Rusli, Almunauwar Bin (2026) Jihad Tarbiyah : Studi Aktivisme Sosial-Religius Muslimah Wahdah Islamiyah di Manado Pascareformasi. Doctoral (S3) thesis, UIN Syekh Wasil Kediri.
|
Text
23531002_prabab.pdf Download (426kB) |
|
|
Text
23531002_bab1.pdf Download (262kB) |
|
|
Text
23531002_bab2.pdf Download (418kB) |
|
|
Text
23531002_bab3.pdf Download (218kB) |
|
|
Text
23531002_bab4.pdf Restricted to Registered users only Download (471kB) |
|
|
Text
23531002_bab5.pdf Restricted to Registered users only Download (781kB) |
|
|
Text
23531002_bab6.pdf Download (194kB) |
|
|
Text
23531002_daftarpustaka.pdf Download (247kB) |
|
|
Text
Lembar Pernyataan Persetujuan Publikasi .pdf Download (269kB) |
Abstract
Studi ini berangkat dari kurangnya analisis akademis mengenai dinamika jihad tarbiyah yang dilakukan Muslimah Wahdah Islamiyah di kawasan minoritas Islam seperti Manado, Sulawesi Utara. Pengabaian akademik terhadap kajian-kajian mengenai kelompok Salafi minoritas di Manado disebabkan oleh tiga faktor. Pertama, faktor dominasi narasi toleransi elit. Kedua, faktor privasi religius. Ketiga, faktor pergeseran fokus geopolitik keagamaan. Sedangkan secara umum, para pengamat mengklaim bahwa identitas warga Salafi kurang kompatibel dengan semangat demokrasi Indonesia. Studi ini menggunakan penelitian fenomenologi sosial sejak Juni 2025- April 2026. Fenomenologi sosial berfokus pada kesadaran subjektif, konstruksi makna, situasi biografis dan sikap natural. Untuk mengkaji fenomena migrasi, motif dan praktik jihad tarbiyah, peneliti menggunakan teori travelling, konstruksi realitas sosial dan tindakan sosial. Adapun pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pendekatan institusional, integralisme Islam dan fikih perempuan. Studi ini menemukan tiga hal penting. Pertama, migrasi Wahdah Islamiyah di Manado terjadi sejak tahun 2008 melalui jaringan Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab (STIBA) Makassar dan terbentuk menjadi organisasi resmi tahun 2014. Kedua, motif jihad tarbiyah Muslimah Wahdah Islamiyah di Manado terbentuk karena faktor memori kolektif makro yaitu pelarangan jilbab tahun 1982 serta kebijakan asas tunggal Pancasila tahun 1985 dan faktor memori kolektif mikro yaitu peristiwa pembatasan pengajaran agama dan ibadah di Universitas Sam Ratulangi dan Universitas Negeri Manado. Selain itu, mereka memiliki hasrat masa depan untuk mewujudkan sistem kewarganegaraan Al-Qur’an. Ketiga, praktik jihad tarbiyah Muslimah Wahdah Islamiyah di Manado termanifestasikan dalam program pembentukan ulama dan pembentukan umara. Secara teoritis, studi ini menawarkan paradigma tarbiyah feminis. Sedangkan secara praktis, penelitian ini memberikan standar pedoman pelaksanaan tarbiyah profetik berwawasan Ihya’ Huquq al-Mar’ah. Kata Kunci : Jihad Tarbiyah, Muslimah Wahdah Islamiyah, Migrasi, Motif, Manifestasi
| Item Type: | Thesis (Skripsi, Tesis, Disertasi) (Doctoral (S3)) |
|---|---|
| Subjects: | 16 STUDIES IN HUMAN SOCIETY (Studi Kemasyarakatan, incl : sosiologi) > 1608 Sociology > 160809 Sociology of Education |
| Divisions: | Program Pascasarjana > Program Studi Doktor Studi Islam |
| Depositing User: | Almunauwar Bin Rusli |
| Date Deposited: | 24 Jul 2026 02:20 |
| Last Modified: | 24 Jul 2026 02:20 |
| URI: | https://etheses.iainkediri.ac.id:80/id/eprint/24326 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
