Mariyam, Siti (2026) Stigmatisasi dan akomodasi komunikasi perempuan bercadar pada Majelis Muslimah Madura. Doctoral (S3) thesis, UIN Syekh Wasil Kediri.
|
Text
23531017_prabab.pdf Download (4MB) |
|
|
Text
23531017_bab1.pdf Download (430kB) |
|
|
Text
23531017_bab2.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
23531017_bab3.pdf Download (346kB) |
|
|
Text
23531017_bab4.pdf Restricted to Registered users only Download (3MB) |
|
|
Text
23531017_bab5.pdf Restricted to Registered users only Download (10MB) |
|
|
Text
23531017_bab6.pdf Download (192kB) |
|
|
Text
23531017_daftar_pustaka.pdf Download (235kB) |
|
|
Text
Pernyataan_Upload SITI MARIYAM.pdf Restricted to Repository staff only Download (315kB) |
Abstract
Cadar tidak sekadar simbol religius, tetapi telah direduksi menjadi penanda kecurigaan sosial yang mengaitkan perempuan pemakainya dengan radikalisme dan eksklusivitas. Di Madura yang kerap diasumsikan religius dan homogen, realitas justru menunjukkan paradoks: perempuan bercadar tetap diposisikan sebagai “yang lain” di dalam ruang sosial yang sama-sama berbasis agama. Berangkat dari ketegangan tersebut, penelitian ini menganalisis bagaimana stigmatisasi, strategi akomodasi komunikasi, dan peran akomodasi komunikasi dalam membangun penerimaan sosial terhadap perempuan bercadar di Majelis Muslimah Madura. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologi dengan partisipan perempuan bercadar anggota Majelis Muslimah Madura (M3). Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipasi, dan dokumentasi, serta dianalisis melalui integrasi interaksionisme simbolik, teori akomodasi komunikasi, dan teori praktik sosial (habitus, modal, dan arena) dalam konteks budaya Madura. Temuan penelitian menegaskan bahwa: (1) Stigma beroperasi sebagai proses sosial berlapis yang bergerak dari pelabelan, stereotip, dan prasangka menuju diskriminasi hingga pengucilan. Namun, stigma tidak berhenti sebagai tekanan eksternal, melainkan dinegosiasikan secara reflektif melalui makna, bahasa, dan pemikiran. Dalam proses ini, stigma dipahami sebagai reaksi sosial atas perbedaan, kesalahpahaman terhadap simbol cadar, hingga sebagai ujian dalam proses hijrah. Dalam dinamika ini, perempuan bercadar tampil sebagai aktor yang secara aktif mengelola interaksi sosialnya, bukan sekadar sebagai objek stigma. (2) Akomodasi komunikasi menjadi arena utama negosiasi tersebut. Konvergensi menjadi strategi dominan, terutama fleksibilitas identitas dan diam adaptif sebagai ketahanan sunyi (silent resilience) dalam menghadapi tekanan sosial. Sebaliknya, divergensi digunakan secara selektif sebagai strategi afirmatif untuk menegaskan makna identitas dan menjaga martabat ketika relasi sosial tidak lagi setara. Dengan demikian, praktik komunikasi tidak bersifat reaktif, melainkan hasil pembacaan situasi sosial yang cermat dan kontekstual. (3) Penerimaan sosial tidak terbentuk melalui asimilasi, melainkan melalui proses negosiasi yang berlangsung secara bertahap melalui dua mekanisme, yaitu negosiasi komunikasi pada fase awal dan habituasi sosial pada fase lanjutan. Melalui interaksi yang berulang dan konsisten, stigma tidak dihapus, tetapi dilemahkan hingga kehilangan daya eksklusinya, sementara cadar secara bertahap menjadi bagian yang familiar dan wajar dalam kehidupan sosial. Atas dasar itu, penelitian ini merumuskan Model Akomodasi Habituatif, yaitu akomodasi komunikasi yang dijalankan secara reflektif, kontekstual, dan konsisten hingga membentuk habituasi sosial-membuka jalan bagi pengakuan dan penerimaan. Temuan ini menegaskan bahwa akomodasi komunikasi tidak hanya merupakan strategi penyesuaian, tetapi juga mekanisme transformasi sosial dari stigma menuju penerimaan.
| Item Type: | Thesis (Skripsi, Tesis, Disertasi) (Doctoral (S3)) |
|---|---|
| Subjects: | 20 LANGUAGE, COMMUNICATION AND CULTURE (Ilmu Bahasa, Komunikasi dan Budaya) > 2099 Other Language, Communication and Culture > 209999 Language, Communication and Culture not elsewhere classified |
| Divisions: | Program Pascasarjana > Program Studi Doktor Studi Islam |
| Depositing User: | SITI MARIYAM |
| Date Deposited: | 23 Jul 2026 04:37 |
| Last Modified: | 23 Jul 2026 04:37 |
| URI: | https://etheses.iainkediri.ac.id:80/id/eprint/24294 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
