Zahra, Endris Kirana (2025) Potret Moderasi Beragama (Studi Internal Agama di Kelurahan Burengan). Undergraduate (S1) thesis, IAIN Kediri.
|
Text
21101012_prabab.pdf Download (726kB) |
|
|
Text
21101012_bab 1.pdf Download (236kB) |
|
|
Text
21101012_bab 2.pdf Download (231kB) |
|
|
Text
21101012_bab 3.pdf Download (205kB) |
|
|
Text
21101012_bab 4.pdf Restricted to Registered users only Download (372kB) |
|
|
Text
21101012_bab 5.pdf Restricted to Registered users only Download (237kB) |
|
|
Text
21101012_bab 6.pdf Download (119kB) |
|
|
Text
21101012_daftarpustaka.pdf Download (138kB) |
Abstract
ENDRIS KIRANA ZAHRA, 2025. Potret Moderasi Beragama (Studi Internal Agama di Kelurahan Burengan), Skripsi, Program Studi Studi Agama agama, Fakultas Ushuluddin dan Dakwah, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kediri, Pembimbing I Dr. M. Qomarul Huda, M.Fil.I, dan Pembimbing II Asy’ari, M.Ag. Kata Kunci: Moderasi, Interaksi Simbolik, Toleransi Kompleksitas dan dinamika umat beragama tak hanya terjadi dalam hubungan antar-agama, namun juga di dalam hubungan intenal umat beragama yang sama. Penelitian ini berfokus pada bagaimana interaksi yang terjadi antar kelompok keagamaan Nadhlatul Ulama, Muhammadiyah, dan LDII, serta bagaimana masing-masing kelompok keagamaan membuktikan perannya dalam menerapkan nilai-nilai moderasi beragama. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk mengetahui interaksi dan peran organisasi keagamaan LDII, Nahdlatul Ulama, dan Muhammadiyah untuk menciptakan dan menjaga sikap moderasi beragama di Kelurahan Burengan, Kota Kediri. Peneliti ini menggunakan teori Interaksionisme Simbolik Herbert Blumer dan juga teori Moderasi Beragama oleh Lukman Hakim Syaifudin untuk menganalisa temuan data. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Narasumber atau informan dalam penelitian ini adalah masyarakat setempat, yaitu 3 tokoh kelompok keagamaan yang berbeda, masing-masing dari organisasi keagamaan LDII, Muhammadiyah, dan Nahdlatul Ulama, dan 6 warga, untuk mengetahui interaksi dan bentuk moderasi dari perspektif yang berimbang. Hasil dari penelitian ini ialah terlihat bahwa masing-masing organisasi keagamaan menunjukkan keterbukaan dan sikap inklusivitas, nampak saat masing-masing kelompok berkontribusi dalam acara dan kegiatan lintas organisasi, tak hanya itu, bentuk nyata sikap moderasi juga ditunjukkan saat interaksi terjadi tak hanya pada kalangan petinggi namun juga di kalangan masyarakat awam, yang menjadi simbol kerukunan umat beragama. Terlebih, kesadaran akan komitmen untuk menjaga hubungan baik tersebut juga dimaknai sebagai peran aktif untuk menumbuhkan sikap moderasi di masyarakat Kelurahan Burengan.
Actions (login required)
![]() |
View Item |
