Mujib, Abdul (2026) KONTESTASI DAN KONSOLIDASI TOLERANSI BERAGAMA PADA MASYARAKAT MULTIRELIGI DI KABUPATEN KEDIRI. Doctoral (S3) thesis, UIN Syekh Wasil Kediri.
|
Text
22531002_prabab.pdf Download (891kB) |
|
|
Text
22531002_bab1.pdf Download (510kB) |
|
|
Text
22531002_bab2.pdf Download (636kB) |
|
|
Text
22531002_bab3.pdf Download (374kB) |
|
|
Text
22531002_bab4.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) |
|
|
Text
22531002_bab5.pdf Restricted to Registered users only Download (742kB) |
|
|
Text
22531002_bab6.pdf Download (211kB) |
|
|
Text
22531002_daftarpustaka.pdf Download (398kB) |
|
|
Text
22531002_Pernyataan_Upload.pdf Restricted to Repository staff only Download (216kB) |
Abstract
Penelitian ini mengkaji bagaimana toleransi beragama terbentuk, dipraktikkan, dan dipertahankan dalam kehidupan sehari-hari pada masyarakat multireligi di Kabupaten Kediri, dengan fokus pada Desa Besowo dan Desa Kalipang. Berangkat dari pertanyaan mengenai dinamika hubungan antar agama, bentuk-bentuk kontestasi dan konsolidasi, serta pemanfaatan modal sosial, simbolik, dan kultural, penelitian ini menggunakan pendekatan studi agama-agama untuk membaca praktik toleransi sebagai fenomena sosial yang hidup, tidak statis, dan selalu dinegosiasikan. Data diperoleh melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam dengan informan kunci, dan pembacaan arena sosial yang memungkinkan pengungkapan logika praktik yang tidak tampak dalam pernyataan normatif warga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa toleransi di Kediri bukanlah harmoni tanpa ketegangan, tetapi produk dari interaksi panjang antar kelompok agama yang melibatkan negosiasi, kontrol diri, dan mekanisme sosial yang telah mengakar. Kontestasi hadir dalam bentuk perbedaan ritual, klaim genealogis, dan dinamika posisi tokoh, sementara konsolidasi muncul melalui gotong-royong, musyawarah informal, dan legitimasi tokoh adat dan agama yang dihormati. Interaksi berulang antara kontestasi dan konsolidasi tersebut menghasilkan habitus toleransi, yaitu kecenderungan praktik warga untuk menjaga hubungan baik, meredam konflik, dan mengutamakan ketertiban sosial. Praktik toleransi bertahan melalui pemanfaatan modal sosial berupa jejaring kekerabatan lintas agama, modal simbolik para tokoh lokal, serta modal kultural berupa ritus dan tradisi desa yang menjadi rujukan bersama. Penelitian ini memberikan kontribusi konseptual penting dengan menawarkan model dialektika kontestasi dan konsolidasi sebagai dasar terbentuknya habitus toleransi, sekaligus menunjukkan bahwa toleransi merupakan hasil depolitisasi simbolik dan konversi modal dalam arena sosial. Toleransi di Kediri ditemukan kuat, responsif terhadap provokasi eksternal, tetapi tetap memiliki batas ketika terjadi perubahan dalam distribusi modal atau melemahnya peran tokoh kunci. Temuan ini memperluas pemahaman tentang toleransi sebagai fenomena sosial yang bukan hanya bergantung pada nilai moral dan ajaran agama, tetapi pada kemampuan masyarakat mengelola perbedaan secara terus-menerus melalui praktik komunal, relasi sosial, dan struktur modal yang mereka bangun dan rawat bersama.
| Item Type: | Thesis (Skripsi, Tesis, Disertasi) (Doctoral (S3)) |
|---|---|
| Subjects: | 22 PHILOSOPHY AND RELIGIOUS STUDIES (Filosofi dan Studi Agama) > 2204 Religion and Religious Studies (Agama dan Studi Agama) > 220405 Religion and Society |
| Divisions: | Program Pascasarjana > Program Studi Doktor Studi Islam |
| Depositing User: | ABDUL MUJIB |
| Date Deposited: | 07 Sep 2026 06:31 |
| Last Modified: | 07 Sep 2026 06:31 |
| URI: | https://etheses.iainkediri.ac.id:80/id/eprint/24695 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
