Ifadah, Atik Nur (2026) AKAD ISTISHNA' DALAM JUAL BELI BATAKO (STUDI KASUS DI UD BATAKO BAJA DESA RINGIN AGUNG KECAMATAN KEPUNG KEDIRI). Undergraduate (S1) thesis, UIN SYEKH WASIL Kediri.
|
Text
22302029_prabab.pdf Download (657kB) |
|
|
Text
22302029_bab1.pdf Download (263kB) |
|
|
Text
22302029_bab2.pdf Download (418kB) |
|
|
Text
22302029_bab3.pdf Download (207kB) |
|
|
Text
22302029_bab4.pdf Restricted to Registered users only Download (298kB) |
|
|
Text
22302029_bab5.pdf Restricted to Registered users only Download (281kB) |
|
|
Text
22302029_bab6.pdf Download (164kB) |
|
|
Text
22302029_daftarpustaka.pdf Download (182kB) |
|
|
Text
22302029_pernyataanupload.pdf Restricted to Repository staff only Download (411kB) |
Abstract
Atik Nur Ifadah. Dosen Pembimbing: Dr. Drs. H. M. Mahdil Mawahib, BA., S.H.,M.Ag dan Alwi Musa Muzaiyin, SEI.,M.Sy. Akad Istishna’ dalam Jual Beli Batako Ditinjau Dari Undang-Undang Perlindungan Konsumen (Studi Kasus Di UD Batako Baja Desa Ringin Agung Kecamatan Kepung Kediri). Skripsi. Program Studi Hukum Ekonomi Syariah. Fakultas Syariah. UIN Syekh Wasil Kediri, 2026. Kata Kunci: Istishna’, Jual Beli, Pembatalan. Dalam memenuhi kebutuhan, manusia pasti akan membutuhkan uluran tangan antara satu sama lain. Kegiatan yang sering dilakukan adalah jual beli, atau dalam fkih dinamakan dengan muamalah. Masyarakat dengan sadar atau tidak sering kali menggunakan jual beli dengan akad istishna’, seperti yang dilakukan di UD Batako Baja Desa Ringin Agung. Praktik yang dilakukan belum sepenuhnya memenuhi ketentuan hukum Islam, seperti tidak ada penjelasan secara tegas bahwa pembatalan dilarang apabila batako sudah diproses, serta uang muka tidak dapat diminta kembali. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana akad istishna’ terhadap pembatalan yang terjadi di UD Batako Baja Desa Ringin Agung, Kecamatan Kepung, Kediri. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu, empiris dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu, teknik obserasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa akad istishna’ yang dijalankan di UD Batako Baja ini belum sepenuhnya terpenuhi secara hukum Islam dengan tidak membuat kontrak perjanjian secara jelas tentang pembatalan dan penarikan uang muka kembali. Uang muka dapat dikembalikan atau tidak melihat kondisi transaksi dan pelaksanaannya. Uang muka tidak boleh untuk diminta kembali, apabila barang yang dipesan sudah diproduksi dan penjual menanggung kerugian nyata, maka uang muka itu sudah menjadi hak penjual sebagai uang kompensasi, tetapi penjual hanya boleh mengambil sesuai dengan kerugian nyata yang dialami. Kemudian uang muka bisa diambil apabila pesanan belum diproduksi sesuai dengan pesanan penjual, karena apabila uang muka hangus dianggap seperti memakan harta orang lain dengan cara bathil. Dalam kasus ini, tidak ada perjanjian sejak awal bahwa pesanan tidak dapat dibatakan dan uang muka yang masuk tidak dapat ditarik kembali, maka uang muka seharusnya dikembalikan penuh ke pembeli karena pada dasarnya batako dapat dijual kembali dan penjual tidak menanggung kerugian nyata. Selain itu pemahaman penjual dan pembeli tentang akad istishna’ juga minim sekali, hal ini yang membuat akad tidak terlaksana dengan sempurna, sehingga diperlukan penyusunan akad yang jelas agar akad terlaksana sesuai dengan syariah.
| Item Type: | Thesis (Skripsi, Tesis, Disertasi) (Undergraduate (S1)) |
|---|---|
| Subjects: | 18 LAW AND LEGAL STUDIES (Ilmu Hukum) > 1801 Law and Islamic Law > 180127 Mu'amalah (Islamic Commercial Law, Islamic Contract Law) > 18012702 Salam & Istishna’ (Indent System) |
| Divisions: | Fakultas Syariah > Jurusan Hukum Ekonomi Syariah |
| Depositing User: | ATIK NUR IFADAH |
| Date Deposited: | 25 Feb 2026 03:14 |
| Last Modified: | 25 Feb 2026 03:14 |
| URI: | https://etheses.iainkediri.ac.id:80/id/eprint/20923 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
