Sistem pendidikan humanis perspektif ibn khaldun dalam buku muqaddimah ibn khaldun

Fadzilah, Lu’luul Mamlukhatul (2015) Sistem pendidikan humanis perspektif ibn khaldun dalam buku muqaddimah ibn khaldun. Undergraduate (S1) thesis, IAIN Kediri.

[img] Text
932114811- Halaman judul.pdf

Download (298kB)
[img] Text
9321.148.11- Abstrak.pdf

Download (110kB)
[img] Text
932114811- Pra Bab.pdf

Download (434kB)
[img] Text
932114811-BAB I.pdf

Download (286kB)
[img] Text
932114811-BAB II.pdf

Download (172kB)
[img] Text
932114811-BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (507kB)
[img] Text
932114811-BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (150kB)
[img] Text
932114811-BAB V.pdf

Download (17kB)
[img] Text
932114811-DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (394kB)
[img] Text
932114811-BIOGRAFI PENULIS.pdf

Download (134kB)
[img] Text
932114811-LEMBAR BIMBINGAN.pdf

Download (106kB)

Abstract

Pendidikan humanis (memanusiakan manusia) adalah suatu proses membimbing, mengembangkan dan mengarahkan potensi dasar manusia baik secara jasmani maupun rohani secara seimbang dengan menghormati nilai-nilai humanis yang lainnya. Dalam hal ini Ibn Khaldun juga menyinggung pendidikan harus mengembangkan potensi-potensi yang ada pada peserta didik. Fokus penelitian ini adalah: 1) Bagaimana sistem pendidikan humanis perspektif Ibn Khaldun?, 2) Bagaimana Relevansinya dengan sistem pendidikan saat ini?. Jenis penelitian dalam skripsi ini adalah jenis penelitian Library Research. Penelitian kepustakaan bertujuan untuk mengumpulkan data atau informasi dengan bantuan bermacam-macam materi yang terdapat di ruang perpustakaan seperti buku, jurnal ilmiah, majalah, dan lain-lain. Seluruh data diperoleh dari studi pustaka dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan menggunakan content analysis yaitu penelitian yang dilakukan untuk mengungkapkan isi sebuah buku. Dari penelitian yang telah dilaksanakan diperoleh hasil penelitian yaitu, 1) Ibn Khaldun memandang peserta didik sebagai subjek didik, bukan objek didik, yang memiliki potensi yang dapat dikembangkan melalui proses pendidikan. Peserta didik sebagai subjek didik dituntut aktif dan kreatif dalam melakukan proses belajarnya, Ibn Khaldun juga melihat bahwa otak siswa bukanlah sebagai wadah yang harus dipenuhi oleh pengetahuan-pengetahuan yang dimiliki seorang guru, tetapi ia merupakan sebuah potensi yang dapat tumbuh dan berkembang serta siap dan menerima sesuatu secara berproses, dengan jalan pemahaman, dan usaha pemikiran melalui kreativitas otak. 2) Pendidikan humanis Ibn Khaldun relevan dengan pendidikan saat ini yang terdapat dalam undang-undang sisdiknas. Mengenai peserta didik, pendidik dan proses pembelajarannya, yang menganggap peserta didik sebagai subyek yang harus mengembangkan potensi yang ada pada dirinya melalui pendidikan. Seorang pendidik harus memiliki sifat profesional untuk meningkatkan mutu pendidikan dan harus memiliki sifat teladan dan sifat lemah lembut dalam pembelajaran. Sedangkan dalam prosesnya pendidik dan peserta didik adalah saling belajar.

Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Subjects: 13 EDUCATION > 1301 Education Systems > 130108 Technical, Further and Workplace Education
Divisions: Fakultas Tarbiyah > Jurusan Pendidikan Agama Islam
Depositing User: Muh Hamim
Date Deposited: 05 Nov 2019 02:18
Last Modified: 05 Nov 2019 02:18
URI: http://etheses.iainkediri.ac.id/id/eprint/813

Actions (login required)

View Item View Item