PERLINDUNGAN TERHADAP PEMBELA HAK ASASI MANUSIA DALAM PERATURAN KOMISI NASIONAL HAK ASASI MANUSIA REPUBLIK INDONESIA NOMOR 5 TAHUN 2015 TINJAUAN MAQASHID SYARIAH

Ibad, Mohammad nasaikhul (2026) PERLINDUNGAN TERHADAP PEMBELA HAK ASASI MANUSIA DALAM PERATURAN KOMISI NASIONAL HAK ASASI MANUSIA REPUBLIK INDONESIA NOMOR 5 TAHUN 2015 TINJAUAN MAQASHID SYARIAH. Undergraduate (S1) thesis, UIN SYEKH WASIL KEDIRI.

[img] Text
21303016_prabab.pdf

Download (572kB)
[img] Text
21303016_bab1.pdf

Download (383kB)
[img] Text
21303016_bab2.pdf
Restricted to Registered users only

Download (347kB)
[img] Text
21303016_bab3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (306kB)
[img] Text
21303016_bab4.pdf

Download (231kB)
[img] Text
21303016_daftarpustaka.pdf

Download (1MB)
[img] Text
21303016_pernyataan persetujuan.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (130kB)

Abstract

Mohammad Nasaikhul Ibad, 21303016. Perlindungan Terhadap Pembela Hak Asasi Manusia dalam Peraturan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2015: Tinjauan Maqashid Syariah. Skripsi, Program Studi Hukum Tata Negara, Fakultas Syariah, Universitas Negeri Syekh Wasil, 2026. Kata Kunci: Pembela Hak Asasi Manusia, Maqashid Syariah, Al-Madinah Al- Fadilah, Peraturan KOMNAS HAM Nomor 5 Tahun 2015, Perlindungan Hukum Pembela Hak Asasi Manusia (HAM) merupakan aktor kunci dalam ekosistem demokrasi yang berfungsi menjaga, mendokumentasikan, dan mengadvokasi pemenuhan hak-hak dasar warga negara. Namun di Indonesia, mereka justru kerap menjadi sasaran kriminalisasi, intimidasi, dan kekerasan yang bersifat sistemis. Peraturan KOMNAS HAM Nomor 5 Tahun 2015 merupakan satu-satunya instrumen hukum khusus perlindungan Pembela Hak Asasi Manusia di tingkat nasional, namun efektivitasnya masih diragukan karena tidak memiliki kekuatan hukum mengikat secara umum dan tidak didukung mekanisme koordinasi serta anggaran yang memadai. Penelitian ini bertujuan menganalisis mekanisme perlindungan Pembela Hak Asasi Manusia dalam peraturan tersebut, sekaligus menilai kesesuaiannya dengan Maqashid Syariah yang diintegrasikan dengan Al- Madinah Al-Fadilah Al-Farabi sebagai kerangka filosofis evaluatif. Penelitian ini menggunakan metode hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan, pendekatan konseptual, dan pendekatan kasus. Bahan hukum dikumpulkan melalui studi kepustakaan dan dianalisis menggunakan kerangka Maqashid Syariah (al-Daruriyyat, al-Hajiyyat, dan al-Tahsiniyyat) yang dipadukan dengan Al-Madinah Al-Fadilah sebagai kerangka evaluasi filosofis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat dua temuan utama. Pertama, mekanisme perlindungan dalam Peraturan KOMNAS HAM Nomor 5 Tahun 2015 secara normatif telah mencakup tahap pengaduan, verifikasi risiko, pendampingan, dan pemantauan. Kedua, ditinjau dari perspektif Maqashid Syariah berbasis Al- Madinah Al-Fadilah, mekanisme perlindungan tersebut pada dasarnya telah sejalan dengan prinsip kemaslahatan karena bertujuan melindungi jiwa, kebebasan berpikir, dan martabat Pembela HAM, serta ada upaya sinergi antar lembaga di Indonesia.

Item Type: Thesis (Skripsi, Tesis, Disertasi) (Undergraduate (S1))
Subjects: 18 LAW AND LEGAL STUDIES (Ilmu Hukum) > 1801 Law and Islamic Law > 180108 Constitutional Law (Hukum Tata Negara)
Divisions: Fakultas Syariah > Jurusan Hukum Tata Negara
Depositing User: MOHAMMAD NASAIKHUL IBAD
Date Deposited: 07 Jul 2026 06:31
Last Modified: 07 Jul 2026 06:31
URI: https://etheses.iainkediri.ac.id:80/id/eprint/23544

Actions (login required)

View Item View Item