Tradisi ejuduaghi dalam mewujudkan keluarga sakinah dan relevansinya dengan fikih keluarga kontemporer(studi kasus di Kecamatan Omben Kabupaten Sampang Madura)

Hamfan, Kifli (2026) Tradisi ejuduaghi dalam mewujudkan keluarga sakinah dan relevansinya dengan fikih keluarga kontemporer(studi kasus di Kecamatan Omben Kabupaten Sampang Madura). Masters (S2) thesis, UIN SYEHK WASIL KEDIRI.

[img] Text
23507024_prabab.pdf

Download (667kB)
[img] Text
23507024_bab1.pdf

Download (163kB)
[img] Text
23507024_bab2.pdf

Download (225kB)
[img] Text
23507024_bab3.pdf

Download (257kB)
[img] Text
23507024_bab4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (375kB) | Request a copy
[img] Text
23507024_bab5.pdf
Restricted to Registered users only

Download (492kB) | Request a copy
[img] Text
23507024_bab6.pdf

Download (228kB)
[img] Text
24507024_daftarpustaka.pdf

Download (217kB)
[img] Text
Pernyataan_Upload Wahid.docx
Restricted to Repository staff only

Download (354kB) | Request a copy

Abstract

Tradisi ejuduaghi merupakan bentuk perjodohan berbasis kekerabatan yang masih eksis di masyarakat Madura, khususnya di Kecamatan Omben Kabupaten Sampang. Tradisi ini lahir dari sistem sosial yang menjunjung tinggi kehormatan keluarga, menjaga kesinambungan nasab, serta mempererat silaturahmi antarkerabat. Namun, dalam konteks modern, ejuduaghi sering menuai kritik karena dianggap membatasi hak individu dalam memilih pasangan hidup. Penelitian ini mengkaji tiga tujuan penelitian: praktik dan faktor yang melatarbelakangi ejuduaghi, relevansinya dalam mewujudkan keluarga sakinah, dan tinjauan fikih keluarga kontemporer terhadap tradisi ejuduaghi. Jenis penelitian ini adalah field research dengan pendekatan yuridis empiris, menggunakan teknik wawancara mendalam, observasi langsung, dan dokumentasi terhadap pasangan dari tradisi ejuduaghi, tokoh agama, serta pihak ketiga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi ejuduahi merupakan bentuk tanggung jawab orang tua dalam menjaga kehormatan (‘ird) dan kesinambungan hubungan kekerabatan. Faktor yang melatarbelakangi praktik ejuduaghi antara lain: pertama, menjaga hubungan kekerabatan agar tidak terputus; kedua, rendahnya pendidikan yang membuat orang tua menikahkan anak saat dianggap cukup umur tanpa mempertimbangkan kesiapan; ketiga, keinginan mendapatkan pasangan yang setara (kafa’ah) dalam nasab, ekonomi, agama, dan pendidikan. Relevansi tradisi ejuduaghi tidak menjadi faktor yang secara langsung menentukan terwujudnya keluarga sakinah. Tradisi ejuduaghi hanya berfungsi sebagai tahap awal dalam proses pernikahan, sedangkan ketenangan dan keharmonisan rumah tangga bergantung pada kesiapan mental, kerelaan, serta kemampuan pasangan dalam membangun komunikasi dan relasi yang sehat. Perjodohan endogami lebih berpotensi mewujudkan keluarga sakinah karena kesamaan latar belakang dan nilai, sedangkan eksogami sering menghadapi perbedaan pandangan. Pihak ketiga, baik keluarga maupun luar, tidak berpengaruh langsung terhadap keberhasilan rumah tangga. Tradisi ejuduaghi dalam praktiknya tidak selaras dengan prinsip fikih keluarga kontemporer karena adanya unsur keterpaksaan dan dominasi keluarga. Fikih keluarga kontemporer menuntut pemilihan pasangan yang berlandaskan kerelaan penuh (ridha), kesiapan psikologis, dan kesetaraan dalam pengambilan keputusan. Tradisi ejuduaghi dilakukan tanpa melibatkan persetujuan pasangan bertentangan dengan maqasid syariah yang menempatkan perlindungan martabat, kebebasan individu, dan kemaslahatan sebagai tujuan utama.

Item Type: Thesis (Skripsi, Tesis, Disertasi) (Masters (S2))
Subjects: 18 LAW AND LEGAL STUDIES (Ilmu Hukum) > 1801 Law and Islamic Law > 180113 Family Law (incl. Islamic Family Law, Munakahat)
Divisions: Program Pascasarjana > Program Studi Magister Hukum Keluarga Islam
Depositing User: Hamdan Kifli
Date Deposited: 21 Jan 2026 07:17
Last Modified: 21 Jan 2026 07:20
URI: https://etheses.iainkediri.ac.id:80/id/eprint/20568

Actions (login required)

View Item View Item