Maghfuroh, Nishful Laili (2025) Konsep Keselamatan Dalam Al-Qur’an (Kajian Tafsir Al-Manar Dan The Massage Of The Quran). Masters (S2) thesis, UIN Syekh Wasil Kediri.
|
Text
23502009_prabab.pdf Download (376kB) |
|
|
Text
23502009_bab1.pdf Download (315kB) |
|
|
Text
23502009_bab2.pdf Download (501kB) |
|
|
Text
23502009_bab3.pdf Download (505kB) |
|
|
Text
23502009_bab4.pdf Restricted to Registered users only Download (441kB) |
|
|
Text
23502009_bab5.pdf Restricted to Registered users only Download (218kB) |
|
|
Text
23502009_Bab6.pdf Download (159kB) |
|
|
Text
23502009_daftarpustaka.pdf Download (187kB) |
|
|
Text
23502009_lembar persetujuan publikasi.pdf Restricted to Repository staff only Download (150kB) |
Abstract
Konsep keselamatan merupakan tema sentral dari seluruh kitab suci utama, termasuk Al-Qur’an sebagai kitab suci umat islam. Namun demikian, dalam praktik keagamaan, konsep ini sering kali dipahami secara eksklusif, seolah-olah hanya berlaku untuk kelompok tertentu. Bahkan tidak jarang keselamatan disalahartikan sebagai hasil dari pengakuan lisan semata, tanpa memperhatikan dimensi keimanan yang utuh dan amal perbuatan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep keselamatan menurut dua tokoh mufasir dengan latar belakang geografis dan intelektual yang berbeda, yaitu Rasyid Ridha (dari dunia Islam Timur) dan Muhammad Asad (dari dunia Barat), guna menemukan perbedaand dan persamaan antara keduanya serta mengkaji relevansinya dalam konteks masyarakat Indonesia yang plural. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yakni library research atau penelitian kepustakaan, serta menggunakan analisis konten berupa data primer dari kitab tafsir kedua mufassir yakni The Message of the Qur’an dan Tafsir Al-Manar. sumber sekunder diperoleh dari literatur-literatur pendukung yang relevan dengan topik pembahasan. Metode analisis data yang digunakan yakni analisis-deskriptif dan analisis komparatif untuk memcari titik temu antara kedua pandangan mufassir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hakikat keselamatan dalam Al-Qur'an terwujud melalui lima term (al-salām, al-najāh, al-falāḥ, al-fawz, dan sa‘ādah) yang membentuk satu kesatuan dimensi duniawi dan ukhrawi. Rasyid Ridha dan Muhammad Asad memiliki persamaan dalam menolak klaim keselamatan pasif berbasis ritualisme kosong atau pengakuan lisan semata, serta menegaskan bahwa keselamatan harus diusahakan secara aktif melalui respons nyata terhadap wahyu. Perbedaannya terletak pada orientasi tafsir; Rasyid Ridha cenderung bersifat normatif-kolektif yang menitikberatkan pada kepatuhan syariat, amal nyata, dan perjuangan historis umat, sedangkan Muhammad Asad cenderung bersifat eksistensial-individual yang berfokus pada kedamaian batin, kemurnian hati, dan transformasi moral pribadi. konsep keselamatan dalam Al-Qur'an memiliki relevansi sosial yang sangat kuat bagi masyarakat plural di Indonesia. Keselamatan tidak hanya dimaknai sebagai kebahagiaan ritual atau ukhrawi yang bersifat pasif, melainkan sebuah panggilan etis yang menuntut keterlibatan aktif dalam menjaga harmoni sosial. Melalui integrasi pandangan Rasyid Ridha dan Muhammad Asad, konsep keselamatan ini bertransformasi menjadi modal sosial untuk merajut kerukunan antarkelompok, menegakkan integritas moral, dan mendorong gotong-royong dalam mencegah kerusakan di ruang publik.
| Item Type: | Thesis (Skripsi, Tesis, Disertasi) (Masters (S2)) |
|---|---|
| Subjects: | 22 PHILOSOPHY AND RELIGIOUS STUDIES (Filosofi dan Studi Agama) > 2204 Religion and Religious Studies (Agama dan Studi Agama) > 220403 Islamic Studies (Studi Islam) > 22040303 Al-Qur'an and Related Science (Al-Qur’an dan Ilmu yang Berkaitan) > 2204030305 Tafsir Al-Qur’an |
| Divisions: | Program Pascasarjana > Program Studi Magister Ilmu Al-Quran dan Tafsir |
| Depositing User: | NISHFUL LAILI MAGHF UROH |
| Date Deposited: | 13 Jul 2026 04:05 |
| Last Modified: | 13 Jul 2026 04:05 |
| URI: | https://etheses.iainkediri.ac.id:80/id/eprint/23986 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
