Nurhidayah, Tia (2026) HUBUNGAN IDENTITAS SOSIAL DENGAN PERILAKU AGRESIF PADA ANGGOTA PENCAK SILAT PAGAR NUSA RANTING PAGU. Undergraduate (S1) thesis, UIN Syekh Wasil Kediri.
|
Text
22104035_prabab.pdf Download (330kB) |
|
|
Text
22104035_bab1.pdf Download (327kB) |
|
|
Text
22104035_bab2.pdf Download (270kB) |
|
|
Text
22104035_bab3.pdf Download (348kB) |
|
|
Text
22104035_bab4.pdf Download (443kB) |
|
|
Text
22104035_bab5.pdf Download (261kB) |
|
|
Text
22104035_bab6.pdf Download (214kB) |
|
|
Text
22104035_daftarpustaka.pdf Download (191kB) |
|
|
Text
2104035_lampiran.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
Pernyataan Publikasi 22104035.pdf Restricted to Repository staff only Download (250kB) |
Abstract
Kata Kunci : Hubungan, Identitas Sosial, Perilaku Agresif, Pencak Silat Penelitian ini dilatarbelakangi oleh maraknya insiden kekerasan fisik dan gesekan antar perguruan pencak silat di Kabupaten Kediri, yang menunjukkan adanya kesenjangan antara nilai luhur bela diri dengan realitas perilaku anggota di lapangan. Pokok persoalan yang menjadi perhatian dalam penelitian adalah adanya indikasi bahwa identitas sosial yang kuat justru memicu perilaku agresif sebagai bentuk perlindungan atau afirmasi terhadap kelompoknya. Penelitian bertujuan untuk mengetahui tingkat identitas sosial, tingkat perilaku agresif, serta membuktikan secara empiris hubungan antara kedua variabel tersebut pada anggota Pencak Silat Pagar Nusa di Ranting Pagu, PAC. Wates, PC. Kediri. Pendekatan kuantitatif dengan jenis korelasional digunakan dalam penelitian ini dengan melibatkan 70 anggota aktif anggota pencak Silat Pagar Nusa Ranting Pagu yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Instrumen penelitian menggunakan skala identitas sosial diambil dari Teori Tajfel dan Turner, sedangkan skala Perilaku Agresif berdasarkan teori Bussy & Perry. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner secara daring menggunakan G-Form dengan teknik uji coba terpakai. Uji korelasi Pearson Product Moment digunakan dalam analisis data dengan bantuan IBM SPSS Versi 26. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat identitas sosial mayoritas berada pada kategori sedang (38,6%) dan tingkat perilaku agresif mayoritas berada pada kategori sedang (35,7%). Berdasarkan uji hipotesis, ditemukan hubungan negatif yang signifikan antara identitas sosial dan perilaku agresif, dibuktikan dengan nilai korelasi -0,490 dan nilai sig 0,000 < 0,05. Artinya, semakin tinggi identitas sosial anggota, maka tingkat perilaku agresifnya justru semakin rendah karena adanya internalisasi nilai disiplin organisasi yang berfungsi sebagai kontrol diri.
| Item Type: | Thesis (Skripsi, Tesis, Disertasi) (Undergraduate (S1)) |
|---|---|
| Subjects: | 17 PSYCHOLOGY AND COGNITIVE SCIENCES (Ilmu Psikologi dan Kognitif) > 1701 Psychology > 170113 Social and Community Psychology |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin > Jurusan Psikologi Islam |
| Depositing User: | TIA NURHIDAYAH |
| Date Deposited: | 27 Aug 2026 07:06 |
| Last Modified: | 27 Aug 2026 07:06 |
| URI: | https://etheses.iainkediri.ac.id:80/id/eprint/24629 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
