Arlianto, Refaldo Dian (2024) RAYB DALAM AL-QUR’AN (Argumentatif Keotentikkan Al-Qur’an Pada Ayat Rayb). Undergraduate (S1) thesis, IAIN Kediri.
|
Text
933803517_prabab.pdf Download (360kB) |
|
|
Text
933803517_bab1.pdf Download (286kB) |
|
|
Text
933803517_bab2.pdf Download (417kB) |
|
|
Text
933803517_bab3.pdf Restricted to Registered users only Download (460kB) | Request a copy |
|
|
Text
933803517_bab4.pdf Restricted to Registered users only Download (340kB) | Request a copy |
|
|
Text
933803517_bab5.pdf Download (128kB) |
|
|
Text
933803517_daftarpustaka.pdf Download (180kB) |
|
|
Text
Pernyataan (1).pdf Restricted to Repository staff only Download (281kB) | Request a copy |
Abstract
ABSTRAK Arlianto, Refaldo Dian. Dosen Pembimbing Dr. H. A Halil Thahir, M.HI. dan Dr. H. Masrul Anam, M.A., Term Rayb Dalam Al-Qur’an (Argumentatif Al-Qur’an Terhadap Keotentikkannya), Progam Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin dan Dakwah, IAIN KEDIRI, 2024. Kata Kunci: Ray>b, Ragu/keragu-raguan, Al-Qur’an. Ray>b atau Ragu/keragu-raguan adalah sifat yang alami pada diri manusia. Maka tidak heran apabila seseorang seringkali ragu terhadap suatu peristiwa yang belum diyakini kebenarannya. Begitu juga dengan turunnya kitab suci al-Qur’an, tidak jarang ada manusia yang ragu terhadapnya. Apakah kitab suci itu benar-benar firman Tuhan sebagaimana yang umat Islam yakini kebenarannya, atau hanya karangan belaka. Metode yang di gunakan dalam penelitian ini adalah kajian pustaka (library research), yakni objek dari penelitian ini adalah jurnal, skripsi, tesis, buku-buku serta literatur lainnya yang berhubungan dengan kata ray>b dengan sumber primer. Data primer yang digunakan adalah ayat-ayat al-Qur’an dan tafsir seperti tafsir al Misbah karya M. Quraish, tafsir al-Furqon karya Imam Ahmad Hassan, Tafsir Jalalayn dan kitab tafsir pendukung lainnya. Sedangkan data sekundernya adalah hal-hal yang berkaitan dengan ray>b. Analisis data menggunakan analisis isi, kebahasaan dan pendekatan tafsir maudhu’i Hasil penelitian dari penulis adalah ray>b berasal dari kata rayaba yang berarti ragu-ragu/keraguan. Penyebutan kata ray>b didalam al-Qur’an sebanyak 17 kali. Ray>b juga memiliki kesamaan makna dengan shak. Perbedaannya adalah jika shak untuk keraguan dalam menentukan dua hal, sedangkan ray>b adalah keraguan disertai dengan kecurigaan biasanya berupa kecurigaan yang berprasangka buruk. Dari 17 kali penyebutan kata ray>b didalam al-Qur’an, terdapat 4 ayat argumentatif keotentikkan al-Qur’an pada ayat ray>b, yakni 1. Al-Qur’an sebagai petunjuk yang secara tegas menunjukkan al-Qur’an adalah kitab yang sempurna. 2. Al-Qur’an merupakan wahyu dari Allah yang mana ayat ini merupakan bantahan bagi tuduhan orang-orang kafir yang menyatakan bahwa al-Qur’an ini adalah syair atau dongeng belaka. 3. Al-Qur’an sebagai sumber hukum yang telah ditetapkan dan tidak mungkin kitab tersebut adalah karangan manusia sebagaimana tuduhan orang orang kafir. 4. Tantangan Allah terhadap orang-orang yang ragu, dalam hal ini Allah seolah-olah menantang siapa saja yang mengira al-Qur’an yang dibawakan Muhammad SAW ini datang selain Allah yakni Tuhan semesta alam.
Actions (login required)
![]() |
View Item |
