Ilhami, Muhammad Irgi (2026) Analisis Pertimbangan Hakim Terhadap Shiqāq Sebagai Alasan Perceraian Ditinjau Dalam Madzhab Syafi’i Dan Maslahah (Studi Putusan Nomor 507/Pdt.G/2020/Pa.Kdr). Undergraduate (S1) thesis, UIN Syekh Wasil Kediri.
|
Text
22301006_prabab.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
22301006, BAB 1.pdf Download (779kB) |
|
|
Text
22301006, BAB 2,.pdf Restricted to Registered users only Download (353kB) |
|
|
Text
22301006, BAB 3.pdf Restricted to Registered users only Download (351kB) |
|
|
Text
22301006, BAB 4.pdf Download (230kB) |
|
|
Text
22301006, Daftar Pustaka.pdf Download (218kB) |
|
|
Text
22301006, lampiran.pdf Restricted to Repository staff only Download (6MB) |
|
|
Text
Pernyataan_Upload_22301006.pdf Download (257kB) |
Abstract
Dalam praktek perkawinan tidak semua pasangan suami dan istri dapat mewujudkan tujuan keluarga sakinah, mawadah, dan rahmah., dikarenakan munculnya konflik atau pertikaian dalam rumah tangga, pertikaian dalam rumah tangga adalah hal yang lumrah terjadi dalam hubaunggan suami istri. akan tetapi jika pertikaian terjadi secara terus-menerus (shiqāq) akan berujung pada perceraian. Hal ini terjadi pada putusan No.507/Pdt.G/2020/PA.Kdr. yang memutuskan perceraian akibat shiqāq atau pertengkarang secara terus-menerus. Menariknya pada pertimbangan hakim tidak dapat menemukan bukti secara eksplisit tentang pertengkaran secara trus-menerus (shiqāq) pada kedua belah pihak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pertimbangan hakim pada putusan tersebut menganalisis kesesuaian antara putusan tersebut dengan madzhab Syafi’i sekaligus meninjau kemaslahatan pada putusan tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian hukum normatif mengunakan pendekatan perundang-undangan (statute approach) dengan pendekatan kasus (case approach). Sumber bahan hukum yang digunakan meliputi bahan hukum primer berupa Putusan Nomor 507/Pdt.G/2020/PA.Kdr. UU No. 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan, dan Kompilasi Hukum Islam, serta bahan hukum sekunder berupa buku, jurnal, dan literatur fiqih madzhab Syafi’i. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi kepustakaan dan dianalisis secara normatif-deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hakim dalam Putusan Nomor 507/Pdt.G/2020/PA.Kdr. mengabulkan gugatan perceraian dengan dasar adanya ketidakharmonisan rumah tangga, meskipun perselisihan yang berlangsung terus-menerus (shiqāq) tidak dapat dibuktikan akan tetapi adanya ketidak cocokan antara para pihak, pisah tempat tinggal, serta gagalnya upaya perdamaian yang dilakukan oleh keluarga maupun melalui mediasi di pengadilan dapat memperkuat Pertimbangan majelis hakim pada penggunaan Pasal 19 huruf (f) PP Nomor 9 Tahun 1975 jo. Pasal 116 huruf (f) Kompilasi Hukum Islam. Ditinjau dari perspektif madzhab Syafi’i, substansi pertimbangan hakim pada dasarnya sejalan dengan konsep shiqāq karena telah menunjukkan hilangnya tujuan perkawinan dan munculnya kemudaratan yang berkelanjutan. Dengan demikian, pertimbangan hakim menerapkan indikator normatif shiqāq dalam aspek sosiologis sehingga putusan ini sesuai dengan yang dijelaskan dalam literatur fiqih Syafi’iyyah yakni adanya broken marriage. Putusan tersebut dilihat dari perspektif maslahah, pertimbangan hakim ini dapat dikategorikan sebagai upaya menjaga jiwa (ḥifẓ al-nafs) dan menjaga ketenteraman hidup para pihak.
| Item Type: | Thesis (Skripsi, Tesis, Disertasi) (Undergraduate (S1)) |
|---|---|
| Subjects: | 18 LAW AND LEGAL STUDIES (Ilmu Hukum) > 1801 Law and Islamic Law > 180113 Family Law (incl. Islamic Family Law, Munakahat) |
| Divisions: | Fakultas Syariah > Jurusan Ahwal Al-Syakhsiyah - Hukum Keluarga Islam |
| Depositing User: | MUHAMMAD IRGI ILHAMI |
| Date Deposited: | 07 Aug 2026 03:04 |
| Last Modified: | 07 Aug 2026 03:04 |
| URI: | https://etheses.iainkediri.ac.id:80/id/eprint/24351 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
