Muslihuddin, Muchammad Faiz (2026) TRADISI MBANGUN NIKAH KARENA MELANGGAR ADAT JAWA PERSPEKTIF MASLAHAH AL-MURSALAH ( Studi Kasus Desa Karanganyar Kecamatan Wates Kabupaten Kediri ). Undergraduate (S1) thesis, UINSW Kediri.
|
Text
22301068_prabab.pdf Download (864kB) |
|
|
Text
22301068_bab1.pdf Download (336kB) |
|
|
Text
22301068_bab2.pdf Download (483kB) |
|
|
Text
22301068_bab3.pdf Download (244kB) |
|
|
Text
22301068_bab4.pdf Download (328kB) |
|
|
Text
22301068_bab5.pdf Download (423kB) |
|
|
Text
22301068_bab6.pdf Download (187kB) |
|
|
Text
22301068_daftar pustaka.pdf Download (174kB) |
|
|
Text
22301068_lampiran.pdf Download (952kB) |
|
|
Text
22301068_pernyataan upload karya ilmiah.pdf Restricted to Repository staff only Download (206kB) |
Abstract
Pernikahan merupakan ikatan suci antara laki-laki dan perempuan untuk membentuk keluarga yang sakinah, mawaddah, dan rahmah. Dalam kehidupan rumah tangga, pasangan sering menghadapi berbagai ujian seperti gangguan mental, sakit-sakitan, dan sulitnya memperoleh keturunan. Di Desa Karanganyar, kondisi tersebut kerap dikaitkan dengan pelanggaran adat Jawa seperti salah dino, kulon kali, tunggal wuwung, dan kebo balik kandang. Oleh karena itu, sebagian masyarakat melakukan tradisi mbangun nikah sebagai upaya untuk mengatasi permasalahan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui praktik mbangun nikah di Desa Karanganyar serta menganalisisnya dalam perspektif Maṣlaḥah al-Mursalah. Fokus penelitian adalah mendeskripsikan pelaksanaan tradisi tersebut dan menilai kedudukannya dalam hukum Islam berdasarkan konsep kemaslahatan. Penelitian ini menggunakan metode hukum empiris dengan pendekatan yuridis sosiologis melalui studi lapangan di Desa Karanganyar, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri. Data diperoleh dari sumber primer dan sekunder melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif kualintatif menggunakan teori Maṣlaḥah al-Mursalah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mbangun nikah merupakan bentuk ikhtiar simbolik, sosial, dan spiritual untuk memperoleh ketenangan dan memperbaiki keharmonisan rumah tangga. Praktik ini dilakukan dengan pengulangan akad nikah tanpa pencatatan ulang di KUA, disertai doa dan slametan. Dalam perspektif Maṣlaḥah al-Mursalah, praktik ini termasuk kemaslahatan hajiyyah karena membantu mengurangi tekanan psikologis dan sosial. Meskipun tidak memiliki dasar nash yang eksplisit, praktik ini dinilai mubah selama tidak bertentangan dengan syariat dan tidak diyakini secara berlebihan
| Item Type: | Thesis (Skripsi, Tesis, Disertasi) (Undergraduate (S1)) |
|---|---|
| Subjects: | 18 LAW AND LEGAL STUDIES (Ilmu Hukum) > 1801 Law and Islamic Law > 180119 Law and Society (Hukum dan Masyarakat) |
| Divisions: | Fakultas Syariah > Jurusan Ahwal Al-Syakhsiyah - Hukum Keluarga Islam |
| Depositing User: | MUCHAMMAD FAIZ MUSLIHUDDIN |
| Date Deposited: | 06 Jul 2026 04:01 |
| Last Modified: | 06 Jul 2026 04:01 |
| URI: | https://etheses.iainkediri.ac.id:80/id/eprint/23466 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
