Shofiyulloh, Mohammad Dimas (2026) Pemberian Nafkah Iddah Pasca Perceraian Perspektif Sosiologi Hukum Islam (Studi Kasus di Desa Gemekan Kecamatan Sooko Kabupaten Mojokerto). Undergraduate (S1) thesis, UIN Syekh Wasil Kediri.
|
Text
931107919_prabab.pdf Download (789kB) |
|
|
Text
931107919_bab1.pdf Download (199kB) |
|
|
Text
931107919_bab2.pdf Download (291kB) |
|
|
Text
931107919_bab3.pdf Download (78kB) |
|
|
Text
931107919_bab4.pdf Restricted to Registered users only Download (220kB) | Request a copy |
|
|
Text
931107919_bab5.pdf Restricted to Registered users only Download (126kB) | Request a copy |
|
|
Text
931107919_bab6.pdf Download (115kB) |
|
|
Text
931107919_daftarpustaka.pdf Download (43kB) |
|
|
Text
931107919_pernyataan persetujuan publikasi.pdf Download (109kB) |
Abstract
Praktik pemberian nafkah pasca perceraian yang terjadi di Desa Gemekan Kecamatan Sooko Kabupaten Mojokerto, di mana dalam pelaksanaanya nafkah yang diberikan terhadap mantan istri masih belum terlaksana dengan baik yang sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku, baik itu hukum Islam maupun hukum positif. Realita tersebut menunjukkan adanya perbedaan penegakan hukum normatif dengan apa yang terjadi di masyarakat. Penelitian ini memiliki tujuan yaitu untuk mengetahui bentuk atau pola pemberian nafkah iddah pasca perceraian yang ada di Desa Gemekan dan menganalisis pemberian nafkah iddah pasca perceraian di Desa Gemekan berdasarkan sosiologi hukum Islam. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan jenis penelitian lapangan atau field research. Teknik pengumpulan data yang dilakukan melalui observasi, wawancara, serta dokumentasi. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pemberian nafkah iddah pasca perceraian yang terjadi di Desa Gemekan Kecamatan Sooko Kabupaten Mojokerto masih belum berjalan dengan maksimal. Pasalnya sebagian dari mantan suami, ketika setelah terjadinya perceraian tidak memberikan kewajibannya sama sekali perihal nafkah kepada mantan istrinya, baik itu nafkah iddah, nafkah mut’ah, maupun nafkah madhiyah. Namun ada juga sebagian dari mantan suami yang memberikan nafkah pasca perceraian kepada mantan istrinya meskipun jumlah yang diberikan tidak sepenuhnya. Fenomena yang terjadi tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti faktor ekonomi, kurangnya komunikasi, serta budaya masyarakat dan rendahnya kesadaran hukum masyarakat.
| Item Type: | Thesis (Skripsi, Tesis, Disertasi) (Undergraduate (S1)) |
|---|---|
| Subjects: | 18 LAW AND LEGAL STUDIES (Ilmu Hukum) > 1801 Law and Islamic Law > 180119 Law and Society (Hukum dan Masyarakat) |
| Divisions: | Fakultas Syariah > Jurusan Ahwal Al-Syakhsiyah - Hukum Keluarga Islam |
| Depositing User: | MOHAMMAD DIMAS SHOFIYULLOH |
| Date Deposited: | 03 Jul 2026 06:47 |
| Last Modified: | 03 Jul 2026 06:47 |
| URI: | https://etheses.iainkediri.ac.id:80/id/eprint/23397 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
