Upacara Tingkeban Sebagai Kearifan Lokal Dalam Penguatan Nilai Islam Di Desa Barurejo Kecamatan Sambeng Kabupaten Lamongan

Nabella Fanny, Fanny (2022) Upacara Tingkeban Sebagai Kearifan Lokal Dalam Penguatan Nilai Islam Di Desa Barurejo Kecamatan Sambeng Kabupaten Lamongan. Undergraduate (S1) thesis, IAIN Kediri.

[img] Text
933102517_prabab.pdf

Download (688kB)
[img] Text
933102517_bab1.pdf

Download (294kB)
[img] Text
933102517_bab2.pdf

Download (188kB)
[img] Text
933102517_bab3.pdf

Download (157kB)
[img] Text
933102517_bab4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (538kB)
[img] Text
933102517_bab5.pdf
Restricted to Registered users only

Download (194kB)
[img] Text
933102517_bab6.pdf

Download (126kB)
[img] Text
933102517_daftarpustaka.pdf

Download (169kB)
[img] Text
933102517_suratpernyataan.pdf

Download (636kB)

Abstract

ABSTRAK Nabella Fanny, 2022. Upacara Tingkeban Sebagai Kearifan Lokal Dalam Penguatan Nilai Islam di Desa Barurejo Kecamatan Sambeng Kabupaten Lamongan, skripsi, Program Studi Agama-agama, Fakultas Ushuluddin dan Dakwah, IAIN Kediri. Pembimbing (1) Dr. Mohammad Arif, MA dan Pembimbing (2) Asy’ari M.Ag. Kata Kunci: Kearifan Lokal, Nilai-nilai Agama Desa Barurejo merupakan desa yang berada di Kabupaten Lamongan tepatnya di Kecamatan Sambeng, desa ini sangat menjunjung tinggi budaya lokal salah satunya ialah tradisi tingkeban. Tradisi tingkeban menurut masyarakat Desa Barurejo merupakan tradisi lokal. Tradisi ini dikemas menjadi sebuah tradisi yang lebih Islami tetapi tetap dengan melakukan serangkaian adat Jawa, tradisi tingkeban ialah salah satu tradisi masyarakat Jawa yang dilakukan secara turun temurun. Upacara ini dilakukan ketika ada seorang wanita yang mengandung yang usia kandunganya mencapai tujuh bulan. Yang pada dasarnya tradisi ini merupakan ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT karena telah dianugerahi seorang anak dan memohon do’a kepada Allah SWT agar bayi yang ada dalam kandungan dan si ibu diberikan kelancaran dan keselamatan saat melahirkan. Untuk menjawab hal tersebut, penelitian ini menggunakan bantuan dari teori Cliforrd Geertz yaitu agama sebagai sistem budaya. Dalam penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Adapun pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Dengan subjek / informan sebanyak 6 orang terdiri atas 2 pejabat Desa, 1 tokoh agama dan 3 warga Desa Barurejo. Dengan menggunakantahapan analisis data dan pengecekan keabsahan data. Dari hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa tradisi tingkeban di Desa Barurejo merupakan kearifan lokal karena pada dasarnya tradisi ini sudah dilakukan oleh sesepuh atau nenek moyang pada zaman dahulu. Pelaksanaanya dikemas secara Islami tapi dengan tetap menggunakan serangkaian adat Jawa. Nilai-nilai yang tidak bertentangan dengan ajaran Islam tetap dilestarikan, sementara yang bertentangan dengan ajaran Islam ditinggalkan. Hal ini karena pola pikir masyarakat yang religius. Dalam pelaksanaan tingkeban dihidangkan beberapa jenis makanan khas Jawa sebagai sedekah dan syarat melaksanakan upacara tingkeban. Proses pelaksanaan tradisi tingkeban ada beberapa tata cara yaitu seperti siraman, pecah kelapa dan juga istigosah. Nilai-nilai Islam dalam tradisi tingkeban ini yaitu adanya pembacaan doa dan surah-surah pilihan yaitu surah Maryam, surah Yusuf dan surah Lukman.

Item Type: Thesis (Skripsi, Tesis, Disertasi) (Undergraduate (S1))
Subjects: 22 PHILOSOPHY AND RELIGIOUS STUDIES (Filosofi dan Studi Agama) > 2204 Religion and Religious Studies (Agama dan Studi Agama) > 220407 Studies in Religious Traditions (excl. Eastern, Jewish, Christian and Islamic Traditions)
Divisions: Fakultas Ushuluddin > Jurusan Studi Agama-agama
Depositing User: Nabella Fanny
Date Deposited: 06 Sep 2022 06:46
Last Modified: 06 Sep 2022 06:46
URI: https://etheses.iainkediri.ac.id:80/id/eprint/5944

Actions (login required)

View Item View Item