Pencegahan Konflik Waris Dengan Hibah Dalam Konteks Pernikahan Poligami Perspektif Maqashid Syari’ah (Studi Kasus di Desa Kebonagung Kecamatan Balerejo Kabupaten Madiun)

Shilahuddin, Nashirul Haq (2025) Pencegahan Konflik Waris Dengan Hibah Dalam Konteks Pernikahan Poligami Perspektif Maqashid Syari’ah (Studi Kasus di Desa Kebonagung Kecamatan Balerejo Kabupaten Madiun). Masters (S2) thesis, UIN Syekh Wasil Kediri.

[img] Text
22507013_PraBab.pdf

Download (960kB)
[img] Text
22507013_Bab1.pdf

Download (367kB)
[img] Text
22507013_Bab2.pdf

Download (531kB)
[img] Text
22507013_Bab3.pdf

Download (309kB)
[img] Text
22507013_Bab4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (327kB)
[img] Text
22507013_Bab5.pdf
Restricted to Registered users only

Download (378kB)
[img] Text
22507013_Bab6.pdf

Download (219kB)
[img] Text
22507013_DaftarPustaka.pdf

Download (273kB)
[img] Text
22507013_Lampiran.pdf
Restricted to Registered users only

Download (954kB)

Abstract

Hukum waris dalam Islam telah diatur secara tegas, termasuk dalam konteks warisan pada pernikahan poligami. Namun, sistem hukum waris di Indonesia masih bersifat majemuk, yang mengakibatkan beragam pemahaman dan penerapan hukum waris di tengah masyarakat. Penelitian ini menelaah penerapan sistem hibah dalam perkawinan poligami sebagai upaya untuk menghindari konflik warisan di Desa Kebonagung Kecamatan Balerejo Kabupaten Madiun. Warga setempat cenderung memilih mekanisme hibah ini sebagai alternatif daripada mengikuti ketentuan hukum waris secara formal, karena dinilai lebih preventif dalam mencegah perselisihan antar ahli waris. Praktik hibah tersebut muncul sebagai respon terhadap kebutuhan masyarakat untuk menyelesaikan masalah waris melalui musyawarah. Penelitian ini juga meninjau praktik tersebut dari prinsip maqashid syari’ah Jasser Auda. Penelitian ini menerapkan metode penelitian hukum empiris dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Data yang digunakan mencakup data primer dan data sekunder. Proses pengumpulan data dilakukan secara observasi, wawancara, serta dokumentasi, dengan penekanan pada aspek fungsi sosial, nilai-nilai budaya, serta nilai maqashid syariah dalam pelaksanaan hibah. Kemudian hasil penelitian dikaji menggunakan metode analisis deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan dua temuan utama. Pertama, dari sudut pandang hukum di Indonesia, praktik hibah kepada istri dan anak dalam perkawinan poligami di Desa Kebonagung Kecamatan Balerejo Kabupaten Madiun, belum mengacu pada ketentuan dalam Kompilasi Hukum Islam Pasal 210, yang menyatakan bahwa hibah maksimal seharusnya sepertiga dari harta. Namun, dalam praktiknya, seluruh harta warisan diberikan melalui hibah. Kedua, menurut perspektif maqashid syari’ah Jasser Auda, pemberian hibah dinilai mampu melindungi lima prinsip pokok; agama, jiwa, akal, keturunan, dan harta. Praktik hibah yang dilakukan tersebut mencerminkan penerapan hukum Islam yang mengedepankan kemashlahatan. Temuan ini menunjukkan perlunya pembaruan atau perbaikan terhadap hukum waris Islam agar lebih selaras dengan keberagaman keberagaman masyarakat. Hibah tidak hanya mencerminkan sistem sosial yang terbuka terhadap perkembangan zaman. Tetapi juga menjadi alternatif praktis untuk pencegahan konflik dalam pembagian waris.

Item Type: Thesis (Skripsi, Tesis, Disertasi) (Masters (S2))
Subjects: 18 LAW AND LEGAL STUDIES (Ilmu Hukum) > 1801 Law and Islamic Law > 180127 Mu'amalah (Islamic Commercial Law, Islamic Contract Law) > 18012717 Hibah & Hadiah
Divisions: Program Pascasarjana > Program Studi Magister Hukum Keluarga Islam
Depositing User: NASHIRUL HAQ SHILAHUDDIN
Date Deposited: 06 Aug 2026 08:18
Last Modified: 06 Aug 2026 08:18
URI: https://etheses.iainkediri.ac.id:80/id/eprint/24464

Actions (login required)

View Item View Item