Pratiwi, Anggilia Putri Regita (2026) Analisis perhitungan harga pokok produksi rengginang bawang menggunakan metode full costing untuk meningkatkan laba (studi pada UMKM Yumnaqu). Undergraduate (S1) thesis, Universitas Islam Negeri Syekh Wasil Kediri.
|
Text
22404068_prabab.pdf Download (621kB) |
|
|
Text
22404068_bab1.pdf Download (280kB) |
|
|
Text
22404068_bab2.pdf Download (179kB) |
|
|
Text
22404068_bab3.pdf Download (103kB) |
|
|
Text
22404068_bab4.pdf Restricted to Registered users only Download (376kB) | Request a copy |
|
|
Text
22404068_bab5.pdf Restricted to Registered users only Download (93kB) | Request a copy |
|
|
Text
22404068_bab6.pdf Download (17kB) |
|
|
Text
22404068_daftarpustaka.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
Lembar Pernyataan Persetujuan Publikasi.pdf Restricted to Repository staff only Download (444kB) | Request a copy |
Abstract
Harga pokok produksi mencakup seluruh pengeluaran yang timbul dalam proses mengolah bahan mentah hingga menjadi produk siap digunakan. Pendekatan full costing adalah cara perhitungan yang memasukkan seluruh komponen biaya produksi, meliputi biaya bahan baku, tenaga kerja langsung, serta biaya overhead pabrik baik yang bersifat tetap maupun variabel. Penelitian ini dilakukan untuk membandingkan hasil penentuan harga pokok produksi yang diterapkan oleh UMKM Yumnaqu dengan perhitungan yang menggunakan metode full costing.Penelitian ini menunjukkan bahwa penentuan harga pokok produksi dan harga jual untuk meningkatkan laba dengan metode full costing memiliki nilai yang lebih tinggi dibandingkan dengan harga pokok produksi yang diterapkan oleh perusahaan. Menurut perhitungan metode full costing harga pokok produksi unruk 3.300 kg rengginang bawang sebesar Rp 59.628.248,- atau Rp 18.069 per kg dengan harga jual Rp 29.000 per kg rengginang bawang. Sedangkan dengan metode perusahaan untuk menghitung harga pokok produksi 3.300 kg rengginang adalah Rp 54.670.000,- atau Rp 16.566,- per kg dengan harga jual Rp 26.000 per kg nya. Terdapat selisih Rp 4.958.248 atau Rp 1.503,- tiap kg nya.yang disebabkan perbedaan penentuan harga pokok produksi antara metode perusahaan dengan metode full costing yaitu pada pembebanan biaya. Selain itu terdapat selisih penentuan harga jual sebesar Rp 3.000 yang di karenakan perusahaan dalam menentukan harga jual masih memakai cara sederhana. Laba bersih yang di dapatkan dari metode full costing Rp 34.071.752,- tiap bulan atau Rp 1.548.716,- tiap harinya. Sedangkan laba bersih dengan metode perusahaan adalah Rp 24.171.752,- tiap bulannya atau Rp 1.098.716,- untuk tiap hari nya. Terdapat selisih antara metode perusahaan dengan full costing sebesar Rp 9.900.000 per bulan (22 hari produksi) atau Rp 450.000 per harinya.
| Item Type: | Thesis (Skripsi, Tesis, Disertasi) (Undergraduate (S1)) |
|---|---|
| Subjects: | 15 COMMERCE, MANAGEMENT, TOURISM AND SERVICES (inc : Akuntansi, Perbankan, Manajemen, Pemasaran, Pariwisata, dll) > 1501 Accounting, Auditing and Accountability > 150101 Accounting Theory and Standards |
| Divisions: | Fakultas Ekonomi dan Bisnis > Jurusan Akuntansi Syariah |
| Depositing User: | ANGGILIA PUTRI REGITA PRATIWI |
| Date Deposited: | 14 Jul 2026 03:22 |
| Last Modified: | 14 Jul 2026 03:22 |
| URI: | https://etheses.iainkediri.ac.id:80/id/eprint/24080 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
