zidny, muhammad iqbal (2026) TRADISI NGANYARI NIKAH DALAM PERSPEKTIF SOSIOLOGI HUKUM ISLAM (Studi Kasus Desa Mandirejo Kecamatan Merakurak Kabupaten Tuban). Undergraduate (S1) thesis, UIN SYEKH WASIL KEDIRI.
|
Text
21301043_sampul - daftar isi.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
21301043_bab 1.pdf Download (265kB) |
|
|
Text
21301043_bab 2.pdf Download (499kB) |
|
|
Text
21301043_bab 3.pdf Download (183kB) |
|
|
Text
21301043_bab 4.pdf Restricted to Registered users only Download (293kB) |
|
|
Text
21301043_bab 5.pdf Restricted to Registered users only Download (236kB) |
|
|
Text
21301043_bab 6.pdf Restricted to Registered users only Download (175kB) |
|
|
Text
21301043_daftar pustaka.pdf Restricted to Registered users only Download (158kB) |
|
|
Text
21301043_surat pernyataan.pdf Restricted to Repository staff only Download (219kB) |
Abstract
Fenomena tajdidun al-nikah atau pembaruan akan nikah, yang secara lokal dikenal sebagai tradisi nganyari nikah,adalah praktik yang berkembang di masyarakat Muslim, termasuk di Desa Mandirejo, Kecamatan Merakurak Kabupaten Tuban. Praktik ini muncul sebagai respons terhadap berbagai permasalahan rumah tangga, seperti konflik internal yang berkepanjangan, kekhawatiran rusaknya pernikahan akibat ucapan talak yang tidak disengaja, kesadaran akan ketidak sempurnaan akad nikah sebelumnya, atau keyakinan adat setempat terkait hari pernikah mereka yang tidak tepat. Mereka membercayai bahwa pelaksanaan Nganyari Nikah merupakan upaya untuk mewujudkan keluarga yang sakinah,mawaddah, dan warahmah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis praktik tradisi Nganyari Nikah di Desa Mandirejo serta mengetahui pandangan masyarakat terhadap praktik ini sebagai upayamewujudkan keluarga sakinah. Penelitian ini menggunakan penedekatan kualitatif- empiris dengan analisis konsep ‘Urf (adat) dalam kaitannya denga praktik tajdidun nikah. Data dikumpulakan melalui observasi wawancara langsung kepada tokoh agama,masyarakat, dan para pelaku tradisi Nganyari Nikah dilokasi penelitian. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa praktik Nganyari Nikah di Desa Mandirejo berfungsi sebagai upaya spiritual,sosial, dan psikologis untuk memperkuat ikatan pernikahan dan menghilangkan keraguan hukum (ikhtiat) pasca konflik atau keraguan keabsahan akad. Dalam perspektif sosiologi hukum islam, praktik ini dapat dikategorikan dalam ‘Urf sahih (kebiasaan yang di anggap sahih/baik) karena bertujuan untuk tajammul (memperindah) dan ikhtiat (kehati-hatian) serta pelaksanaannya tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip syariah, serta tidak dilakukan dengan anggapan bahwa akad nikah pertama menjadi batal. Tradisi ini di terima secara luas oleh masyarakat sebagai sarana untuk mencapai keharmonisan dan ketenangan batin (sakinah) dalam rumah tangga.
| Item Type: | Thesis (Skripsi, Tesis, Disertasi) (Undergraduate (S1)) |
|---|---|
| Subjects: | 18 LAW AND LEGAL STUDIES (Ilmu Hukum) > 1801 Law and Islamic Law > 180113 Family Law (incl. Islamic Family Law, Munakahat) 18 LAW AND LEGAL STUDIES (Ilmu Hukum) > 1801 Law and Islamic Law > 180119 Law and Society (Hukum dan Masyarakat) |
| Divisions: | Fakultas Syariah > Jurusan Ahwal Al-Syakhsiyah - Hukum Keluarga Islam |
| Depositing User: | MUHAMMAD IQBAL ZIDNY |
| Date Deposited: | 22 Jan 2026 06:19 |
| Last Modified: | 22 Jan 2026 06:19 |
| URI: | https://etheses.iainkediri.ac.id:80/id/eprint/20590 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
