Krama dalam khutbah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri dari takmir masjid, khatib, serta jamaah dengan latar belakang usia dan pendidikan yang berbeda. Teknik analisis data dalam penelitian ini mengacu pada model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan bahasa Jawa Krama dalam khutbah Jumat memiliki dampak yang beragam. Jamaah yang lebih tua merasa lebih nyaman dan memahami isi khutbah dengan baik karena bahasa tersebut sesuai dengan budaya dan kebiasaan mereka. Namun, jamaah yang lebih muda atau yang tidak terbiasa dengan bahasa Jawa Krama mengalami kesulitan dalam memahami isi khutbah secara menyeluruh. Faktor utama yang mempengaruhi persepsi jamaah meliputi tingkat pendidikan, latar belakang sosial-budaya, dan kebiasaan berbahasa sehari-hari. Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa penggunaan bahasa Jawa Krama dalam khutbah Jumat masih relevan sebagai bentuk pelestarian budaya dan penghormatan terhadap jamaah yang lebih tua. Namun, untuk menjangkau seluruh lapisan jamaah secara efektif, diperlukan kombinasi bahasa Jawa Krama dan bahasa Indonesia agar pesan dakwah dapat diterima dengan lebih baik oleh seluruh jamaah.
| Item Type: | Thesis (Skripsi, Tesis, Disertasi) (Undergraduate (S1)) |
|---|---|
| Subjects: | 20 LANGUAGE, COMMUNICATION AND CULTURE (Ilmu Bahasa, Komunikasi dan Budaya) > 2001 Communication and Media Studies > 200105 Organisational, Interpersonal and Intercultural Communication |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin > Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam |
| Depositing User: | MOHAMMAD FAUZAN YUSUF NORAHMAN |
| Date Deposited: | 23 Apr 2026 06:24 |
| Last Modified: | 23 Apr 2026 06:24 |
| URI: | https://etheses.iainkediri.ac.id:80/id/eprint/21516 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
