Faktor Penghambat Pelaksanaan Sema No. 2 Tahun 2019 Terhadap Pemenuhan Hak-Hak Perempuan Pasca Cerai Gugat Di Pengadilan Agama Kabupaten Kediri

Kurniawan, Moch Ichwan (2022) Faktor Penghambat Pelaksanaan Sema No. 2 Tahun 2019 Terhadap Pemenuhan Hak-Hak Perempuan Pasca Cerai Gugat Di Pengadilan Agama Kabupaten Kediri. Undergraduate (S1) thesis, IAIN Kediri.

[img] Text
931109718_prabab.pdf
Restricted to Registered users only until 2023.

Download (1MB)
[img] Text
931109718_bab1.pdf
Restricted to Repository staff only until 2023.

Download (464kB)
[img] Text
931109718_bab2.pdf
Restricted to Repository staff only until 2023.

Download (599kB)
[img] Text
931109718_bab3.pdf
Restricted to Registered users only until 2023.

Download (462kB)
[img] Text
931109718_bab4.pdf
Restricted to Registered users only until 2023.

Download (464kB)
[img] Text
931109718_bab5.pdf
Restricted to Registered users only until 2023.

Download (460kB)
[img] Text
931109718_bab6.pdf
Restricted to Registered users only until 2023.

Download (205kB)
[img] Text
931109718_daftarpustaka.pdf
Restricted to Registered users only until 2023.

Download (424kB)
[img] Text
931109718_lampiran.pdf
Restricted to Registered users only until 2023.

Download (4MB)
[img] Text
931109718_suratpernyataan.pdf
Restricted to Registered users only until 2023.

Download (415kB)

Abstract

ABSTRAK MOCH ICHWAN KURNIAWAN, Dosen Pembimbing Dr. Hj. Nurul Hanani, M.HI dan Rezki Suci Qamaria, M. Psi: Faktor Penghambat Pelaksanaan SEMA No. 2 Tahun 2019 terhadap Pemenuhan Hak-Hak Perempuan Pasca Cerai Gugat di Pengadilan Agama Kabupaten Kediri. Syariah, IAIN Kediri 2022. Kata Kunci: SEMA No. 2 Tahun 2019, Hak-Hak Perempuan, Cerai Gugat. Tujuan penelitian ini yakni menggali faktor penghambat pelaksanaan SEMA No.2 Tahun 2019 terhadap pemenuhan hak-hak perempuan pasca cerai gugat di Pengadilan Agama Kabupaten Kediri dan solusi yang diberikan hakim terhadap istri cerai gugat yang disebabkan nusyusnya suami. Dimana isi dari SEMA dan PERMA tersebut memperbolehkan seorang istri cerai gugat untuk meminta hak-haknya pasca cerai, yakni nafkah iddah dan Nafkah mut’ah. Penelitian ini menggunakan pendekatan hukum empiris yang merupakan pendekatan untuk mengetahui fakta-fakta yang terjadi di lapangan. Sumber data primer yakni wawancara dengan Hakim Pengadilan Agama Kabupaten Kediri dan wawancara istri cerai gugat di Pengadilan Agama Kabupaten Kediri Data sekunder yakni. Penelitian terdahulu seperti skripsi, tesis, jurnlal dll. Pengumpulan data tersebut ditempuh dengan langkah yaitu Observasi, wawancara, dokumentasi, dan literatur review. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan bahwasanya Aturan ini pada hakikatnya dapat terlaksana di Pengadilan Agama Kab. Kediri tetapi pada pelaksanaannya belum ada istri cerai gugat yang mendapatkan hak-haknya, bahwa yang menjadi faktor penghambat pelaksanaan SEMA No. 2 Tahun 2019 tentang pemberlakuan hasil rapat pleno kamar Mahkamah Agung tahun 2019 sebagai pedoman pelaksanaan tugas bagi pengadilan terhadap pemenuhan hak-hak perempuan pasca cerai gugat dapat dibagi menjadi dua yakni faktor internal dan faktor eksternal, faktor internal anatara lain adalah ketidakhadiran salah satu pihak, dalam hal ini suami sebagai tergugat, apabila suami tidak hadir maka sulit bagi hakim membebankan nafkah kepada suami nya, karena berkenaan dengan kewajiban dari suami, faktor internal yang kedua adalah hak eks officio hakim yang tidak digunakan terhadap perkara cerai gugat yang tidak dihadiri kedua belah pihak, tetapi apabila sama-sama hadir maka hak eks officio hakim dapat diberikan, faktor eksternal yakni kurangnya pengetahuan istri cerai gugat tentang hukum, yang pada akhirnya istri tidak meminta hak tersebut, yang kedua yakni istri yang tidak meminta hak-hak tersebut karena sudah tidak ingin memiliki hubungan lagi dengan suaminya. Solusinya adalah menghadirkan suami cerai gugat dalam persidangan agar dapat menjadi pertimbangan hakim memutus perkara cerai gugat dengan seadil-adilnya, solusi yang kedua adalah melakukan mediasi apabila kedua belah pihak hadir, selain itu hakim juga mengupayakan pasangan suami-istri rukum kembali dalam rumah tangga, karena pada hakikatnya Pengadilan Agama adalah tempat memperbaiki hubungan suami dan istri yang mengalami keretakan dalam rumah tangga.

Item Type: Thesis (Skripsi, Tesis, Disertasi) (Undergraduate (S1))
Subjects: 18 LAW AND LEGAL STUDIES (Ilmu Hukum) > 1801 Law and Islamic Law > 180113 Family Law (incl. Islamic Family Law, Munakahat)
18 LAW AND LEGAL STUDIES (Ilmu Hukum) > 1801 Law and Islamic Law > 180128 Islamic Family Law > 18012807 Talaq, Khulu'(Divorce)
Divisions: Fakultas Ekonomi dan Bisnis > Jurusan Ekonomi Syariah
Depositing User: Moch Ichwan Kurniawan
Date Deposited: 02 Jun 2022 04:52
Last Modified: 03 Jun 2022 07:03
URI: https://etheses.iainkediri.ac.id:80/id/eprint/4565

Actions (login required)

View Item View Item